<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823</id><updated>2011-07-08T07:27:37.639+07:00</updated><category term='Hakikat Cinta'/><category term='Cerita Sufi'/><category term='Pecinta Rasulullah'/><category term='Download'/><category term='Wanita'/><category term='Ilmu Tasawuf'/><category term='Adab Spiritual'/><category term='Hakikat ILmu'/><title type='text'>[ ιмєм αℓqα∂яιє ]</title><subtitle type='html'>" Háńýá Cőŕétáń Séőŕáńg Péńggémbáŕá "</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-106513870211035229</id><published>2010-03-13T23:50:00.011+07:00</published><updated>2010-03-14T00:11:24.988+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Tasawuf'/><title type='text'>Tasawuf Dari Islam atau Luar Islam</title><content type='html'>Oleh: Al Habib Al Fadhil Rohimuddin Nawawi Al Azmatkhan Barakallahu fii ahlih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apakah Tasawuf itu dari Islam atau dari luar Islam?” pertanyaan ini kerap mengganggu para penuntut ilmu-ilmu Islam yang lemah dan kurang berhubungan dengan Turats Islam, diharapkan dari tulisan ini rasa ingin tahu itu telah mendapat jawaban. Tasawuf datang dari dalam ajaran Islam, dan posisi Tasawuf adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagian Dari Risalah Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Definisi Risalah dan Rasul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah menurut bahasa adalah sesuatu yang di berikan, perintah atau pesan yang terdiri dari beberapa masalah yang sejenis. dan Rasul menurut bahasa adalah orang yang diperintah untuk menyampaikan risalah dengan tunduk lagi patuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah menurut istilah adalah kekhususan yang di berikan kepada seorang hamba dapat mendengar wahyu Allah berupa hukum taklifi dan diperintah untuk menyampaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul adalah seorang manusia yang diutus Allah Swt untuk menyampaikan hukum-hukum-Nya. Imam al-Kalabi dan al-Farra mengatakan setiap Rasul adalah seorang Nabi dan tidak sebaliknya. Rasul adalah seorang manusia pilihan Allah Swt yang akan menjadi saksi diantara Dia dan hamba-Nya, menyampaikan kabar gembira berupa pahala kepada orang-orang yang beriman diantara mereka sebagai imbalan atas keimanan, keta’atan dan prilaku baik, mereka juga memberikan peringatan kepada orang-orang kafir dan berpaling dari kebenaran bahwa mereka akan mendapatkan siksa atas kekafiran dan keberpalingannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban seorang Rasul adalah menyampaikan perintah Allah Swt dan mengajak manusia kepada ajaran yang diwahyukan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tugas-Tugas Rasulullah saw. (Pengemban Risalah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita renungkan isi kandungan Al-qur’an, akan kita ketahui bahwa tugas-tugas Rasulullah saw banyak sekali, seperti menerima wahyu, ilmu dan agama dari Allah swt dengan tata cara tertentu; membacakan wahyu, menyampaikan seluruh perintah Allah swt, memperluas makna Al-qur,an sekaligus menjelaskannya kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman: “ Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur’an agar engkau menerangankan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya meraka memikirkan.” (QS. An-Nahl: 44) serta mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya, memimpin umat dan mentarbiyah para pengikutnya dengan pendidikan yang luhur setara dengan tarap keimanan mereka kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita klasfikasikan tugas-tuga Rasulullah saw ini berdiri di atas tiga unsur dasar sekaligus dan tidak terpisah-pisah. Firman Allah swt: “Sebagaimana telah kami utus kepada kalian seorang Rasul dari kalian yang membacakan ayat-ayat kami kepadamu dan mensucikanmu dan mengajarkan kitab0kitab dan hikmah serta mengajarkanmu apa-apa yang belum kalian ketahui”. (QS.2:151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga unsur pokok itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tabligul ahkam. Menyampaikan hukum-hukum agama kepada manusia, yaitu perintah dan larangan serta halal dan haram dalam urusan ibadah dan muamalat. Di mana unsur ini pasca pristiwa fitnah (di masa Khalifah terakhir Khulafa ar-Rasyidin) diperankan dalam berbagai ijtihad para ulama Islam yang disebut faqih atau fuqaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tanfidzul Hukm. Pelaksanaan kekuasaan (kepemerintahan), memimpin dan mengatur umat dalam urusan agama dan kehidupan dunia. Maka Rasulullah saw bagi kaumnya adalah seorang pimpinan, penguasa dan yang mengatur siyasah agama dan duniawi serta yang membimbing manusia agar mereka mengenal karakter kehidupan dunia yang mereka lalui. Misi tugas ini setelah masa fitnah tadi diperankan oleh para khalifah daulah Islam sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tazkiyatunnufus. Mensucikan serta mendidik jiwa umat. Kata zakah atau tazkiyah dalam kamus kontemporer disebut tarbiyah, karena tazkiyah adalah mendidik jiwa, mengendalikan syahwat dan membuat dominasi akal terhadap hawa nafsu serta menciptakan manusia-manusia yang mampu untuk menselaraskan karakter pribadinya sesuai dengan kehendak Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan realisasi makna firman Allah Swt: “dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah Swt mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesunggunya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.” (QS. Asy-Syams: 7-9)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vDxSyjWDI/AAAAAAAAAFU/kSq8tuXA6lw/s1600-h/sufi-3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vDxSyjWDI/AAAAAAAAAFU/kSq8tuXA6lw/s200/sufi-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448163425859622962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakkaha bermakna mendidik sehingga nafsu itu menjadi terdidik dan terkontrol lagi terkendali. Sesungguhnya manusia apabila membiarkan dan melepaskan nafsunya berbuat sesuai dengan keinginan serta kehendak sendiri maka nafsunya itu sedang menggiring menuju malapetaka. Seseorang yang telah membiarkan nafsunya melakukan sesuatu sesuai dengan kemauannya sndiri tanpa kontrol dia tidak akan mampu melakukan kebaikan untuk dirinya apalagi kepada orang lain. Iman al-Bushairi mengatakan: “Nafsu itu seperti anak kecil yang menyusu pada ibunya jika engkau biarkan dia akan tumbuh dewasa seperti itu namun jika engkau menyapihnya dia akan berhenti menyusu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur pokok ketiga ini –tazkiyyatunufus- pada pasca fitnah di tubuh umat Islam dinamakan tasawuf dan hal ini terealisasi melalui ijtihad para sufi ahli sunnah wal jama’ah. Dengan demikian tasawuf merupakan bagian dari Misi Islam yang dibawa oleh Rasulullah sebagai utusan Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga unsur pokok Risalah Islamiyah ini terus berlangsung hingga masa Khulafa ar_rasyidin dan dipikulkan ke pundak para khalifahnya. Setiap khalifah bertanggung jawab menjalankan tugas misi tersebut (Tablig, Tazkiyah dan Tanfidz) atau dalam bahasa kontemporernya: (Ta,lim, tarbiyah dan Siyasah). Sehingga muncul masa fitnah di akhir khilafah Ali r.a dan permulaan Daulah Dinasti Umawiyah. Bersamaan terpecahnya umat Islam bertolak dari urusan pilitik terus merembet ke sektor kehidupan lainnya, maka mulai terpisah-pisahlah bulatan 3 misi pokok tersebut, sehingga bersama berjalannya roda kehidupan Daulah umat Islam, tiga (3) pokok misi Nubuwah itu terpisah kepada tiga komponen: Ulama Fikih (Fuqaha), Ulama Tasawuf (Sufi) dan Amirul Mukminin (Khalifah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lagi setiap khalifah dalam Daulah Islam Dinansti Umawiyah –kecuali Khalifah Umar bin Abdul Aziz- menjadi pemegang 3 otoritas misi Nubuwah tersebut. Para Khalifah tersebut hanya mewarisakan dan mengendalikan urusan kekuasaan, politik dan hukum Negara berdasarkan Al-qur’an dan hadis. Adapun 2 misi Nubuwah lainnya diwariskan dan dikembangkan oleh Ulama Islam, terdiri dari: Fuqaha yang mewariskan Tablighul Ahkam, yaitu pengembangan hukum-hukum Islam yang menyangkut tentang Ibadah dan seputar mua,malah, yang kemudian dikenal dengan ilmu-ilmu Fikih; dan Ulama Tasawuf yang mewariskan Misi Tazkiyatunnufus, yaitu mengontrol spiritual dan akhlak umat, yang pada pertengahan abad ke II dikenal dengan sebuatan Sufi dengan karya-karyanya yang dituang dalam buku Tasawuf. Dan kondisi ini terus berlangsung hingga runtuhnya Daulah Islam secara total pada tahun 1924 dan hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Salah Satu Rukun Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vEHTs4gnI/AAAAAAAAAFc/rdpgPn6sEQQ/s1600-h/attachment.php.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vEHTs4gnI/AAAAAAAAAFc/rdpgPn6sEQQ/s320/attachment.php.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448163804061401714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf adalah salah satu rukun agama Islam. Ide ini diilhami oleh sebuah Hadis panjang yang diriwayatkan Umar bin Khathab r.a, beliau berkata: “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah Saw pada suatu hari, datang kepada kami seorang yang sangat putih bajunya, sangat hitam rambutnya, bekas jalannya tidak terlihat, dan tidak seorang pun mengenal diantara kami sampai dia duduk di hadapan Rasulullah Saw, menyandarkan kedua lututnya kepada lutut Rasulullah Saw, meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya, kemudian dia bertanya: Ya Rasulullah Saw beritahu aku tentang Islam? Rasulullah Saw menjawab: Islam adalah bahwa engkau bersaksi tiada Tuhan selain Allah Swt dan Muhammad Saw utusan Allah Swt, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji jika mampu. Dia berkata: engkau benar. Sayyidina Umar berkata: kami terkejut kepadanya dia yang bertanya dia juga yang membenarkan. Kemudian bertanya lagi, beritahu aku tentang iman? Rasulullah menjawab: engkau beriman kepada Allah Swt, kepada para malaikat, kitab-kitab, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir dan engkau beriman kepada ketentuan baik dan buruk-Nya. Dia berkata: engkau benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya lagi tentang Ihsan? Rasulullah Saw menjawab: engkau menyembah Allah Swt seakan-akan engkau melihat Dia dan jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dia bertanya tentang hari kiamat? Rasulullah Saw menjawab: Tidaklah yang di tanya tentang hal itu lebih tahu dari yang bertanya, Dia berkata: beritahu aku tentang tanda-tandanya? Rasulullah Saw menjawab: Apabila seorang hamba sahaya melahirkan anak tuannya, dan apabila orang yang bertelanjang kaki rakyat jelata lagi fakir miskin mereka berlomba bermegah-megahan dalam bangunan. Kemudian dia pergi dan saya berdiam lama. Rasulullah Saw bertanya; Wahai Umar engkau tahu siapa yang bertanya? Aku jawab: Allah Swt dan Rasul-Nya lebih tahu, Rasulullah bertkata: Ini Jibril datang untuk mengajarkan Agama kepada engkau”.(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hadis ini jelas sekali bahwa agama yang di sisi Allah itu Islam, agama yang di bawa oleh Jibril untuk dijelaskan, adalah Islam jika dilihat kepada perilaku lahiriyah dan aktifitas nyata, Iman jika dilihat kepada Keyaqinan dan aqidah yang membangkitkan aktifitas, dan Ihsan jika dilihat kepada Cara penunaiannya yang sempurna serta pemenuhan tujuan ketika disertai oleh Iman dan amal saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman jika betul pastinya akan memproduk amal, amal jika betul juga bertolak dari iman, sedang Ihsan jika betul maka dimunculkan dari iman yang dalam dan amal yang sempurna tadi. Dalam Alqur’an puluhan ayat yang mendiskrifsikan agama ini dan menjelaskan tuntunannya dengan menyebutkan berkali-kali kata-kata Islam, Iman dan Ihsan; agar kesatuan kata tersebut menjadi mercusuar yang menyinari jalan dan menggiringnya kepada tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, 3 kata berbeda: Islam, Iman dan Ihsan itu menyimbulkan satu hakekat. Ketika kita lihat dari beberapa sudut, maka masing-masing akan memberikan kriteria khusus, disamping bahwa semua sifat-sifat tersebut saling menjalin dan menjelaskan dalam membatasi satu hakikat. Oleh karena itu Hadis tersebut diakhiri dengan ungkapan: “Dia adalah Jibril datang untuk mengajarkan AGAMA kalian”, yaitu: bahwa agama yang dibawa dan diajarkan Jibril adalah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada gaib, mendirikan salat dan menafkahkan sebagaian yang telah KAMI rezekikann kepadanya”. (QS. 2:3), Simbol-simbol ini merupakan unsur terpenting dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-NYA: “Katakanlah: Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan ikhlas karenaNYA dalam (menjalankan) agama, dan aku diperintah agar menjadi orang muslim yang pertama”. (QS. 39:11-12). Dalam ayat lain: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan.. “. (QS. 4:125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat-ayat di atas terdapat secara sinonim ungkapan Islam, Ihsan berdiri di atas bahwa iman yang bersemayam di dalam qalbu adalah suatu eksisitansi yang pasti, jika tidak, maka tidak dapat dibayangkan bahwa di sana terdapat Islam dan Ihsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ayat tersebut membahas sisi lahiriyah (Islam) dari inti agama, maka ayat berikut ini membahas dan mendeskrifsikan hakekat serta orisinal akar nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vEaXUsn5I/AAAAAAAAAFk/6TA_B42B7NE/s1600-h/taubat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 98px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vEaXUsn5I/AAAAAAAAAFk/6TA_B42B7NE/s320/taubat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448164131451215762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka..”. (QS. 8:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia”. (QS. 8: 74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita dapat melihat bahwa kaitan-kaitan Iman itu banyak, tidak boleh satu dengan lainnya terpisah-pisah, sebagaimana bahwa pengaruh iman secara praktis (amal) –yaitu inti keIslaman- tidak mungkin terlepas satu sama lain dari karakter keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hakikat Dalam Syariah dan Thariqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadis Umar r.a lalu, terdapat pembagian agama kedalam 3 rukun atau tahapan, ini difahami dari sabda Nabi saw: “Dia adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan AGAMA kalian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Rukun Islam, yaitu sisi amali (praktis), serupa Ibadah, mua’malat dan perkara ibadah lainnya, tempat dan perangkatnya adalah anggota tubuh lahiriyah. Ulama telah memberikan istilah Syari’ah, dan yang mempunyai spesialisasi melakukan studi ini adalah para pembesar ahli fikih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rukun Iman. sisi I’tiqad qalbu (Keyakinan hati), serupa iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-kitab, Para Rasul, Hari akhir dan Qadla-Qadar. Ulama telah memberikan istilah Thariqah, Dan yang melakukan spesialisasi studi bidang ini adalah para pembesar ulama Tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Islam dan Iman meskipun saling bertalian kuat, namun antara keduanya ada umum dan khusus, setiap seorang mukmin adalah muslim, namun tidak setiap muslim itu mukmin. Dalilnya firman Allah swt: “Orang-orang Arab Badui itu berkata: “kami telah beriman”, Katakanlah (kepada mereka)”kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk (Islam), karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu…”.( QS. 49:14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Rukun Ihsan. Sisi ruh dalam hati (spiritual); adalah musyahadah (engkau menyembah Allah seolah engkau melihat-NYA), muraqabah (jika engkau tidak (merasa) melihat-NYA maka DIA melihatmu), kondisi spiritual (ahwal) serta konsekwensinya serupa, dzauq wijdani (taste of conscientious), maqamat ‘Irfaniah (akhlak mulia) dan ilmu-ilmu wahbiyah (hikmah). Para ulama menamakan Hakekat, dan yang bekompeten terhadap studi bidang ini adalah para pembesar ulama sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vFAqHo1WI/AAAAAAAAAF0/I7gx4wb73Hk/s1600-h/sujud.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vFAqHo1WI/AAAAAAAAAF0/I7gx4wb73Hk/s200/sujud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448164789331744098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjelaskan hubungan antara syari’ah dan hakikah, kita dapat membuat contoh konkrit, seperti ibadah solat; melakukan gerakan solat, serta aktifitas lahiriyah lainnya yang dituturkan oleh ulama fikih, merupakan peranan sisi syari’ah, adalah merupakan jasad solat. Sedang kehadiran dan kekhusyu’an hati kepada Allah dalam mendirikan solat adalah peranan sisi hakikat, adalah ruhnya solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi aktifitas gerakan fisik dalam solat adalah jasad solat, dan khusyu adalah ruhnya. Apakah faedah jasad jika tanpa ruh, sebagaimana ruh perlu kepada jasad sebagai tempatnya, demikian jasadpun memerlukan ruh sebagai motornya, oleh karena itu Allah swt berfirman: “Dirikanlah solat dan tunaikanlah zakat”. (QS. 2:44). Mendirikan di sini hanya dapat dilakukan dengan adanya jasad dan ruh. Demikian, para sufi itu mengarahkan dan membina umat Islam agar menjadi mukmin sempurna yang menghimpun antara syari’ah dan hakikah, sebagaimana yang mereka ikuti jejak Rasulullah saw dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai makam yang luhur dan iman yang sempurna ini harus menempuh jalannya (thariqah), apakah thariqah yang harus ditempuh oleh seorang salik tersebut..? yaitu Mujahadatun nafs, meninggalkan sifat-sifat tercela menuju sifat-sifat sempurna dan meningkatkan kesempurnaan akhlak (maqamat), inilah jembatan penghubung syari’ah kepada hakikah. Imam Al-Jurjani berkata r.a: Thariqah adalah perjalanan khusus para salik (penempuh mujahadatunnafs menuju ma’rifatullah) menuju Allah swt dengan menempuh dan meningkatkan berbagai tingkatan spiritual dan maqamat moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Syari’ah adalah asas, Thariqah adalah sarana, dan Hakikat adalah buah hasilnya. Ketiga komponen ini sebuah integritas yang sempurna, tidak kontradiksi dan bertabrakan, barangsiapa berpegang kepada yang pertama dan menempuh jalan kedua, maka ia telah sampai kepada yang ketiga. Para tokoh Sufi dalam sebuah Kaidah mereka berkata: (Setiap hakekat yang bertolak belakang (menyalahi) syari’ah maka ia zindiq). Bagaimana mungkin hakekat menyalahi syari’ah sedang ia konsekwensi dari aplikasi syari’ah, atau dengan kata lain: hakikat adalah batinnya syari’ah dan syari’ah adalah lahirnya hakekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Salafus Soleh, ulama Sufi yang sodik dengan sebenar-benarnya ubudiyah dan Islam yang sahih telah betul-betul dapat merealisasikan semua itu, karena mereka telah menghimpun antara Syari’ah, Thariqah dan Hakekat. Dengan begitu mereka dapat menunjukan manusia ke jalan yang lurus. Agama jika kering dari hakikatnya akan kering akarnya, layu batangnya dan rusak buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vFT6PruiI/AAAAAAAAAF8/wk9pDieEf9I/s1600-h/13364_1177985890529_1254590436_30538120_6829543_a.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 273px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vFT6PruiI/AAAAAAAAAF8/wk9pDieEf9I/s320/13364_1177985890529_1254590436_30538120_6829543_a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448165120077969954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Ahmad Zarruq berkata dalam salah satu Qaidahnya: (Mengembalikan sesuatu kepada asalnya dan membangun karakteristik dalilnya itu dapat menolak perkataan orang yang menginkari hakekat sesuatu tersebut. Asas Tasawuf adalah maqam Ihsan sebagaimana yang telah ditafsirkan oleh Rasullah saw: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-NYA,Kemudian jika engkau tidak dapat melihat-NYA, maka DIA melihatmu”, karena seluruh makna sidqut tawajuh terpulang kepada asas ini, serta sebagai porosnya, sebab kata ‘sidqut tawajuh’ melambangkan makna penuntutan muraqabah yang lazim, maka anjuran kepada kandungan sidqut tawajuh adalah inti Ihsan itu sendiri, sebagaimana fikih berkisar pada maqam Islam, dan Ushul agama (tauhid) pada maqam Iman. Jadi Tasawuf adalah merupakan bagian agama yang diajarkan oleh Jibril kepada para sahabat Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Habib Al Fadhil Rohimuddin Nawawi Al Azmatkhan Barakallahu fii ahlih&lt;br /&gt;http://www.annawawi.com/&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/profile.php?id=667784485&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-106513870211035229?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/106513870211035229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tasawuf-dari-islam-atau-luar-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/106513870211035229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/106513870211035229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tasawuf-dari-islam-atau-luar-islam.html' title='Tasawuf Dari Islam atau Luar Islam'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5vDxSyjWDI/AAAAAAAAAFU/kSq8tuXA6lw/s72-c/sufi-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-4250298257222960444</id><published>2010-03-12T05:28:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T05:33:27.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>“WANITA PENYEJUK HATI”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5lvr9MURHI/AAAAAAAAAFE/BnBVrX7QHcM/s1600-h/14113_360936901267_301729376267_4271685_4043003_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5lvr9MURHI/AAAAAAAAAFE/BnBVrX7QHcM/s400/14113_360936901267_301729376267_4271685_4043003_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447508025232606322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kiranya wanita seperti apakah yang dapat mengimbangi berbagai aspek kehidupannya?&lt;br /&gt;yang bukan saja elok di pandang karena kebersihannya, melainkan mampu membuat orang&lt;br /&gt;lain tersenyum karena keindahan budi pekerti yang terpancar melalui wajah dan bening tatapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita ideal bukanlah wanita yang sempurna dalam segala aspek (fisik , mental/emosi, spiritual),&lt;br /&gt;melainkan ramuan yang sedap dari aspek-aspek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan wanita yang sangat cantik, akan tetapi yang kecantikannya elok di pandang ;&lt;br /&gt;yang pandai menjaga kebersihan tubuhnya; yang tahu menempatkan mode pada dirinya;&lt;br /&gt;yang bukan untuk menghamburkan banyak uang untuk kecantikannya, tetapi dengan kesederhanaan&lt;br /&gt;selalu tampak rapi dan cantik di mana saja dan kapan saja serta pintar membawa diri;&lt;br /&gt;dan bukan pula yang teramat cerdas, melainkan yang pandai menggunakan kecerdasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita-wanita, tak kan pernah habis untuk dibahas. Wanita merupakan subyek yang&lt;br /&gt;selalu menarik untuk di perbincangkan, baik dalam nyata dan kehidupan sehari-hari,&lt;br /&gt;tak ada habisnya dan tidak akan habis lekang sepanjang jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita sebagai pusat kehidupan di dunia, karena salah satu kebesaran Allah hanya&lt;br /&gt;dititipkan kepada wanita, yakni melahirkan generasi penerus. Maka membicarakan wanita&lt;br /&gt;layak yang di idamkan oleh pria untuk di jadikan istri, oleh orangtua untuk dimiliki&lt;br /&gt;sebagai anak, oleh mertua untuk dijadikan menantu, oleh saudara-saudara kita untuk dijadikan panutan,&lt;br /&gt;oleh masyarakat untuk dijadikan pondasi kelahiran yang mempunyai generasi yang tangguh iman dan akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita seperti apakah yang dapat mendatangkan tenang dan bahagia pada diri suaminya;&lt;br /&gt;yang taat dan bisa tetap beribadah kepada Tuhannya; yang melahirkan, mendidik serta sanggup&lt;br /&gt;membesarkan anak-anak yang dipersiapkan membangun bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkah anda untuk menjadi Wanita Penyejuk Hati?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-4250298257222960444?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/4250298257222960444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/wanita-penyejuk-hati.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/4250298257222960444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/4250298257222960444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/wanita-penyejuk-hati.html' title='“WANITA PENYEJUK HATI”'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5lvr9MURHI/AAAAAAAAAFE/BnBVrX7QHcM/s72-c/14113_360936901267_301729376267_4271685_4043003_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-4768762801376734074</id><published>2010-03-11T08:14:00.002+07:00</published><updated>2010-03-11T08:19:06.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Mengapa Wanita Menanggis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5hE8a_f5MI/AAAAAAAAAE0/013tIHhz7TE/s1600-h/keluarga+sholehah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 251px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5hE8a_f5MI/AAAAAAAAAE0/013tIHhz7TE/s320/keluarga+sholehah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447179554133107906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu,&lt;br /&gt;mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita".&lt;br /&gt;"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan&lt;br /&gt;memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu&lt;br /&gt;menangis tanpa sebab yang jelas". sang ayah menjawab, "Semua wanita&lt;br /&gt;memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa&lt;br /&gt;diberikan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya,&lt;br /&gt;mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya&lt;br /&gt;kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"&lt;br /&gt;Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita,&lt;br /&gt;Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan&lt;br /&gt;seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan&lt;br /&gt;lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari&lt;br /&gt;rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.&lt;br /&gt;Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah&lt;br /&gt;saat semua orang sudah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau&lt;br /&gt;sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.&lt;br /&gt;Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk&lt;br /&gt;mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali&lt;br /&gt;anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau&lt;br /&gt;seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap akesetiaan yang diberikan&lt;br /&gt;kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling&lt;br /&gt;menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah&lt;br /&gt;yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia&lt;br /&gt;inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air&lt;br /&gt;mata ini adalah air mata kehidupan".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-4768762801376734074?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/4768762801376734074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/mengapa-wanita-menanggis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/4768762801376734074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/4768762801376734074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/mengapa-wanita-menanggis.html' title='Mengapa Wanita Menanggis'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5hE8a_f5MI/AAAAAAAAAE0/013tIHhz7TE/s72-c/keluarga+sholehah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-8320179180151804463</id><published>2010-03-11T08:09:00.002+07:00</published><updated>2010-03-11T08:11:04.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pecinta Rasulullah'/><title type='text'>Buktikan Cinta Pada Rasul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5hDGHTfuBI/AAAAAAAAAEs/YDuy5sAvztY/s1600-h/n189494823535_8794.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 189px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5hDGHTfuBI/AAAAAAAAAEs/YDuy5sAvztY/s320/n189494823535_8794.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447177521623709714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buktikan cinta anda!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang muslim atau mukmin bukan hanya sekadar wajib beriman kepada kerasulan Nabi Muhammad s.a.w. dan membenarkan segala perkhabaran yang disampaikan Baginda bahkan dia berkewajipan menunaikan tanggungjawabnya kepada Baginda s.a.w. dan menjaga adab-adab terhadap Baginda. Tanggungjawab ini disimpulkan dalam satu ungkapan: “Nasihat kepada Rasulullah s.a.w.”. Al-Qurthubi menghuraikan maksud ungkapan ini iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والنصيحة لرسوله: التصديق بنبوته، والتزام طاعته في أمره ونهيه، وموالاة من والاه ومعاداة من عاداه، وتوقيره، ومحبته ومحبة آل بيته، وتعظيمه وتعظيم سنته، وإحياؤها بعد موته بالبحث عنها، والتفقه فيها والذب عنها ونشرها والدعاء إليها، والتخلق بأخلاقه الكريمة صلى الله عليه وسلم. (تفسير القرطبي: ج8/ص227)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mengaku mencintai Rasul s.a.w. tentunya tidak berdolak dalik melaksanakan tanggungjawab ini. Jika seorang ibu yang menyintai anaknya, sanggup berbuat apa sahaja demi anaknya. Kesakitan ketika melahirkan seakan-akan hilang tatkala mendengar suara tangis si kecil di sisi. Air mata kesakitan bertukar menjadi air mata kegembiraan. Si ibu sanggup bersengkang mata tanpa menghiraukan keletihan dan kelesuan untuk kesejahteraan anaknya. Bagaimana pula sikap orang yang mengaku cintakan Rasulullah? Lihatlah bagaimana para Sahabat melaksanakan kecintaan kepada Baginda s.a.w..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit Huraian Lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan dan nasihat kepada Rasulullah direalisasikan dengan melaksanakan perkara-perkara berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sentiasa mematuhi segala suruhan dan larangan Baginda s.a.w..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul Allah, dan janganlah kamu batalkan amal-amal kamu! (Muhammad: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Dan apa jua perintah yang dibawa oleh Rasulullah (s.a.w) kepada kamu maka terimalah serta amalkan, dan apa jua yang dilarangNya kamu melakukannya maka patuhilah laranganNya. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah amatlah berat azab seksaNya (bagi orang-orang yang melanggar perintahNya). (al-Hasyr: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Oleh itu, hendaklah mereka yang mengingkari perintahnya (Rasulullah), beringat serta berjaga-jaga jangan mereka ditimpa bala bencana, atau ditimpa azab seksa yang tidak terperi sakitnya. (an-Nur: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سِنَانٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ حَدَّثَنَا هِلَالُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim di dalam kitabnya, I’lam al-Muwaqi’in menyatakan: Allah Ta’ala menjadikan meninggikan suara mereka mengatasi suara Rasul yang diutuskan sebagai sebab kepada musnahnya (pahala) amalan mereka. Maka bagaimana pula dengan mengutama dan mengangkat pandangan, akal, citarasa, siasah dan pengetahuan mereka sendiri mengatasi ajaran yang Baginda s.a.w datang membawanya? Tidakkah ini lebih layak untuk menjadi sebab musnahnya (pahala) amalan dan kerugian yang nyata?! [Fatawa Syar’iyyah, Syeikh Makhluf]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meneladani Baginda s.a.w., berakhlak dengan akhlaknya dan mengikuti jejak langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang) (al-Ahzab: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Ali ‘Imran: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berhukumkan kepada Baginda s.a.w., merelai ketetapan yang diberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan engkau hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya. (an-Nisa`: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan – apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara – (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata. (al-Ahzab: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mencintai Baginda s.a.w. mengatasi kecintaan kepada makhluk lain atau kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika bapa-bapa kamu, dan anak-anak kamu, dan saudara-saudara kamu, dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, – (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk ugamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab seksaNya); kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (derhaka). (at-Taubah: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ سُلَيْمَانُ بْنُ الْأَشْعَثِ قَالَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ النَّوْفَلِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحِبُّوا اللَّهَ لِمَا يَغْذُوكُمْ مِنْ نِعَمِهِ وَأَحِبُّونِي بِحُبِّ اللَّهِ وَأَحِبُّوا أَهْلَ بَيْتِي بِحُبِّي قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menukar kecintaan ini kpd bentuk yang praktikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19748 – أخبرنا عبد الرزاق عن معمر عن الزهري قال : حدثني من لا أتهم من الانصار أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا توضأ أو تنخم ابتدروا نخامته ووضوءه ، فمسحوا بها وجوههم وجلودهم ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لم تعفلون هذا ؟ قالوا : نلتمس به البركة ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من أحب أن يحبه الله ورسوله فليصدق الحديث ، وليؤد الامانة ، ولا يؤذ جاره. (مصنف عبد الرزاق ص8/ج11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghormati Baginda s.a.w. semasa hidup dan semasa matinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Maka orang-orang yang beriman kepadanya (Rasulullah s.a.w.), dan memuliakannya, juga menolongnya, serta mengikut nur (cahaya) yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang berjaya. (al-A’raf: 157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memandai-mandai (melakukan sesuatu perkara) sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan RasulNya; dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. (al-Hujurat: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengangkat suara kamu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu menyaringkan suara (dengan lantang) semasa bercakap dengannya sebagaimana setengah kamu menyaringkan suaranya semasa bercakap dengan setengahnya yang lain. (Larangan yang demikian) supaya amal-amal kamu tidak hapus pahalanya, sedang kamu tidak menyedarinya. Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya semasa mereka berada di sisi Rasulullah (s.a.w), – merekalah orang-orang yang telah dibersihkan Allah hati mereka untuk bertaqwa; mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar. (al-Hujurat: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang memanggilmu dari luar bilik-bilik (tempat ahlimu, wahai Muhammad), kebanyakan mereka tidak mengerti (adab dan tata tertib). Dan kalaulah mereka bersabar menunggu sehingga engkau keluar menemui mereka, tentulah cara yang demikian lebih baik bagi mereka; dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (al-Hujurat: 4-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman ialah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan apabila mereka turut bersama-sama dengan Rasulullah dalam sesuatu perkara yang memerlukan perhimpunan ramai, tidaklah mereka meninggalkan majlis perhimpunan itu sebelum mereka meminta izin kepada Baginda. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (wahai Muhammad) itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya… (an-Nur: 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kamu jadikan seruan atau panggilan Rasulullah di antara kamu seperti seruan atau panggilan sesama kamu… (an-Nur: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qadhi Abu Bakar ibnu al-‘Arabi: Kehormatan Nabi selepas mati sama seperti kehormatan Baginda ketika hidup. Kemuliaan percakapan Baginda yang diriwayatkan selepas kematian Baginda seperti percakapan Baginda yang didengari dari lafaz Baginda. Apabila dibaca percakapan Baginda, setiap yang hadir berkewajipan untuk tidak meninggikan suaranya dan tidak berpaling daripadanya…[Tafsir al-Qurthubi, 16/307]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memuliakan Baginda s.a.w. ketika disebut namanya dengan berselawat ke atas Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا رِبْعِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَأَظُنُّهُ قَالَ أَوْ أَحَدُهُمَا وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ وَأَنَسٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَرِبْعِيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ هُوَ أَخُو إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ وَهُوَ ثِقَةٌ وَهُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ وَيُرْوَى عَنْ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالَ إِذَا صَلَّى الرَّجُلُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً فِي الْمَجْلِسِ أَجْزَأَ عَنْهُ مَا كَانَ فِي ذَلِكَ الْمَجْلِسِ (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berselawat dan mendoakan Baginda s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah dan malaikatNya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) kepada Nabi (Muhammad s.a.w); wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ صَالِحٍ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَعْنَى قَوْلِهِ تِرَةً يَعْنِي حَسْرَةً وَنَدَامَةً و قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْمَعْرِفَةِ بِالْعَرَبِيَّةِ التِّرَةُ هُوَ الثَّأْرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Selawat ke atas Nabi dituntut secara umumnya pada bila-bila masa (kecuali keadaan yang menafikan adab dengan Baginda spt ketika melihat maksiat, qadha hajat dsb)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Sebahagian ulama menggariskan waktu-waktu yang lebih khusus untuk berselawat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dalam tasyahhud&lt;br /&gt;    * Dalam solat jenazah&lt;br /&gt;    * Pada hari Jumaat&lt;br /&gt;    * Sebelum berdoa dan selepas berdoa&lt;br /&gt;    * Ketika mengingati Baginda s.a.w. atau disebut namanya.&lt;br /&gt;    * Ketika azan&lt;br /&gt;    * Ketika memasuki dan keluar masjid&lt;br /&gt;    * Dipermulaan surat selepas basmalah dan tahmid&lt;br /&gt;    * Waktu pagi dan petang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mengambil berat mempelajari Sunnah Baginda serta mengkaji sirah, keperibadian, tingkahlaku, akhlak dan adab Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berhati-hati dalam meriwayatkan Hadis Baginda s.a.w. agar tidak berdusta dan menokok tambah, dan tidak pula menolak sesuatu hadis yang sabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ أَخْبَرَنَا الْأَوْزَاعِيُّ حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي كَبْشَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu ‘Ashim ad-Dhohhak bin Makhlad berbicara kepada kami, al-Auza’ie memberitahu kami, Hassan bin ‘Athiyyah berbicara kepada kami, daripada Abi Kabsyah, daripada ‘Abdullah bin ‘Amru,  bahawa Nabi s.a.w. bersabda: Sampaikan daripadaku walaupun satu ayat. Berbicaralah tentang bani Israil, tiada mengapa. Dan sesiapa yang berdusta terhadapku dengan sengaja, maka ambillah tempat duduknya daripada neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَدَّثَ عَنِّي حَدِيثًا يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَكْذَبُ الْكَاذِبِينَ (رواه أحمد)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Abdullah berbicara kepada kami, ‘Utsman bin Muhammad bin Abi syaibah berbicara kepadaku, Ibnu Fudhail berbicara kepada kami, daripada al-A’masy, daripada al-Hakam, daripada ‘Abdur Rahman bin Abi Laila, daripada ‘Ali r.a., beliau berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesiapa meriwayatkan suatu hadis daripadaku yang dilihatnya dusta, maka dia adalah pendusta yang paling kuat berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7811 – حدثنا محمد بن أحمد بن الوليد ، نا سعيد بن عمرو السكوني ، نا بقية بن الوليد ، عن محفوظ بن مسور ، عن محمد بن المنكدر ، عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من بلغه عني حديث فكذب به ، فقد كذب ثلاثة : الله ، ورسوله ، والذي حدث به » (رواه الطبراني، المعجم الأوسط)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Ahmad bin al-Walid berbicara kepada kami, Sa’id bin ‘Amru as-Sukuni berbicara kepada kami, Baqiyyah bin al-Walid berbicara kepada kami, daripada Mahfuzh bin Miswar, daripada Muhammad bin al-Munkadir, daripada Jabir, beliau berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesiapa yang sampai kepadanya hadis daripadaku, lalu dia mendustakannya, sesungguhnya dia berdusta kepada tiga: Allah, Rasul-Nya dan orang yang meriwayatkannya kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6040- حَدَّثَنَا بَكْرُ بن مُحَمَّدٍ الْقَزَّازُ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بن إِبْرَاهِيمَ بن غَالِبٍ السُّلَمِيُّ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بن عَبْدِ الرَّحْمَنِ بن عَبْدِ اللَّهِ أَبُو بَكْرٍ الْعَبْدِيُّ، عَنْ إِسْحَاقَ بن يُونُسَ بن سَعْدٍ، عَنْ هِلالٍ الْوَزَّانِ، عَنْ سَعِيدِ بن الْمُسَيِّبِ، عَنْ سَلْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ بَيْتًا فِي النَّارِ، وَمَنْ رَدَّ حَدِيثًا عَنِّي، فَلْيَتَبَوَّأْ بَيْتًا فِي النَّارِ، وَمَنْ رَدَّ حَدِيثًا بَلَغَهُ عَنِّي، فَأَنَا مُخاصِمُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِذَا بَلَغَكُمْ عَنِّي حَدِيثٌ وَلَمْ تَعْرِفُوهُ، فَقُولُوا: اللَّهُ أَعْلَمُ” . (المعجم الكبير للطبراني، ج6 ص76)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Mengamalkan sunnah Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ بَشِيرِ بْنِ ذَكْوَانَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي الْمُطَاعِ قَالَ سَمِعْتُ الْعِرْبَاضَ بْنَ سَارِيَةَ يَقُولُ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَعَظْتَنَا مَوْعِظَةَ مُوَدِّعٍ فَاعْهَدْ إِلَيْنَا بِعَهْدٍ فَقَالَ عَلَيْكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا وَسَتَرَوْنَ مِنْ بَعْدِي اخْتِلَافًا شَدِيدًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَالْأُمُورَ الْمُحْدَثَاتِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مَرْوَانَ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيِّ عَنْ كَثِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ هُوَ ابْنُ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالِ بْنِ الْحَارِثِ اعْلَمْ قَالَ مَا أَعْلَمُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اعْلَمْ يَا بِلَالُ قَالَ مَا أَعْلَمُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّهُ مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِي قَدْ أُمِيتَتْ بَعْدِي فَإِنَّ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلَ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ ابْتَدَعَ بِدْعَةَ ضَلَالَةٍ لَا تُرْضِي اللَّهَ وَرَسُولَهُ كَانَ عَلَيْهِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَوْزَارِ النَّاسِ شَيْئًا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ حَاتِمٍ الْأَنْصَارِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا بُنَيَّ إِنْ قَدَرْتَ أَنْ تُصْبِحَ وَتُمْسِيَ لَيْسَ فِي قَلْبِكَ غِشٌّ لِأَحَدٍ فَافْعَلْ ثُمَّ قَالَ لِي يَا بُنَيَّ وَذَلِكَ مِنْ سُنَّتِي وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ وَفِي الْحَدِيثِ قِصَّةٌ طَوِيلَةٌ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Memperjuangkan risalah Baginda s.a.w. dengan segala yang termampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Rasulullah pernah memperbetulkan salah faham sahabat yg melewatkan keluar perang kerana ingin solat zohor bersama Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15069 – حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ حَدَّثَنَا سَهْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ أَمَرَ أَصْحَابَهُ بِالْغَزْوِ وَأَنَّ رَجُلًا تَخَلَّفَ وَقَالَ لِأَهْلِهِ أَتَخَلَّفُ حَتَّى أُصَلِّيَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ ثُمَّ أُسَلِّمَ عَلَيْهِ وَأُوَدِّعَهُ فَيَدْعُوَ لِي بِدَعْوَةٍ تَكُونُ شَافِعَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَلَمَّا صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ الرَّجُلُ مُسَلِّمًا عَلَيْهِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرِي بِكَمْ سَبَقَكَ أَصْحَابُكَ قَالَ نَعَمْ سَبَقُونِي بِغَدْوَتِهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ سَبَقُوكَ بِأَبْعَدِ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقَيْنِ وَالْمَغْرِبَيْنِ فِي الْفَضِيلَةِ (رواه أحمد)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Mempertahankan Baginda s.a.w. dan menolak segala tuduhan musuh, dakwaan golongan batil dan bid’ah golongan ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ النَّضْرِ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ وَاللَّفْظُ لِعَبْدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ الْحَارِثِ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْمِسْوَرِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لَا يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنْ الْإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ (رواه مسلم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dakwaan batil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Dakwaan menolak hadis kerana berpegang dgn al-Quran semata-mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ جَابِرٍ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ الْكِنْدِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُوشِكُ الرَّجُلُ مُتَّكِئًا عَلَى أَرِيكَتِهِ يُحَدَّثُ بِحَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِي فَيَقُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ كِتَابُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَا وَجَدْنَا فِيهِ مِنْ حَلَالٍ اسْتَحْلَلْنَاهُ وَمَا وَجَدْنَا فِيهِ مِنْ حَرَامٍ حَرَّمْنَاهُ أَلَّا وَإِنَّ مَا حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ  (رواه الترمذي وأبو داود وابن ماجه والدارمي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mengasihi al-Quran dengan membaca, mentadabbur, prihatin, beradab, beramal dan menyeru manusia kepadanya.&lt;br /&gt;   2. وقال أبو عبيد أيضا: حدثنا حجاج عن إسرائيل عن أبي إسحاق عن عبد الرحمن بن يزيد عن عبد الله بن مسعود قال: لا يسأل عبد عن نفسه إلا القرآن، فإن كان يحب القرآن فإنه يحب الله ورسوله .(تفسير ابن كثير ج1/ص22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Memberi wala` (mengasihi, mendekati &amp; membantu) kepada golongan yang diberi wala` oleh Baginda s.a.w.. Memusuhi mereka yang dimusuhi Baginda. Redha akan perkara yang diredhai Baginda. Marah akan perkara yang dimurkai Baginda. Contoh, mengasihi golongan soleh dan mereka yang mempunyai hubungan dengan Baginda (keturunan, persemendaan, hijrah, persahabatan, umat Islam dll). Memarahi mereka yang melanggar atau mengabaikan sunnah Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ أَبِي رَائِطَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهَ اللَّهَ فِي أَصْحَابِي اللَّهَ اللَّهَ فِي أَصْحَابِي لَا تَتَّخِذُوهُمْ غَرَضًا بَعْدِي فَمَنْ أَحَبَّهُمْ فَبِحُبِّي أَحَبَّهُمْ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ فَبِبُغْضِي أَبْغَضَهُمْ وَمَنْ آذَاهُمْ فَقَدْ آذَانِي وَمَنْ آذَانِي فَقَدْ آذَى اللَّهَ وَمَنْ آذَى اللَّهَ يُوشِكُ أَنْ يَأْخُذَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان عمر رضي الله عنه يفرض لاسامة في العطاء خمسة آلاف، ولابنه عبد الله ألفين، فقال له عبد الله: فضلت علي أسامة وقد شهدت ما لم يشهد ! فقال: إن أسامة كان أحب إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم منك، وأباه كان أحب إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم من أبيك،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ففضل رضي الله عنه محبوب رسول الله صلى الله عليه وسلم على محبوبه.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وهكذا يجب أن يحب ما أحب رسول الله صلى الله عليه وسلم ويبغض من أبغض. (تفسير القرطبي ج14/ص 239)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh perlaksanaan terhadap perkara di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)     Kepatuhan kepada Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Menerima calon Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الإمام أحمد: حدثنا عبد الرزاق، أخبرنا مَعْمَر، عن ثابت البُنَاني، عن أنس قال: خطب النبي صلى الله عليه وسلم على جُلَيْبيب امرأة من الأنصار إلى أبيها، فقال: حتى أستأمر أمها. فقال النبي صلى الله عليه وسلم: فنعم إذًا. قال: فانطلق الرجل إلى امرأته، [فذكر ذلك لها] ، فقالت: لاها الله ذا ، ما وجد رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا جلَيبيبا، وقد منعناها من فلان وفلان؟ قال: والجارية في سترها تسمع. قال: فانطلق الرجل يريد أن يخبر النبي صلى الله عليه وسلم بذلك. فقالت الجارية: أتريدون أن تَرُدّوا على رسول الله صلى الله عليه وسلم أمره؟ إن كان قد رضيه لكم فأنكحوه. قال: فكأنها جَلَّت عن أبويها، وقالا صدقت. فذهب أبوها إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: إن كنت رضيته فقد رضيناه. قال: “فإني قد رضيته”. قال: فزوجها  ، (تفسير ابن كثير: ج6/ص422)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Hingga baju-baju mereka melekat di dinding-dinding rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي الْيَمَانِ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَبِي عَمْرِو بْنِ حِمَاسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ أَبِي أُسَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَهُوَ خَارِجٌ مِنْ الْمَسْجِدِ فَاخْتَلَطَ الرِّجَالُ مَعَ النِّسَاءِ فِي الطَّرِيقِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلنِّسَاءِ اسْتَأْخِرْنَ فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُقْنَ الطَّرِيقَ عَلَيْكُنَّ بِحَافَّاتِ الطَّرِيقِ فَكَانَتْ الْمَرْأَةُ تَلْتَصِقُ بِالْجِدَارِ حَتَّى إِنَّ ثَوْبَهَا لَيَتَعَلَّقُ بِالْجِدَارِ مِنْ لُصُوقِهَا بِهِ (رواه أبو داود)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Duduk di luar masjid kerana terdengar Nabi s.a.w. memerintah untuk duduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        37173 عن عبد الرحمن بن أبي ليلى أن عبد الله بن رواحة أتى النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم وهو يخطب فسمعه وهو يقول : اجلسوا فجلس مكانه خارجا من المسجد حتى فرغ النبي صلى الله عليه وسلم من خطبته ، فبلغ ذلك النبي صلى الله عليه وسلم فقال له : زادك الله حرصا على طواعية الله وطواعية رسوله (كر). (كنز العمال: ج13/ص451)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)    Beradab dengan Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبَرَنَا وَكِيعٌ أَخْبَرَنَا نَافِعُ بْنُ عُمَرَ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ كَادَ الْخَيِّرَانِ أَنْ يَهْلِكَا أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ لَمَّا قَدِمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفْدُ بَنِي تَمِيمٍ أَشَارَ أَحَدُهُمَا بِالْأَقْرَعِ بْنِ حَابِسٍ التَّمِيمِيِّ الْحَنْظَلِيِّ أَخِي بَنِي مُجَاشِعٍ وَأَشَارَ الْآخَرُ بِغَيْرِهِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ لِعُمَرَ إِنَّمَا أَرَدْتَ خِلَافِي فَقَالَ عُمَرُ مَا أَرَدْتُ خِلَافَكَ فَارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُهُمَا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَزَلَتْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ إِلَى قَوْلِهِ عَظِيمٌ قَالَ ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ ابْنُ الزُّبَيْرِ فَكَانَ عُمَرُ بَعْدُ وَلَمْ يَذْكُرْ ذَلِكَ عَنْ أَبِيهِ يَعْنِي أَبَا بَكْرٍ إِذَا حَدَّثَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَدِيثٍ حَدَّثَهُ كَأَخِي السِّرَارِ لَمْ يُسْمِعْهُ حَتَّى يَسْتَفْهِمَهُ   (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Muqatil berbicara kepada kami, Waki’ memberitahu kami, Nafi’ bin ‘Umar memberitahu kami, daripada Ibnu Abi Mulaikah, beliau berkata: Dua lelaki terbaik; Abu Bakar dan ‘Umar hampir-hampir binasa tatkala rombongan Bani Tamim dating menemui Nabi s.a.w.. Salah seorang daripada mereka berdua mencadangkan al-Aqra’ bin Habis at-Tamimi al-Hanzholi, saudara lelaki Bani Mujasyi’ (sebagai pemimpin rombongan) sedangkan seorang lagi mencadangkan orang lain. Lantas Abu Bakar berkata kepada ‘Umar: Kamu hanya ingin menyanggah aku. Lantas ‘Umar menjawab: Aku bukannya ingin menyanggahmu. Suara mereka berdua pun meninggi berhampiran Nabi s.a.w.. lalu turun ayat (yang bermaksud):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengangkat suara kamu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu menyaringkan suara (dengan lantang) semasa bercakap dengannya sebagaimana setengah kamu menyaringkan suaranya semasa bercakap dengan setengahnya yang lain. (Larangan yang demikian) supaya amal-amal kamu tidak hapus pahalanya, sedang kamu tidak menyedarinya. Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya semasa mereka berada di sisi Rasulullah (s.a.w), – merekalah orang-orang yang telah dibersihkan Allah hati mereka untuk bertaqwa; mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abi Mulaikah berkata: Ibnu az-Zubair berkata: – (tanpa menyatakan tentang datuknya iaitu Abu Bakar) -, ‘Umar selepas itu apabila beliau berbicara dengan Nabi s.a.w. dalam suatu perbualan, beliau berbicara seperti rakan berbisikkan rahsia. Beliau tidak memperdengarkan (suara) kepada Baginda sehingga Baginda bertanyakan beliau kembali (lantaran suaranya yang terlalu perlahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Tidak mengatakan “saya lebih besar daripada Rasulullah s.a.w.” kerana menjaga adab dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 15421- حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بن الْفَضْلِ الأَسْفَاطِيُّ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بن الْمُنْذِرِ الْحِزَامِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بن أَبِي ثَابِتٍ الزُّهْرِيُّ، عَنِ الزُّبَيْرِ بن مُوسَى، عَنْ أَبِي الْحُوَيْرِثِ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ الْمَلِكِ بن مَرْوَانَ، يَقُولُ لِقَبَاثِ بن أَشْيَمَ اللَّيْثِيِّ: يَا قَبَاثُ، أَنْتَ أَكْبَرُ أَمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟، فَقَالَ:”رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْبَرُ مِنِّي، وَأَنَا أَسَنُّ مِنْهُ، وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفِيلِ، وَتَنَبَّأَ عَلَى رَأْسِ أَرْبَعِينَ مِنَ الْفِيلِ”.(المعجم الكبير للطبراني)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Selepas setahun berdakwah di Madinah, Mush’ab bin ‘Umair pulang ke Mekah lalu beliau pertama-tamanya menemui Rasulullah s.a.w.. Mush’ab merupakan seorang anak yang amat berbakti kepada ibunya. Lantas Ibunya mengutus utusan memarahinya: Wahai anak derhaka, adakah kamu datang ke sebuah negeri yang aku ada di dalamnya, tetapi kamu tidak memulakan dengan diriku dahulu? Maka Mush’ab menjawab: Saya tidak akan memulakan dengan (bertemu) seseorang sebelum (bertemu) Rasulullah s.a.w.. [Taujihat Nabawiyah, Dr. Sayyid Nuh, 2/106]&lt;br /&gt;    * Semasa peristiwa al-Hudaibiyah , Rasulullah mengutus ‘Utsman bin ‘Affan r.a untuk berunding dengan Quraisy Mekah (kerana beliau disukai kalangan mereka). Mereka menawarkan kepada beliau untuk bertawaf di Baitullah. Lantas ‘Utsman menjawab: Aku tidak akan tawaf sebelum Rasulullah (melakukan tawaf).&lt;br /&gt;    * Dalam sebuah hadis riwayat Muslim yang panjang, ‘Amru bin al-‘Ash berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا كَانَ أَحَدٌ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا أَجَلَّ فِي عَيْنِي مِنْهُ وَمَا كُنْتُ أُطِيقُ أَنْ أَمْلَأَ عَيْنَيَّ مِنْهُ إِجْلَالًا لَهُ وَلَوْ سُئِلْتُ أَنْ أَصِفَهُ مَا أَطَقْتُ لِأَنِّي لَمْ أَكُنْ أَمْلَأُ عَيْنَيَّ مِنْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada seorang yang lebih aku kasihi berbanding Rasulullah s.a.w.. Dan tiada seorang yang lebih agung pada pandangan mataku berbanding Baginda. Aku tidak mampu menatapnya sepenuh mataku kerana memuliakannya. Kalau aku ditanya untuk menceritakan sifat-sifat Baginda, aku tidak mampu kerana aku tidak pernah menatapnya sepenuh mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)     Beradab dengan Rasulullah selepas kewafatan Baginda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan daripada Ibnu Humaid bahawa, Khalifah Abu Ja’far berdebat dengan Imam Malik di Masjid Nabi. Abu Ja’far meninggikan suaranya, lantas Malik berkata: Wahai Amir al-Mu`minin jangan meninggikan suara dalam masjid ini. Sesungguhnya Allah Ta’ala mendidik sekumpulan manusia seraya berfirman: “Janganlah kamu mengangkat suara kamu melebihi suara Nabi”, memuji sekumpulan manusia dengan berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya semasa mereka berada di sisi Rasulullah (s.a.w)”, dan mencela sekumpulan manusia dengan berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang memanggilmu dari luar bilik-bilik (tempat ahlimu, wahai Muhammad),”. Sesungguhnya kehormatan Baginda selepas mati seperti kehormatan Baginda ketika hidup. Abu Ja’far pun akur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d)    Beradab dgn hadis Rasul s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;570 – أخبرنا أبو عبد الله ، أخبرني أحمد بن سهل البخاري ، ثنا إبراهيم بن معقل ، ثنا حرملة ، ثنا ابن وهب ، حدثني مالك ، أن رجلا جاء إلى سعيد بن المسيب ، وهو مريض فسأله عن حديث ، وهو مضطجع فجلس فحدثه فقال له الرجل : وددت أنك لم تتعن فقال له : إني كرهت أن أحدثك عن رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا مضطجع (المدخل إلى السنن الكبرى للبيهقي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e)     Meneladani Nabi s.a.w. dan berpegang dengan sunnah Baginda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Tanggal selipar kerana Rasul menanggalkan selipar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي نَعَامَةَ السَّعْدِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِأَصْحَابِهِ إِذْ خَلَعَ نَعْلَيْهِ فَوَضَعَهُمَا عَنْ يَسَارِهِ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ الْقَوْمُ أَلْقَوْا نِعَالَهُمْ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ قَالَ مَا حَمَلَكُمْ عَلَى إِلْقَاءِ نِعَالِكُمْ قَالُوا رَأَيْنَاكَ أَلْقَيْتَ نَعْلَيْكَ فَأَلْقَيْنَا نِعَالَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ جِبْرِيلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَانِي فَأَخْبَرَنِي أَنَّ فِيهِمَا قَذَرًا أَوْ قَالَ أَذًى وَقَالَ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلْيَنْظُرْ فَإِنْ رَأَى فِي نَعْلَيْهِ قَذَرًا أَوْ أَذًى فَلْيَمْسَحْهُ وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا (رواه أبو داود)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Cincin emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ اتَّخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَاتَّخَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَ مِنْ ذَهَبٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي اتَّخَذْتُ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ فَنَبَذَهُ وَقَالَ إِنِّي لَنْ أَلْبَسَهُ أَبَدًا فَنَبَذَ النَّاسُ خَوَاتِيمَهُمْ  (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Rukuk sebelum sempat masuk saf krn tidak mahu terlepas rukuk dgn Nabi s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ الْأَعْلَمِ وَهُوَ زِيَادٌ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّهُ انْتَهَى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ رَاكِعٌ فَرَكَعَ قَبْلَ أَنْ يَصِلَ إِلَى الصَّفِّ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ زَادَكَ اللَّهُ حِرْصًا وَلَا تَعُدْ (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا زِيَادٌ الْأَعْلَمُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّهُ جَاءَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاكِعٌ فَرَكَعَ دُونَ الصَّفِّ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّفِّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ هَذَا الَّذِي رَكَعَ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّفِّ فَقَالَ أَبُو بَكْرَةَ أَنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَادَكَ اللَّهُ حِرْصًا وَلَا تَعُدْ  (رواه أحمد)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Melaksanakan amalan Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ فَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلَام ابْنَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَتْ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَقْسِمَ لَهَا مِيرَاثَهَا مِمَّا تَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْهِ فَقَالَ لَهَا أَبُو بَكْرٍ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ فَغَضِبَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَجَرَتْ أَبَا بَكْرٍ فَلَمْ تَزَلْ مُهَاجِرَتَهُ حَتَّى تُوُفِّيَتْ وَعَاشَتْ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ قَالَتْ وَكَانَتْ فَاطِمَةُ تَسْأَلُ أَبَا بَكْرٍ نَصِيبَهَا مِمَّا تَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ خَيْبَرَ وَفَدَكٍ وَصَدَقَتَهُ بِالْمَدِينَةِ فَأَبَى أَبُو بَكْرٍ عَلَيْهَا ذَلِكَ وَقَالَ لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ فَإِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيغَ فَأَمَّا صَدَقَتُهُ بِالْمَدِينَةِ فَدَفَعَهَا عُمَرُ إِلَى عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ وَأَمَّا خَيْبَرُ وَفَدَكٌ فَأَمْسَكَهَا عُمَرُ وَقَالَ هُمَا صَدَقَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتَا لِحُقُوقِهِ الَّتِي تَعْرُوهُ وَنَوَائِبِهِ وَأَمْرُهُمَا إِلَى مَنْ وَلِيَ الْأَمْرَ قَالَ فَهُمَا عَلَى ذَلِكَ إِلَى الْيَوْمِ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ اعْتَرَاكَ افْتَعَلْتَ مِنْ عَرَوْتُهُ فَأَصَبْتُهُ وَمِنْهُ يَعْرُوهُ وَاعْتَرَانِي  (البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Ketawa kerana ketawa Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ فَهْوَ يَمْشِي مَرَّةً وَيَكْبُو مَرَّةً وَتَسْفَعُهُ النَّارُ مَرَّةً فَإِذَا مَا جَاوَزَهَا الْتَفَتَ إِلَيْهَا فَقَالَ تَبَارَكَ الَّذِي نَجَّانِي مِنْكِ لَقَدْ أَعْطَانِي اللَّهُ شَيْئًا مَا أَعْطَاهُ أَحَدًا مِنْ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ فَتُرْفَعُ لَهُ شَجَرَةٌ فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ أَدْنِنِي مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ فَلِأَسْتَظِلَّ بِظِلِّهَا وَأَشْرَبَ مِنْ مَائِهَا فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لَعَلِّي إِنَّ أَعْطَيْتُكَهَا سَأَلْتَنِي غَيْرَهَا فَيَقُولُ لَا يَا رَبِّ وَيُعَاهِدُهُ أَنْ لَا يَسْأَلَهُ غَيْرَهَا وَرَبُّهُ يَعْذِرُهُ لِأَنَّهُ يَرَى مَا لَا صَبْرَ لَهُ عَلَيْهِ فَيُدْنِيهِ مِنْهَا فَيَسْتَظِلُّ بِظِلِّهَا وَيَشْرَبُ مِنْ مَائِهَا ثُمَّ تُرْفَعُ لَهُ شَجَرَةٌ هِيَ أَحْسَنُ مِنْ الْأُولَى فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ أَدْنِنِي مِنْ هَذِهِ لِأَشْرَبَ مِنْ مَائِهَا وَأَسْتَظِلَّ بِظِلِّهَا لَا أَسْأَلُكَ غَيْرَهَا فَيَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ أَلَمْ تُعَاهِدْنِي أَنْ لَا تَسْأَلَنِي غَيْرَهَا فَيَقُولُ لَعَلِّي إِنْ أَدْنَيْتُكَ مِنْهَا تَسْأَلُنِي غَيْرَهَا فَيُعَاهِدُهُ أَنْ لَا يَسْأَلَهُ غَيْرَهَا وَرَبُّهُ يَعْذِرُهُ لِأَنَّهُ يَرَى مَا لَا صَبْرَ لَهُ عَلَيْهِ فَيُدْنِيهِ مِنْهَا فَيَسْتَظِلُّ بِظِلِّهَا وَيَشْرَبُ مِنْ مَائِهَا ثُمَّ تُرْفَعُ لَهُ شَجَرَةٌ عِنْدَ بَابِ الْجَنَّةِ هِيَ أَحْسَنُ مِنْ الْأُولَيَيْنِ فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ أَدْنِنِي مِنْ هَذِهِ لِأَسْتَظِلَّ بِظِلِّهَا وَأَشْرَبَ مِنْ مَائِهَا لَا أَسْأَلُكَ غَيْرَهَا فَيَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ أَلَمْ تُعَاهِدْنِي أَنْ لَا تَسْأَلَنِي غَيْرَهَا قَالَ بَلَى يَا رَبِّ هَذِهِ لَا أَسْأَلُكَ غَيْرَهَا وَرَبُّهُ يَعْذِرُهُ لِأَنَّهُ يَرَى مَا لَا صَبْرَ لَهُ عَلَيْهَا فَيُدْنِيهِ مِنْهَا فَإِذَا أَدْنَاهُ مِنْهَا فَيَسْمَعُ أَصْوَاتَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ أَدْخِلْنِيهَا فَيَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ مَا يَصْرِينِي مِنْكَ أَيُرْضِيكَ أَنْ أُعْطِيَكَ الدُّنْيَا وَمِثْلَهَا مَعَهَا قَالَ يَا رَبِّ أَتَسْتَهْزِئُ مِنِّي وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ فَضَحِكَ ابْنُ مَسْعُودٍ فَقَالَ أَلَا تَسْأَلُونِي مِمَّ أَضْحَكُ فَقَالُوا مِمَّ تَضْحَكُ قَالَ هَكَذَا ضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا مِمَّ تَضْحَكُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مِنْ ضِحْكِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حِينَ قَالَ أَتَسْتَهْزِئُ مِنِّي وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ فَيَقُولُ إِنِّي لَا أَسْتَهْزِئُ مِنْكَ وَلَكِنِّي عَلَى مَا أَشَاءُ قَادِرٌ (رواه مسلم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Pendirian imam-imam fiqh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        398 – أنا محمد بن أحمد بن رزق ، أنا عثمان بن أحمد الدقاق ، نا محمد بن إسماعيل الرقي ، أنا الربيع بن سليمان ، قال : سمعت الشافعي ، وسأله ، رجل عن مسألة ، فقال : يروى فيها كذا وكذا عن النبي صلى الله عليه وسلم ، فقال له السائل : يا أبا عبد الله تقول به ؟ فرأيت الشافعي أرعد (1) وانتقص ، فقال : « يا هذا ، أي أرض تقلني (2) ، وأي سماء تظلني ، إذا رويت عن النبي صلى الله عليه وسلم حديثا فلم أقل به ؟ نعم على السمع والبصر ، نعم على السمع والبصر » (الفقيه والمتفقه، الحطيب البغدادي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        حدثنا محمد بن علي بن حبيش، حدثنا الحسن بن علي الجصاص، قال: سمعت الربيع بن سليمان يقول: سأل رجل الشافعي عن حديث النبي صلى الله عليه وسلم فقال له الرجل: فما تقول؟ فارتعد وانتفض وقال: أي سماء تظلني وأي أرض تقلني إذا رويت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم وقلت بغيره. )حلية الأولياء(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        حدثنا الحسن بن سعيد، حدثنا زكريا الساجي، قال: سمعت الزعفراني يحدث، عن الشافعي قال: إذا وجدتم لرسول الله صلى الله عليه وسلم سنة فاتبعوها ولا تلتفتوا إلى قول أحد. (حلية الأولياء)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        حدثنا الحسن بن سعيد، حدثنا زكريا الساجي، قال: سمعت الربيع ابن سليمان يقول: سمعت الشافعي يقول: إذا صح الحديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم فهو أولى أن يؤخذ به من غيره. (حلية الأولياء)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        1 – الشافعي: ( ما من أحد إلا وتذهب عليه سنة لرسول الله صلى الله عليه وسلم وتعزب عنه فمهما قلت من قول أو أصلت من أصل فيه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم لخلاف ما قلت فالقول ما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو قولي ) . ( تاريخ دمشق لابن عساكر 15 / 1 / 3 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         2 – الشافعي: ( أجمع المسلمون على أن من استبان له سنة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم لم يحل له أن يدعها لقول أحد ) . ( الفلاني ص 68 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         3 – الشافعي: ( إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعوا ما قلت ) . ( وفي رواية ( فاتبعوها ولا تلتفتوا إلى قول أحد ) . ( النووي في المجموع 1 / 63 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         4 – الشافعي: ( إذا صح الحديث فهو مذهبي ) . ( النووي 1 / 63 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        الإمام مالك بن أنس رحمه الله قال :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         1 – ( إنما أنا بشر أخطئ وأصيب فانظروا في رأيي فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه ) . ( ابن عبد البر في الجامع 2 / 32 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendirian imam-imam tasawuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        قال الداراني : ربما وقع في قلبي نكتة من نكت القوم أياما فلا أقبل إلا بشاهدين عدلين الكتاب والسنة (فيض القدير،ج6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        وقال الجنيد : الطرق كلها مسدودة عن الخلق إلا على من اقتفى أثر المصطفى صلى الله عليه وسلم (فيض القدير،ج6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        قال سهل بن عبد الله التستري: أصول مذهبنا ثلاث : أكل الحلال ، والاقتداء بالرسول صلى الله عليه وسلم في الأخلاق والأفعال ، وإخلاص النية في جميع الأعمال .(تفسير التستري: (ج2/ص 135)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f)      Mencintai Baginda s.a.w. mengatasi kecintaan kepada mana-mana makhluk atau kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Zaid bin ad-Datsinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأما زيد بن الدثنة فابتاعه صفوان بن أمية ليقتله بأبيه أمية بن خلف فبعثه مع مولى له يسمى نسطاس إلى التنعيم ليقتله بأبيه واجتمع رهط من قريش فيهم أبو سفيان بن حرب فقال له أبو سفيان حين قدم ليقتل: أنشدك الله يا زيد أتحب أن محمدا عندنا الآن بمكانك نضرب عنقه وإنك في أهلك؟ فقال: والله ما أحب أن محمدا صلى الله عليه وسلم الآن في مكانه الذي هو فيه يصيبه شوكة تؤذيه وأنا جالس في أهلي. فقال أبو سفيان: ما رأيت من الناس أحدا يحب أحدا كحب أصحاب محمد محمدا.  (تفسير البغوي ج1/ص238)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Abu khaitsamah yg kelewatan dlm perang Tabuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثم إن أبا خيثمة رجع – بعد أن سار رسول الله صلى الله عليه وسلم أياماً – إلى أهله في يوم حار ، فوجد امرأتين له في عريشين لهما في حائطه ( أي في حديقته ) قد رشت كل واحدة منهما عريشها ، وبردت له فيه ماء . وهيأت له فيه طعاماً . فلما دخل قام على باب العريش ، فنظر إلى امرأتيه وما صنعتا له ، فقال : رسول الله – صلى الله عليه وسلم – في الضحَّ ( أي الشمس ) والريح والحر ، وأبو خيثمة في ظل بارد وطعام مهيأ وامرأة حسناء في ماله مقيم؟! ما هذا بالنصف! ثم قال : والله لا أدخل عريش واحدة منكما حتى ألحق برسول الله – صلى الله عليه وسلم – فهيئا لي زاداً . ففعلتا . ثم قدم ناضحة فارتحله ، ثم خرج في طلب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – حتى أدركه حين نزل تبوك . .  (تفسير في ظلال القرآن)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g)     Mengasihi orang yang dikasihi Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ الْكِلَابِيُّ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعُمَرَ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى أُمِّ أَيْمَنَ نَزُورُهَا كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزُورُهَا فَلَمَّا انْتَهَيْنَا إِلَيْهَا بَكَتْ فَقَالَا لَهَا مَا يُبْكِيكِ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ مَا أَبْكِي أَنْ لَا أَكُونَ أَعْلَمُ أَنَّ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنْ أَبْكِي أَنَّ الْوَحْيَ قَدْ انْقَطَعَ مِنْ السَّمَاءِ فَهَيَّجَتْهُمَا عَلَى الْبُكَاءِ فَجَعَلَا يَبْكِيَانِ مَعَهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h)    Memusuhi musuh Baginda s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Pembunuhan Abu Jahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ الْمَاجِشُونِ عَنْ صَالِحِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّهُ قَالَ بَيْنَا أَنَا وَاقِفٌ فِي الصَّفِّ يَوْمَ بَدْرٍ نَظَرْتُ عَنْ يَمِينِي وَشِمَالِي فَإِذَا أَنَا بَيْنَ غُلَامَيْنِ مِنْ الْأَنْصَارِ حَدِيثَةٍ أَسْنَانُهُمَا تَمَنَّيْتُ لَوْ كُنْتُ بَيْنَ أَضْلَعَ مِنْهُمَا فَغَمَزَنِي أَحَدُهُمَا فَقَالَ يَا عَمِّ هَلْ تَعْرِفُ أَبَا جَهْلٍ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ وَمَا حَاجَتُكَ إِلَيْهِ يَا ابْنَ أَخِي قَالَ أُخْبِرْتُ أَنَّهُ يَسُبُّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَئِنْ رَأَيْتُهُ لَا يُفَارِقُ سَوَادِي سَوَادَهُ حَتَّى يَمُوتَ الْأَعْجَلُ مِنَّا قَالَ فَتَعَجَّبْتُ لِذَلِكَ فَغَمَزَنِي الْآخَرُ فَقَالَ مِثْلَهَا قَالَ فَلَمْ أَنْشَبْ أَنْ نَظَرْتُ إِلَى أَبِي جَهْلٍ يَزُولُ فِي النَّاسِ فَقُلْتُ أَلَا تَرَيَانِ هَذَا صَاحِبُكُمَا الَّذِي تَسْأَلَانِ عَنْهُ قَالَ فَابْتَدَرَاهُ فَضَرَبَاهُ بِسَيْفَيْهِمَا حَتَّى قَتَلَاهُ ثُمَّ انْصَرَفَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَاهُ فَقَالَ أَيُّكُمَا قَتَلَهُ فَقَالَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا أَنَا قَتَلْتُ فَقَالَ هَلْ مَسَحْتُمَا سَيْفَيْكُمَا قَالَا لَا فَنَظَرَ فِي السَّيْفَيْنِ فَقَالَ كِلَاكُمَا قَتَلَهُ وَقَضَى بِسَلَبِهِ لِمُعَاذِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ وَالرَّجُلَانِ مُعَاذُ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ وَمُعَاذُ بْنُ عَفْرَاءَ (رواه مسلم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Layanan kepada Abu Sufyan setelah Quraisy melanggar perjanjian Hudaibiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-        ثم خرج أبو سفيان حتى قدم على رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة فدخل على ابنته أم حبيبة بنت أبي سفيان ، فلما ذهب ليجلس على فراش رسول الله صلى الله عليه وسلم طوته عنه فقال : أي بنية أرغبت بي عن هذا الفراش أم رغبت به عني فقالت بل هو فراش رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وأنت رجل مشرك نجس لم أحب أن تجلس على فراش رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : والله لقد أصابك يا بنية بعدي شر ، ثم خرج حتى أتى رسول الله صلى الله عليه وسلم فكلمه ، فلم يرد عليه شيئاً ، ثم ذهب إلى أبي بكر ، فكلمه أن يكلم له رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : ما أنا بفاعل ، ثم أتى عمر بن الخطاب ، فكلمه فقال انا لا أشفع لك إلى النبي صلى الله عليه وسلم . فوالله لو لم أجد إلا الذر لجاهدتكم به ، ثم خرج فدخل على علي بن أبي طالب ، وعنده فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم وعندها الحسن بن علي غلاماً يدب بين يديها فقال : يا علي إنك أمس القوم بي رحماً ، وأقربهم مني قرابة ، وقد جئت في حاجة فلا أرجعن كما جئت خائباً ، فاشفع لي إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : ويحك يا أبا سفيان لقد أرى عزم رسول الله صلى الله عليه وسلم على أمر ما نستطيع أن نكلمه فيه . فالتفت إلى فاطمة وقال : يا بنت محمد هل لك أن تأمري بنيك هذا فيجير بين الناس فيكون سيد العرب إلى آخر الدهر . فقالت : والله ما بلغ بني أن يجير بين الناس ، وما يجير أحد على رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : يا أبا الحسن إني أرى الأمور قد اشتدت عليّ ، فانصحني قال والله لا أعلم شيئاً يغني عنك ، ولكنك سيد بني كنانة ، فقم فأجر بين الناس ثم الحق بأرضك قال : وترى ذلك مغنياً عني شيئاً قال لا والله ما أظن ذلك ولكن لا أجد لك غير ذلك . فقام أبو سفيان في المسجد ، فقال أيها الناس إني قد أجرت بين الناس ، ثم ركب بعيره ، فانطلق فلما قدم على قريش قالوا ما رواءك قال : جئت محمداً فكلمته فوالله ما رد علي شيئاً ثم جئت ابن أبي قحافة ، فلم أجد عنده خيراً ، ثم جئت ابن الخطاب فوجدته أعدى القوم ، ثم أتيت علي بن أبي طالب فوجدته ألين القوم وقد أشار عليّ بشيء صنعته فوالله ما أدري هل يغني ذلك شيئاً أم لا قالوا : وما ذاك قال أمرني أن أجير بين الناس ، ففعلت قالوا فهل أجاز ذلك محمد قال لا قالوا ويلك والله ما زاد على أن لعب بك فما يغني عنك ما قلت قال لا والله ما وجدت غير ذلك.  (تفسير الخازن: ج 6/ص321)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i)       Berkhidmat dan memperjuangkan risalah Baginda s.a.w. dengan segala yang termampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Mushab bin Umair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروي عن عمر رضي الله عنه قال: نظر النبي صلى الله عليه وسلم إلى مصعب بن عمير مقبلا وعليه إهاب كبش قد تنطق به، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “انظروا إلى هذا الذي قد نوّر الله قلبه لقد رأيته بين أبويه يغذيانه بأطيب الطعام والشراب، ولقد رأيت عليه حلّة شراها، أو شريت له، بمائتي درهم، فدعاه حبُّ الله ورسوله إلى ما ترونه” (أخرجه أبو نعيم في الحلية: 1 / 108 بإسناد حسن، وانظر: المغني عن حمل الأسفار للعراقي 4 / 287)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Ghumaisho` binti Milhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6153 – حدثنا محمد بن عمران الناقط البصري قال : نا مسلم بن حاتم الأنصاري قال : نا محمد بن عبد الله الأنصاري ، عن أبيه ، عن علي بن زيد ، عن سعيد بن المسيب قال : قال أنس بن مالك : قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة ، وأنا يومئذ ابن ثمان سنين ، فذهبت بي أمي إليه ، فقالت : يا رسول الله إن رجال الأنصار ، ونساءهم قد أتحفوك غيري ، وإني لم أجد ما أتحفك به إلا بني هذا ، فاقبله مني يخدمك ما بدا لك قال : « فخدمت رسول الله صلى الله عليه وسلم ، عشر سنين ، فلم يضربني ضربة ، ولم يسبني ، ولم يعبس في وجهي » (المعجم الأوسط للطبراني ج 13/ص231)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j)       Mempertahankan Baginda s.a.w. termasuk menolak segala tuduhan musuh, dakwaan golongan batil dan tokok tambah (bid’ah) golongan ekstrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Az-Zubair bin al-Awwam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;545 – حدثنا محمد بن علي بن حبيش قال : ثنا أحمد بن يحيى الحلواني قال : ثنا أحمد بن يونس ثنا حماد بن سلمة ، عن علي بن زيد ، عن سعيد بن المسيب أن أول من سل سيفه في سبيل الله الزبير بن العوام قال : وكان في شعب البطائح فسمع نغمة أن النبي صلى الله عليه وسلم قتل فأخذ السيف فخرج عريانا في يده السيف صلتا ، فلقيه رسول الله صلى الله عليه وسلم كفة كفة فقال : ما لك ؟ قال : سمعت أنك قتلت قال : فما كنت صانعا ؟ قال : أردت أن أستعرض أهل مكة قال النبي صلى الله عليه وسلم : صلى الله عليك وعلى سيفك . وفي حديث آخر : لكل نبي حواري ، وحواريي الزبير (دلائل النبوة لأبي نعيم الأصبهاني، ج2/ص191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-         Abu Tolhah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ انْهَزَمَ النَّاسُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو طَلْحَةَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُجَوِّبٌ بِهِ عَلَيْهِ بِحَجَفَةٍ لَهُ وَكَانَ أَبُو طَلْحَةَ رَجُلًا رَامِيًا شَدِيدَ الْقِدِّ يَكْسِرُ يَوْمَئِذٍ قَوْسَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا وَكَانَ الرَّجُلُ يَمُرُّ مَعَهُ الْجَعْبَةُ مِنْ النَّبْلِ فَيَقُولُ انْشُرْهَا لِأَبِي طَلْحَةَ فَأَشْرَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَى الْقَوْمِ فَيَقُولُ أَبُو طَلْحَةَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي لَا تُشْرِفْ يُصِيبُكَ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ الْقَوْمِ نَحْرِي دُونَ نَحْرِكَ وَلَقَدْ رَأَيْتُ عَائِشَةَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ وَأُمَّ سُلَيْمٍ وَإِنَّهُمَا لَمُشَمِّرَتَانِ أَرَى خَدَمَ سُوقِهِمَا تُنْقِزَانِ الْقِرَبَ عَلَى مُتُونِهِمَا تُفْرِغَانِهِ فِي أَفْوَاهِ الْقَوْمِ ثُمَّ تَرْجِعَانِ فَتَمْلَآَنِهَا ثُمَّ تَجِيئَانِ فَتُفْرِغَانِهِ فِي أَفْوَاهِ الْقَوْمِ وَلَقَدْ وَقَعَ السَّيْفُ مِنْ يَدَيْ أَبِي طَلْحَةَ إِمَّا مَرَّتَيْنِ وَإِمَّا ثَلَاثًا (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWAS!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Dalam kesungguhan menghayati sunnah Rasulullah s.a.w. pada hari ini, sebahagian daripada umat Islam bertindak merujuk langsung kepada al-Quran dan Sunnah kerana inginkan keaslian sunnah. Malangnya hasrat murni ini dibuat tanpa disiplin ilmu yang sewajarnya dan kelayakan yang diperlukan, tidak merujuk kepada ulama bahkan sebahagiannya menyalah dan membid’ahkan ulama dengan alasan pandangan ulama berkenaan bertentangan dengan dalil hadis dan al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh kedapatan seorang ustaz di ibu kota menyalahkan umat Islam yang berterawih dua rakaat satu salam berhujahkan sebuah hadis al-Bukhari yang meriwayatkan Rasulullah bersembahyang terawih 4 rakaat 4 rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ قَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ قَالَ تَنَامُ عَيْنِي وَلَا يَنَامُ قَلْبِي  (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah malangnya, tidakkah beliau merujuk huraian ulama terhadap hadis ini??!! Bagaimana ulama menyimpulkan solat terawih dua rakaat satu salam bukannya 4 rakaat satu salam. Sesungguhnya ulama mujtahid tidak mengistinbatkan hukum dengan hanya memakai satu hadis bahkan mengumpulkan segala dalil berkaitan sama ada daripada al-Quran, hadis, ijma’ dll sebelum mengistinbatkan sesuatu hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perkara yang perlu dijelaskan di sini, terdapat dua aliran utama atau metodologi dalam mengistinbatkan hukum daripada dalil iaitu yang dinamakan sebagai madrasah ahli hadis dan madrasah ahli ra`yi. Terdapat kekeliruan pada hari ini yang menganggap hanya madrasah ahli hadis menepati sunnah sementara madrasah ahli ra`yi adalah sebaliknya. Mungkin salah faham ini timbul kerana merujuk hanya kepada nama madrasah ini sahaja. Padahal kedua-dua madrasah ini menepati sunnah dan mempunyai susur galurnya hingga ke zaman Rasulullah s.a.w. yang diperakui oleh Baginda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merujuk kepada satu peristiwa dalam peperangan Bani Quraizoh berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ قَالَ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنَا لَمَّا رَجَعَ مِنْ الْأَحْزَابِ لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ فَأَدْرَكَ بَعْضَهُمْ الْعَصْرُ فِي الطَّرِيقِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا نُصَلِّي حَتَّى نَأْتِيَهَا وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ نُصَلِّي لَمْ يُرَدْ مِنَّا ذَلِكَ فَذُكِرَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُعَنِّفْ وَاحِدًا مِنْهُمْ. (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. melarang para Sahabatnya daripada bersembahyang Asar kecuali setelah sampai ke perkampungan Bani Quroizoh. Namun di tengah jalan, waktu Asar telah masuk. Sebahagian mereka berpegang kepada zahir hadis, lalu tidak bersembahyang Asar sehinggalah mereka sampai ke perkampungan itu. Sebahagian mereka pula berpegang kepada maksud hadis. Mereka berkata, bukan itu yang dikehendaki Nabi s.a.w. (jangan bersembahyang Asar), bahkan ada tujuan lain arahan itu dikeluarkan iaitu agar mereka segera sampai ke perkampungan Bani Quroizoh. Oleh itu, mereka bersembahyang Asar di pertengahan jalan. Pada zahirnya, mereka melanggar perintah Nabi s.a.w., tetapi apabila perkara itu disampaikan kepada Nabi s.a.w., Baginda memperakui kedua-dua tindakan para Sahabat ini. Baginda tidak menegur sesiapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa lebih mudah, dua aliran ini ialah aliran yang berpegang kepada zahir nas dan aliran yang berpegang kepada maksud/kehendak nas. Kedua-dua aliran ini adalah sunnah kerana diperakui oleh Baginda s.a.w. sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hairanlah apabila Saidina Umar hanya mengagihkan zakat kepada 7 golongan sahaja dengan mengecualikan golongan muallaf qulubuhum (zahirnya bersalahan dengan nas al-Quran yang menggariskan 8 golongan penerima zakat), tiada mana-mana sahabat pun membangkang mengatakan beliau melanggar nas al-Quran. Begitu juga apabila ‘Umar tidak mengagihkan tanah-tanah negara Iraq yang menjadi ghanimah kepada tentera muslimin, padahal amalan Nabi s.a.w. dan Khalifah Abu Bakar, 4/5 harta ghanimah akan dibahagi-bahagikan kepada tentera yang berperang (sebagaimana keterangan al-Quran). Umar juga tidak memotong tangan orang mencuri semasa zaman kebuluran, padahal nas al-Quran memerintahkan supaya pencuri dipotong tangan dll. Contoh-contoh lain juga banyak terdapat di zaman Utsman dan Ali r.anhuma dan zaman-zaman selepas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apabila menemui sesuatu fatwa ulama yang zahirnya bertentangan dengan zahir nas al-Quran atau Hadis, jangan terburu-buru mengatakan ulama itu telah menyeleweng dan sesat. Jika mereka tersilap sekalipun, Rasulullah memberitahu kita, mereka tetap beroleh satu pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya menjadi satu bid’ah pula untuk kita menghimpunkan umat kepada satu pendapat sahaja dalam perkara furu’ dengan menyalahkan pendapat ulama lain sekalipun dengan alasan berpegang kepada sunnah. Kerana sunnah sendiri membenarkan perselisihan pendapat dalam perkara furu’ dan tidak qoth’ie, tiba-tiba kita mahu supaya umat bersatu dengan satu pendapat ulama sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebagai peringatan juga, fatwa ulama mujtahid yang zahirnya bertentangan dengan zahir nas ini tidak boleh disamakan sama sekali dengan pandangan membabi buta golongan Liberal pada hari ini. Para ulama mujtahid mengeluarkan fatwa berpandukan disiplin ilmu syara’ yang dipanggil Qawaid Usuliyyah sedangkan golongan liberal menghuraikan nas sesuka hati mengikut nafsu akal yang cetek semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Dalam meneladani Rasulullah pula, kita juga boleh menyimpulkan terdapat dua aliran utama.&lt;br /&gt;         1. Aliran yang meneladani apa jua yang dilakukan Rasulullah. kecuali perkara khususiah (amalan yang hanya dikhususkan kepada Rasulullah shj dan ditegah untuk melakukannya) spt poligami melebihi empat orang, berpuasa tanpa berbuka dll. Contoh aliran ini ialah sebagaimana praktik ibnu ‘Umar dan anaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ يَعْنِي ابْنَ حُسَيْنٍ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ كُنَّا مَعَ ابْنِ عُمَرَ فِي سَفَرٍ فَمَرَّ بِمَكَانٍ فَحَادَ عَنْهُ فَسُئِلَ لِمَ فَعَلْتَ فَقَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ هَذَا فَفَعَلْتُ (رواه أحمد)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sila lihat komentar Ibnu Rajab dalam kitabnya Fathul Bari berkenaan praktik Abdullah bin ‘Umar dan anaknya Salim yang menjejaki lokasi solat Baginda s.a.w.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;483- ثنا محمد بن بكر المقدمي : ثنا فضيل بن سليمان : ثنا موسى بن عقبة ، قال : رأيت سالم بن عبد الله يتحرى أماكن من الطريق فيصلي فيها ، ويحدث أن أباه كان يصلي فيها ، وأنه رأى النبي – صلى الله عليه وسلم – يصلي في تلك الأمكنة .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وحدثني نافع ، عن ابن عمر ، أنه كان يصلي في تلك الأمكنة .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وسألت سالما ، ولا أعلمه إلا وافق نافعا في الأمكنة كلها ، إلا أنهما اختلفا في مسجد بشرف الروحاء .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قد ذكرنا فيما سبق في ((باب : اتخاذ المساجد في البيوت)) حكم أتباع آثار النبي – صلى الله عليه وسلم – ، والصلاة في مواضع صلاته ، وأن ابن عمر كان يفعل ذلك ، وكذلك ابنه سالم .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقد رخص أحمد في ذلك على ما فعله ابن عمر ، وكره ما أحدثه الناس بعد ذلك من الغلو والإفراط ، والأشياء المحدثة التي لا أصل لها في الشريعة .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقد كان ابن عمر مشهورا بتتبع آثار النبي – صلى الله عليه وسلم – ، ومن ذلك صلاته في المواضع التي كان يصلي فيها .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وهي على نوعين :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أحدهما : ما كان النبي – صلى الله عليه وسلم – يقصده للصلاة فيه ، كمسجد قباء ، ويأتي ذكره في موضعه من ((الكتاب)) – إن شاء الله تعالى .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والثاني : ما صلى فيه النبي – صلى الله عليه وسلم – اتفاقا لإدراك الصلاة له عنده ، فهذا هو الذي اختص ابن عمر بأتباعه .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقد روى ابن سعد : أنا معن بن عيسى : ثنا عبد الله بن المؤمل ، عن عبد الله بن أبي مليكة ، عن عائشة ، قالت : ما كان أحد يتبع آثار النبي – صلى الله عليه وسلم – في منازله ، كما كان ابن عمر يتبعه .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروى أبو نعيم من رواية خارجة بن مصعب ، عن موسى بن عقبة ، عن نافع ، قال : لو نظرت إلى ابن عمر إذا اتبع أثر النبي – صلى الله عليه وسلم – لقلت : هذا مجنون .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن طريق عاصم الأحول ، عمن حدثه ، قال : كان ابن عمر إذا رآه أحد ظن أن به شيئا من تتبعه آثار النبي – صلى الله عليه وسلم – .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن طريق أبي مودود ، عن نافع ، عن ابن عمر ، أنه كان في طريق مكة يقود برأس راحلته يثنيها ، ويقول : لعل خفا يقع على خف – يعني : خف راحلة النبي- صلى الله عليه وسلم – .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والمسجد الذي وقع فيه الاختلاف بشرف الروحاء ، والروحاء من الفرع ، بينها وبين المدينة مرحلتان ، يقال : بينهما أربعون ميلا ، وقيل ثلاثون ميلا .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وفي ((صحيح مسلم)) : بينهما ستة وثلاثون ميلا .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يقال : أنه نزل بها تبع حين رجع من قتال أهل المدينة يريد مكة، فأقام بها وأراح ، فسماها : الروحاء .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقيل : إن بها قبر مضر بن نزار .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقد روى الزبير بن بكار بإسناد له ، عن ابن عمر ، أن النبي – صلى الله عليه وسلم – : صلى بشرف الروحاء ، عن يمين الطريق وأنت ذاهب إلى مكة ، وعن يسارها وأنت مقبل من مكة .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ودون هذا الشرف الذي به هذا المسجد موضع يقال له : ((السيالة)) ، ضبطها صاحب ((معجم البلدان)) بتخفيف الياء ، كان قرية مسكونة بعد النبي – صلى الله عليه وسلم – ، وبها آثار البناء والأسواق ، وآخرها شرف الروحاء ، والمسجد المذكور عنده قبور عتيقة ، كانت مدفن أهل السيالة ، ثم تهبط منه في وادي الروحاء ، ويعرف اليوم بوادي بني سالم .   (فتح الباري لابن رجب، ج 3، ص 294)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kesungguhan Ibnu ‘Umar dan anaknya untuk memperolehi keberkatan dan ganjaran, serta latihan kepada jiwa untuk terbiasa meneladani Baginda s.a.w. dalam apa jua perkara; sama ada perkara kecil mahupun besar, terang mahupun tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Aliran yang meneladani segala yang dilakukan Rasulullah s.a.w. berasaskan 5 hukum taklifi (wajib, sunat, mubah, makruh &amp; haram). Mereka menganalisa dan mengkategorikan sunnah Rasulullah s.a.w. kepada 5 hukum ini berdasarkan Qawa’id Usuliyyah. Ini dapat dilihat daripada praktik kebanyakan para Sahabat dan ulama. Sesetengah Sahabat sengaja meninggalkan sesuatu amalan Rasulullah yang sunat agar tidak berlaku salah faham menganggap amalan tersebut adalah wajib. Ini juga yang menghuraikan kenapa para ulama mensunatkan memakai pakaian putih, wangi-wangian, bersugi, memulakan dengan kanan, menyimpan janggut (majoriti ulama berpendapat wajib menyimpan janggut) dan seumpamanya tetapi tidak mengsunatkan memakai tongkat, cincin, jubah, memakan roti, peha kambing dan seumpamanya, padahal semua itu adalah sunnah Rasulullah s.a.w.. (Sunnah: apa yang disandarkan kepada Nabi s.a.w. sama ada perbuatan, percakapan, pengakuan atau diam Nabi s.a.w.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang manakah harus dipilih? Secara umumnya, aliran pertama lebih sesuai untuk dipraktikkan secara individu mengikut kemampuannya dengan syarat tidak menjejaskan perkara-perkara wajib dalam agama. Namun, dia harus sedar bahawa dia bukannya mendapat ganjaran melakukan perbuatan Rasulullah s.a.w yang dikategorikan ulama sebagai perbuatan mubah, sebaliknya ganjaran kecintaan dan kesungguhannya meneladani Baginda s.a.w..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala aliran kedua itulah yang sewajarnya diajar dan dianjurkan kepada masyarakat umum. Bahkan dengan meletakkan sesuatu yang mubah dilakukan Rasulullah s.a.w. sebagai amalan yang mubah itulah bererti kita telah meneladani Rasulullah s.a.w.. Ini kerana Rasulullah s.a.w. sendiri melakukannya hanya sebagai perkara mubah, jadi bagaimana pula kita menjadikannya seolah-olah perkara itu sunat atau wajib?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga dapat lihat daripada praktik Rasulullah s.a.w. sendiri, bagaimana Baginda sering mengajak para Sahabat untuk mengambil berat kepada perkara-perkara yang utama dan asas dalam agama, kemudian barulah perkara-perkara sunat dan fadhilat. Manakala perkara mubah pula umumnya akan didiamkan oleh Baginda, tidak disuruhnya atau disuruh dalam bentuk arahan yang difahami bahawa ia sekadar pilihan (optional) yang terserah pula kepada budi bicara para Sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh bagaimana Baginda menitik beratkan perkara yang utama dan asas ialah hadis berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الصَّنْعَانِيُّ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَأَصْبَحْتُ يَوْمًا قَرِيبًا مِنْهُ وَنَحْنُ نَسِيرُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنْ النَّارِ قَالَ لَقَدْ سَأَلْتَنِي عَنْ عَظِيمٍ وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ تَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكْ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَحُجُّ الْبَيْتَ ثُمَّ قَالَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ وَصَلَاةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ قَالَ ثُمَّ تَلَا تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنْ الْمَضَاجِعِ حَتَّى بَلَغَ يَعْمَلُونَ ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الْأَمْرِ كُلِّهِ وَعَمُودِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِمَلَاكِ ذَلِكَ كُلِّهِ قُلْتُ بَلَى يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا فَقُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ فَقَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ (رواه الترمذي)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih memahami langkah meneladani perbuatan Baginda s.a.w., sila lihat perbahasan ulama berkenaan solat Baginda s.a.w. di al-Batha` semasa haji berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال ابن عبد البر في كلامه على حديث مالك الذي ذكرناه من قبل : هذه البطحاء المذكورة في هذا الحديث هي المعروفة عند أهل المدينة وغيرهم بالمعرس .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال مالك في ((الموطإ)) : لا ينبغي لأحد أن يتجاوز المعرس إذا قفل حتى يصلي فيه ، وأنه من مر به في غير وقت صلاة فليقم حتى تحل الصلاة ثم يصلي ما بدا له ؛ لأنه بلغني أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – عرس به ، وأن ابن عمر أناخ به .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال ابن عبد البر : واستحبه الشافعي ، ولم يأمر به .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقال أبو حنيفة : من مر بالمعرس من ذي الحليفة فإن أحب أن يعرس به حتى يصلي فعل ، وليس ذلك عليه .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقال محمد بن الحسن : وهو عندنا من المنازل التي نزلها رسول الله- صلى الله عليه وسلم – في طريق مكة ، وبلغنا أن ابن عمر كان يتبع آثاره ، فلذلك كان ينزل بالمعرس ، لا أنه كان يراه واجباً ولا سنة على الناس . قال ولو كان واجباً أو سنه من سنن الحج لكان سائر أصحاب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقفون وينزلون ويصلون، ولم يكن ابن عمر ينفرد بذلك دونهم .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وقال إسماعيل بن إسحاق القاضي : ليس نزوله – صلى الله عليه وسلم – بالمعرس كسائر نزوله بطريق مكة ؛ لأنه كان يصلي الفريضة حيث أمكنه ، والمعرس إنما كان يصلي فيه نافلة . قال : ولو كان المعرس كسائر المنازل ما أنكر ابن عمر على نافع تأخره عنه .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وذكر حديث موسى بن عقبه ، عن نافع ، أن ابن عمر سبقه إلى المعرس فأبطأ عليه ، فقال له : ما حسبك ؟ فذكر عذراً ، قال : ما ظننت انك أخذت الطريق ولو فعلت لأوجعتك ضرباً . انتهى. (فتح الباري لابن رجب، ج 3، ص 729)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memuliakan Rasulullah s.a.w. pula, kita dituntut agar tidak melampaui batas. Jangan sehingga mendewakan Baginda s.a.w..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ (رواه البخاري)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدَنَا وَابْنَ سَيِّدِنَا وَيَا خَيْرَنَا وَابْنَ خَيْرِنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُولُوا بِقَوْلِكُمْ (أي بما تعرفونه كقولكم في التشهد) وَلَا يَسْتَهْوِيَنَّكُمْ الشَّيْطَانُ أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا أُحِبُّ أَنْ تَرْفَعُونِي فَوْقَ مَا رَفَعَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ حَدَّثَنَاه الْأَشْيَبُ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ وَعَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ وَلَا يَسْتَجْرِئَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ (رواه أحمد)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ ذَكْوَانَ قَالَ قَالَتْ الرُّبَيِّعُ بِنْتُ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَ حِينَ بُنِيَ عَلَيَّ فَجَلَسَ عَلَى فِرَاشِي كَمَجْلِسِكَ مِنِّي فَجَعَلَتْ جُوَيْرِيَاتٌ لَنَا يَضْرِبْنَ بِالدُّفِّ وَيَنْدُبْنَ مَنْ قُتِلَ مِنْ آبَائِي يَوْمَ بَدْرٍ إِذْ قَالَتْ إِحْدَاهُنَّ وَفِينَا نَبِيٌّ يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ فَقَالَ دَعِي هَذِهِ وَقُولِي بِالَّذِي كُنْتِ تَقُولِينَ (رواه البخاري) زاد في رواية حماد (لا يعلم ما في غد إلا الله)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku salah faham kalangan segelintir umat Islam berkenaan hadis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ السَّاعَةِ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ (رواه البخاري ومسلم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyangka sudah memadai dengan mencintai Rasulullah s.a.w. untuk menempatkan diri bersama Rasulullah s.a.w. sedang mereka mengabaikan tuntutan cinta itu sendiri. Sejauh manakah dapat diyakini ketulusan cinta di dalam jiwa jika ia tidak membuahkan sesuatu bukti cinta kepada pihak yang dicintai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-‘Ajluni dalam kitab Kasyf al-Khafa` mengulas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وهذا الحديث كما قال بعض العلماء مشروط بشرط وعنى عليه الصلاة والسلام أنه إذا أحبهم عمل بمثل أعمالهم.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن ثم قال الحسن البصري كما رواه عنه العسكري لا تغتر يا ابن آدم بقوله أنت مع من أحببت فإنه من أحب قوما تبع آثارهم وأعلم أنك لا تلحق بالأخيار حتى تتبع آثارهم وحتى تأخذ بهديهم وتقتدي بسننهم وتصبح وتمسي على منهاجهم حرصا على أن تكون منهم.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وما أحسن ما قيل : تعصي الإله وأنت تظهر حبه * هذا لعمري في القياس بديع لو كان حبك صادقا لأطعته * إن المحب لمن يحب مطيع لكن قد يدل للعموم قوله صلى الله عليه وسلم المرء مع من أحب لمن قال له المرء يحب القوم ولما يلحق بهم ،&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وسأل رجل من أهل بغداد أبا عثمان الواعظ متى يكون الرجل صادقا في حب مولاه فقال إذا خلا من خلافه كان صادقا في حبه قال فوضع الرجل التراب على رأسه وصاح وقال كيف ادعي حبه ولم أخل طرفة عين من خلافه قال فبكى أبو عثمان أهل المجلس وصار أبو عثمان يقول في بكائه صادق في حبه مقصر في حقه – أورده البيهقي.(كشف الخفاء‘ ج2، ص202)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab menukilkan kata-kata Hasan al-Basri di atas dengan sedikit tambahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ابن آدم لا تغتر بقول من يقول : المرء مع من أحب ، أنه من أحب قوما اتبع آثارهم ، ولن تلحق بالأبرار حتى تتبع آثارهم ، وتأخذ بهديهم ، وتقتدي بسنتهم وتصبح وتمسي وأنت على منهجهم ، حريصا على أن تكون منهم ، فتسلك سبيلهم ، وتأخذ طريقهم وإن كنت مقصرا في العمل ، فإنما ملاك الأمر أن تكون على استقامة ، أما رأيت اليهود ، والنصارى ، وأهل الأهواء المردية يحبون أنبياءهم وليسوا معهم ، لأنهم خالفوهم في القول والعمل ، وسلكوا غير طريقهم فصار موردهم النار ، نعوذ بالله من ذلك ) . (1) (استنشاق نسيم الأنس من نفحات رياض القدس . لأبي الفرج عبد الر حمن بن رجب الحنبلي . طبع مطبعة الإمام . مصر، ص 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mengingatkan kita kepada Abu Tholib yang amat mencintai Nabi s.a.w. tetapi kecintaannya itu tidak bermakna lantaran beliau tidak beriman dan membenarkan kenabian Baginda s.a.w..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat pula kesan cinta sebagaimana dalam satu riwayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وروي أن عيسى عليه السلام مر بثلاثة نفر ، وقد نحلت أبدانهم ، وتغيرت ألوانهم ، فقال لهم : ما الذي بلغ بكم إلى ما أرى؟ فقالوا : الخوف من النار ، فقال حق على الله أن يؤمن الخائف ، ثم تركهم إلى ثلاثة آخرين ، فإذا هم أشد نحولاً وتغيراً ، فقال لهم : ما الذي بلغ بكم إلى هذا المقام؟ قالوا؛ الشوق إلى الجنة ، فقال : حق على الله أن يعطيكم ما ترجون ثم تركهم إلى ثلاثة آخرين فإذا هم أشد نحولاً وتغيراً ، كأن وجوههم المرايا من النور ، فقال : كيف بلغتم إلى هذه الدرجة ، قالوا : بحب الله فقال عليه الصلاة والسلام : ” أنتم المقربون إلى الله يوم القيامة ” (تفسير الرازي، ج 3، ص 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab al-Hanbali membahagi kecintaan ini kepada dua darjat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 - إحداهما- فرض : وهي المحبة التي تقتضى قبول ما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم من عند الله ، وتلقيه بالمحبة والرضا والتعظيم والتسليم ، وعدم طلب الهدى من غير طريقه بالكلية ، ثم حسن الاتباع له فيما بلغه عن ربه ، من تصديقه في كل ما أخبر به وطاعته فيما أمر به من الواجبات ، والانتهاء عما نهي عنه من المحرمات ، ونصرة دينه والجهاد لمن خالفه بحسب القدرة ، فهذا القدر لا بد منه ، ولا يتم الإيمان بدونه .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 - والدرجة الثانية : فضل ، وهي المحبة التي تقتضى حسن التأسي به ، وتحقيق الاقتداء بسنته ، في أخلاقه ، وآدابه ، ونوافله ، وتطوعاته ، وأكله ، وشربه ، ولباسه ، وحسن محاضرته لأزواجه ، وغير ذلك من آدابه الكاملة ، وأخلاقه الطاهرة . والاعتناء بمعرفة سيرته وأيامه ، واهتزاز القلب من محبته ، وتعظيمه ، وتوقره ومحبة استماع كلامه ، وإيثاره على كلام غيره من المخلوقين . ومن أعظم ذلك الاقتداء به في زهده في الدنيا والاجتزاء باليسير منها ، ورغبته في الآخرة (1) . ((1) استنشاق نسيم الأنس من نفحات رياض القدس . لأبي الفرج عبد الر حمن بن رجب الحنبلي . طبع مطبعة الإمام . مصر ص34 ، 35 .)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copyright terjemahan Ust. Engku Omar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-8320179180151804463?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/8320179180151804463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/buktikan-cinta-pada-rasul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/8320179180151804463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/8320179180151804463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/buktikan-cinta-pada-rasul.html' title='Buktikan Cinta Pada Rasul'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5hDGHTfuBI/AAAAAAAAAEs/YDuy5sAvztY/s72-c/n189494823535_8794.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-3348699250007297247</id><published>2010-03-11T07:54:00.002+07:00</published><updated>2010-03-11T07:58:55.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><title type='text'>Allah Mengajarkan Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5hAQnU046I/AAAAAAAAAEk/41Gl7T5iOIU/s1600-h/27080_358427556267_301729376267_4267825_3602918_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5hAQnU046I/AAAAAAAAAEk/41Gl7T5iOIU/s320/27080_358427556267_301729376267_4267825_3602918_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447174403483034530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu, Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu, satu jam bersama serasa satu menit saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip : Catatan Qhen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-3348699250007297247?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/3348699250007297247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/allah-mengajarkan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/3348699250007297247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/3348699250007297247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/allah-mengajarkan-cinta.html' title='Allah Mengajarkan Cinta'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5hAQnU046I/AAAAAAAAAEk/41Gl7T5iOIU/s72-c/27080_358427556267_301729376267_4267825_3602918_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-1217147673252036962</id><published>2010-03-08T08:00:00.002+07:00</published><updated>2010-03-08T08:04:30.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Pria Idaman Wanita Sholehah !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://basobasri.files.wordpress.com/2009/11/wanita.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 390px; height: 400px;" src="http://basobasri.files.wordpress.com/2009/11/wanita.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lelaki idaman saya adalah…&lt;br /&gt;Seorang lelaki yang beriman…&lt;br /&gt;Yang hatinya disaluti rasa takqwa kepada Allah…&lt;br /&gt;Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam…&lt;br /&gt;Yang sentiasa haus dengan ilmu…&lt;br /&gt;Yang sentiasa dahaga akan pahala…&lt;br /&gt;Yang solatnya adalah maruah dirinya…&lt;br /&gt;Yang tidak pernah takut untuk berkata benar…&lt;br /&gt;Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu…&lt;br /&gt;Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki idaman saya adalah…&lt;br /&gt;Lelaki yang menjaga tuturkatanya…&lt;br /&gt;Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya…&lt;br /&gt;Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya…&lt;br /&gt;Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang…&lt;br /&gt;Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki idaman saya adalah…&lt;br /&gt;Lelaki yang menghormati ibunya…&lt;br /&gt;Yang sentiasa berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga…&lt;br /&gt;Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam…&lt;br /&gt;Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan…&lt;br /&gt;Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki idaman saya…&lt;br /&gt;Sentiasa bersedia untuk menjadi imam…&lt;br /&gt;Yang hidup dibawah naungan Al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah…&lt;br /&gt;Yang boleh diajak berbincang dan berbicara…&lt;br /&gt;Yang menjaga matanya dari berbelanja…&lt;br /&gt;Yang sujud penuh kesyukuran dengan rahmat Allah keatasnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki idaman saya…&lt;br /&gt;Tidak pernah membazirkan masa…&lt;br /&gt;Matanya kepenatan kerana penat membaca…&lt;br /&gt;Suaranya lesu kerana penat mengaji dan berzikir…&lt;br /&gt;Tidurnya lena dengan cahaya keimanan…&lt;br /&gt;Bangunnya subuh penuh kecergasan…&lt;br /&gt;Kerana sehari lagi usianya bertambah penuh kematangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki idaman saya…&lt;br /&gt;Sentiasa mengingati mati…&lt;br /&gt;Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat…&lt;br /&gt;Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga…&lt;br /&gt;Agar berputik tunas yang bakal menjadi baka yang baik…&lt;br /&gt;Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki idaman saya adalah…&lt;br /&gt;Lelaki yang tidak terpesona dengan buaian dunia…&lt;br /&gt;Kerana dia mengimpikan syurga…&lt;br /&gt;Di situlah rumah idamannya…&lt;br /&gt;Dan dia ingin membawa saya bersama…&lt;br /&gt;Dialah lelaki idaman saya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Cinta ini telah dikirimkan oleh saudari Zulira Mohmad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-1217147673252036962?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/1217147673252036962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/pria-idaman-wanita-sholehah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1217147673252036962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1217147673252036962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/pria-idaman-wanita-sholehah.html' title='Pria Idaman Wanita Sholehah !!'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-3128094181833833565</id><published>2010-03-08T06:55:00.001+07:00</published><updated>2010-03-08T06:58:06.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wanita'/><title type='text'>Wanita Solehah Penghibur Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Q9USzrE1I/AAAAAAAAAEc/lEOCMTtzg1g/s1600-h/muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Q9USzrE1I/AAAAAAAAAEc/lEOCMTtzg1g/s320/muslimah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446045268253021010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;WANITA SOLEHAH….&lt;br /&gt;SENANTIASA TENANG JIWANYA&lt;br /&gt;LANTARAN ITU SENTIASA MEMBESARKAN TUHAN DI DALAM SOLAT&lt;br /&gt;DAN SUNNAH RASULULLAH JADI JALAN KEHIDUPANNYA&lt;br /&gt;MENJADI AKHBAR DAN HIBURAN&lt;br /&gt;JANJI-JANJI ALLAH JAMINAN KETENANGAN BUATNYA&lt;br /&gt;SUMBER JIWANYA BEROLEH KEKUATAN&lt;br /&gt;AGAR SABAR MENENTANG MUSIBAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERTEGUH MENJUNJUNG HUKUM HAKAM ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INILAH WANITA SOLEHAH&lt;br /&gt;TIDAK MEMBIARKAN DIRI&lt;br /&gt;MENJADI BUSAR PANAHAN SYAITAN&lt;br /&gt;DIPERALATKAN UNTUK MENGUMPAN KAUM ADAM&lt;br /&gt;MEMANDANGNYA....&lt;br /&gt;MENYEJUKKAN MATA.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIRINYA TENTERAM&lt;br /&gt;MEMBIARKAN HIBURAN&lt;br /&gt;KIRANYA IA SEORANG ISTERI&lt;br /&gt;KEPERIBADIAN MENGHIBUR SUAMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENTIASA MENGUNTUM SENYUM DI HaDAPAN SUAMI&lt;br /&gt;SANGGUP HIDUP BERDUA MATI BERSAMA&lt;br /&gt;LANTARAN MENGHARAPKAN KEREDHAAN ALLAH SEMATA-MATA&lt;br /&gt;MEMADAI DENGAN APA YANG ADA&lt;br /&gt;TIDAK PERNAH MENUNTUT APA YANG TIADA&lt;br /&gt;MENJADI TULANG BELAKANG PERJUANGAN SUAMI&lt;br /&gt;HINGGA SUAMI MERASAKAN RUMAH ITU SYURGA&lt;br /&gt;MENJADI KEKUATAN JIWA&lt;br /&gt;UNTUK MENEGAKKAN JIHADNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NATIJAHNYA,&lt;br /&gt;LAHIRLAH JIWA SAKINAH&lt;br /&gt;BERNAFSUKAN MUTMAI’NAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘SEINDAH HIASAN ADALAH WANITA SOLEHAH’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKADAR RENUNGAN BERSAMA..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-3128094181833833565?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/3128094181833833565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/wanita-solehah-penghibur-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/3128094181833833565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/3128094181833833565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/wanita-solehah-penghibur-hati.html' title='Wanita Solehah Penghibur Hati'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Q9USzrE1I/AAAAAAAAAEc/lEOCMTtzg1g/s72-c/muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-1666032589960425726</id><published>2010-03-07T10:16:00.002+07:00</published><updated>2010-03-07T10:22:18.451+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Sufi'/><title type='text'>Socrates :"Tentang Hakikat Cinta dan Hakikat Perkawinan"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5MavvJ1WSI/AAAAAAAAAEU/5u1BjJ5UrrU/s1600-h/NewsImage.ashx.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 114px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5MavvJ1WSI/AAAAAAAAAEU/5u1BjJ5UrrU/s200/NewsImage.ashx.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445725781834946850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat, Socrates mengajak beberapa muridnya berjalan-jalan setelah mereka belajar mengenai filsafat, mereka adalah Aristodemus, Apolloderus, Aghaton dan Plato. Dalam perjalanan pagi itu, para murid bertanya tentang hakikat yang paling hakiki dalam kelangsungan hidup manusia, yaitu beranak pinak. Setelah dijelaskan secara rinci dan transparan oleh sang filsuf, maka Plato salah seorang murid kesayangan Socrates  memberanikan diri untuk bertanya, “Apa hakikatnya Cinta itu..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Filsuf terdiam sejenak dan merenung serta berujar pada Plato :” Mengapakah kamu perlu menanyakan hal tersebut ? Sang murid menjawab "Wahai guru yang bijak, aku saat ini sedang mengalami perasaan tentang apa yang disebut orang, jatuh cinta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bijak-pun menjawab pertanyaan Plato...... Experto dico (aku berbicara sebagai orang yang berpengalaman) :” Pergi sekarang juga tanpa kompromi ke dalam hutan di depan sana, dan carilah bagiku sebatang pohon apapun yang menurutmu paling indah, paling sehat dan yang paling berkenan dalam penglihatanmu, potonglah dan bawa kepadaku”.!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato-pun menjalankan perintah sang guru dengan takzim dan berjalanlah dia menjelajahi hutan tersebut, memang di dalam hutan tersebut dia melihat dan menemukan bermacam-macam pohon yang indah-indah, pada saat mata Plato melihat sebatang pohon yang terlihat indah, hatinya mengatakan bahwa hutan itu begitu luas dan masih banyak pohon yang lebih indah di dalam sana, demikian terjadi berulang kali dan tanpa terasa, senjapun merayap turun, dengan langit yang berwarna lembayung, Plato bergegas kembali pulang tanpa membawa pohon yang diinginkan oleh sang fisuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Plato sudah kembali, Socrates pun bertanya :” Muridku…..manakah pohon yang kupesankan kepadamu itu?”Plato pun menjawab kepada Socrates :” Wahai guruku….aku memang telah berjalan sepanjang hari di dalam hutan tersebut, dan memang telah aku lihat bermacam-macam pohon yang indah, kuat dan sehat, tetapi guruku…setiap kali aku akan memotong pohon tersebut, aku ragu-ragu, dan hati kecilku berkata, hutan masih luas dan di dalam sana masih banyak pohon yang lebih indah, oleh sebab itu aku tidak memotongnya. Tanpa terasa ya sang bijak……senja pun turun dan aku bergegas pulang sebelum temaram senja menjadi gelap……. Maafkan aku wahai guruku karena aku tidak membawakan bagimu pohon yang guru inginkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Socrates pun tersenyum dan mengatakan pada Plato:” Muridku…kau sebenarnya telah melakukan tanpa kau sadari tentang Hakikat Cinta, yaitu manakala engkau belum puas dan menemukannya, maka kau akan terus mencari dan mencari, melihat sesuatu dan membandingkannya dengan yang lain, sehingga kehampaan yang kau dapatkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, bertanya pulalah Plato kepada Socrates…guru sekarang aku sudah memahami hakikat cinta, tetapi apakah perbedaannya dengan hakikat perkawinan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan muridnya tersebut, Socrates tersenyum sambil menggosok janggutnya dan berkata pergilah kembali ke dalam hutan itu dan lakukanlah seperti yang kuperintahkan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai murid yang baik, Plato pun menjalankan tugas yang diperintahkan oleh sang guru. Kurang lebih sebelum pukul 12 siang, Plato pun sudah kembali dengan membawa sebatang pohon Zaitun yang elok dan segar yang dipersembahkan kepada sang guru, dan bertanyalah Socrates kepadanya : “Muridku…apakah ini adalah pohon yang terbaik yang kau temui di hutan sana..? Plato pun menjawab :” Guru…inilah pohon yang baik dan segar yang kudapatkan, walaupun aku tahu pohon ini bukanlah pohon yang terbaik di dalam hutan sana, tetapi aku memilih pohon ini karena aku tidak mau terulang lagi seperti kemarin, yaitu pulang dengan tangan hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengusap janggutnya sembari tersenyum, Socrates menjelaskan pada Plato:” Itulah “Hakikat Perkawinan”, di mana engkau berani memutuskan memilih yang baik menurut pandanganmu dan walaupun engkau tahu bahwa itu bukanlah yang terbaik, di sinilah engkau menentukan sikap dalam memilih, di mana perkawinan adalah pengambilan keputusan yang berani, penyatuan dua hati, penyatuan dua karakter yang berbeda di mana dua insan ini harus dan berani berbagi serta menyatukan dua pandangan menjadi satu dalam menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So…….Wikimuers demikianlah Hakikat Cinta dan Hakikat Perkawinan itu, di mana cinta semakin dikejar semakin jauh, tidak dicari…eeehhh dianya nongol dengan sendirinya. Dan Perkawinan…..inilah tempat untuk belajar berbagi, mengerti dan saling melayani dalam membina mahligai rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dum vita est, spes est! ( ketika masih ada kehidupan, di situ pula masih ada pengharapan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-1666032589960425726?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/1666032589960425726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/socrates-tentang-hakikat-cinta-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1666032589960425726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1666032589960425726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/socrates-tentang-hakikat-cinta-dan.html' title='Socrates :&quot;Tentang Hakikat Cinta dan Hakikat Perkawinan&quot;'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5MavvJ1WSI/AAAAAAAAAEU/5u1BjJ5UrrU/s72-c/NewsImage.ashx.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-6784165290832622073</id><published>2010-03-07T10:09:00.003+07:00</published><updated>2010-03-07T10:15:52.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><title type='text'>Hakikat Cinta Dan Benci</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://emergise.files.wordpress.com/2009/05/1766601-2-plainly-i-love-you.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 550px; height: 413px;" src="http://emergise.files.wordpress.com/2009/05/1766601-2-plainly-i-love-you.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinta (al-mahabbah) dan benci (al-karâhah), merupakan fitrah emosional yang dianugerahkan Allah SWT pada seluruh manusia. Bagi seorang Muslim, cinta dan benci itu harus berdasarkan proporsionalisasi syarî’at. Karena, bisa jadi, apa yang kita cintai itu justru sesuatu yang buruk, dan sebaliknya membenci sesuatu yang sebetulnya baik buat kita (Qs.2:216). Jika tidak demikian, betapa banyak orang yang akan menjadi korban akibat tidak tahu menempatkan arti cinta dan benci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, cinta seseorang haruslah berlandaskan kepengikutan (ittiba’) dan ketaatan. Sebagaimana firman-Nya, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu" (Qs.3:31-32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cinta yang diajarkan Rasulullah SAW. diantaranya adalah, mencintai dan mengasihi sesama. Kecintaan ini, sebagaimana pernah dicontohkan beliau, tak pernah dibedakan antara Muslim dan non-Muslim. Bahkan, tidak dibenarkan jika kita tidak berbuat adil kepada suatu kaum misalnya, hanya karena benci kepada mereka (Qs.5:8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran cinta Islami yang mesti disemaikan bukanlah sebatas sesama Muslim. Tetapi justru sesama manusia dan sesama makhluk. Rasulullah SAW. bersabda, "Hakikat seorang Muslim adalah, mencintai Allah dan Rasul-nya, sesamanya, serta tetangganya, melebihi atau sebagaimana ia cinta kepada dirinya sendiri" (HR. Imâm Bukhârî).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan yang terekspresikan akan menjadi amal saleh buat pelakunya. Maka dari itu, kecintaan maupun kebaikan, meskipun baru tersirat dalam hati dan belum terlaksana, tetap akan mendapat pahala di sisi Allah. Sebaliknya, kebencian yang tersimpan dalam lubuk hati di samping sebuah kewajaran, juga tidak dicatat sebagai keburukan, hingga niatnya itu betul-betul dilakukan (al-Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi sebuah kebencian tak lain sikap hasud yang dilarang Islam. Hasad adalah iri dan bersikap dengki terhadap orang atau kelompok lain, bahkan sebisa mungkin, berupaya menjatuhkan dan menghilangkan semua kepemilikan seseorang yang dianggap lawannya itu. Dari sini hasud berubah wujud menjadi hasutan, bagaimana merekayasa isu dan gosip tanpa fakta untuk turut meyakinkan orang lain, agar sama-sama membenci bahkan menganiaya orang atau kelompok tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benci yang hasud seperti di atas dilarang Rasulullah SAW, sabdanya, "Jauhilah oleh kalian sikap hasud, karena hasud itu niscaya akan memakan amal kebaikanmu layaknya api menghanguskan kayu bakar" (HR. Abû Dâwûd).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah seorang muhâsid (pelaku hasud) tak lain seorang provokator yang senang mengadu-domba antarsesama, menabur fitnah, serta wujud dari kerja sama dalam menebar dosa (al-itsm) dan permusuhan (al-‘udwân). Mereka diancam Nabi SAW. tidak akan masuk surga, karena mencoba memutuskan pertalian kasih dan sayang antarsesama manusia (HR. Bukhârî-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Islam, shilat-u ar-rahmi (shilah, menghubungkan; dan rahmi, berasal dari rahim yang sama) merupakan keharusan menyemaikan perdamaian dan keharmonisan hidup antarinsan. Inilah inti rahmat-an lil-‘âlamîn; mencintai dan membenci karena Allah akan mendatangkan rahmat, sebaliknya, jika sesuai seleranya sendiri, terancam kepedihan azab-Nya. Dalam arti, tidak turunnya rahmat dan bertaburnya benih-benih perpecahan dan perselisihan (Bulûghu ‘l-Marâm, 2000; 496).*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kecintaan tumbuh dan bersemai dalam diri setiap insan, Rasulullah mengajarkan, "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam (kedamaian), berilah makan orang yang membutuhkan, sambungkanlah tali persaudaraan, dan shalatlah Tahajjud pada sepertiga malam (introspeksi), niscaya kamu akan masuk surga dengan damai" (HR. Imâm Tirmidzî).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sebaik-baik kecintaan dalam Islam. Kedamaian ditebarkan untuk dan kepada siapa pun. Seorang muslim sejati ialah apabila, orang lain selamat dari ulah lisan, tangan, maupun kewenangannya (Fath-u al-Bârî I; 76-86). Wallâhu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-6784165290832622073?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/6784165290832622073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/hakikat-cinta-dan-benci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/6784165290832622073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/6784165290832622073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/hakikat-cinta-dan-benci.html' title='Hakikat Cinta Dan Benci'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-7132713352737283573</id><published>2010-03-06T05:18:00.004+07:00</published><updated>2010-03-06T05:22:49.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pecinta Rasulullah'/><title type='text'>Rintihan Suci Putri Nabi : Maqtal Fathimah az Zahra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5GEAe3YAgI/AAAAAAAAAEM/nZSRFpE97JY/s1600-h/342_Picture_090.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5GEAe3YAgI/AAAAAAAAAEM/nZSRFpE97JY/s200/342_Picture_090.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445278568287830530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Oleh: Ust. Fuad al Hadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam atasmu duhai putri sebaik baiknya makhluk, salam atasmu wahai putri nabi, salam atasmu wahai istri al-washi, salam bagimu duhai ibu al-Hasan dan al-Husain, salam atasmu wahai wanita suci yang dizhalimi dan diambil haknya, salam bagi ruh dan jasadmu yang suci nan semerbak dari lisan yang penuh dengan dosa ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam bagimu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada tanggal 20 Jumadil Tsani, di hari Jumat yang suci, dua tahun setelah bi’tsah Rasul saw, Sayyidah Khodijah melahirkan seorang putri yang telah dipersiapkan untuk mengemban tugas yang teramat berat. Sosok yang kelahiran sampai akhir hayatnya kelak dipenuhi dengan berbagai derita dan cobaan yang akan menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan didampingi oleh empat wanita suci Assayyidah Khodijah melahirkan bayi suci yang namanya telah dipersiapkan oleh penciptanya sebelum kelahirannya tiba. Fathimah adalah nama yang dihadiahkan Tuhan untuk putri Nabi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia yang masih sangat belia Fathimah Azzahra harus berpisah dengan ibundanya yang tercinta. Khodijah wanita suci yang selalu mendampingi Nabi dalam suka dan duka telah dipanggil pencipta untuk selama lamanya. Nabi bersedih atas kepergian istri yang teramat dicintainya,begitu pula Fatimah turut dalam kesedihan yang teramat sangat. Sepeninggal Khodijah perhatian Fathimah kepada ayahnya semakin bertambah. Peran ibundanya sekejap ia letakkan diatas pundaknya. Fathimah berupaya menghibur ayahnya atas kepergian sang istri tercintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi di Thaif, sekelompok anak anak kecil dan juga orang dewasa berlomba menimpuki Nabi dengan batu dan kotoran unta, Fathimah yang masih sangat belia tampil dengan perangai seorang ibu yang cemas dengan putranya. Dibersihkan kotoran dan darah yang berada pada pada wajah ayahnya. Air mata nabi tak mampu beliau sembunyikan ketika melihat putri tercintanya. Seorang anak yang sepatutnya sedang asyik bermain dengan teman seusianya sekarang justru berada dipangkuan ayahnya, menghalangi siapapun yang akan melukai rasulnya. Fathimahpun menangis melihat keaadan ayahnya, dengan suara bergetar penuh keharuan nabi meyeka tiap butiran air mata yang mengalir dipipi mungil putrinya sambil berkata, ' habibati Fathimah la tabki',' belahan jiwaku Fathimah janganlah engkau menangis'. Begitulah ucapan Nabi ketika tangan suci putrinya menyeka darah yang mengalir dikeningnya. Ummu Abiha, ibu dari ayahnya adalah gelar yang Rasulullah peruntukkan kepada putrinya. Satu satunya gelar yang belum pernah ada dalam sejarah kecuali untuk Fathimah Azzahra as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka dan kesedihan selalu mengiringi kehidupan keluarga nabi, akan tetapi Fathimah senantiasa menyembunyikan kedukaannya selama sang ayah berada disampingnya. Kecintaan assayyidah Fathimah begitu tinggi terhadap ayahnya dan begitu pula Rasul saaw kepada putrinya hingga beliau bersabda, “Fathimah adalah belahan jiwaku, siapapun yang mencintai Fathimah berarti dia mencintaiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat yang membahagiakanpun tiba, Fathimah dinikahkan dengan putra pamannya, seorang yang tak pernah meninggalkan nabi dalam perang apapun, putra Abu Thalib yang kelahirannya dibaitullah dengan segala keajaibannya, dialah Ali bin Abi Tholib yang tanpa keberadaannya tak akan mungkin ada manusia yang layak meminang Fathimah dan menikah dengannya. Pernikahan yang dirayakan tidak hanya oleh penduduk bumi, para malaikat dan bidadari dilangitpun sibuk menyambutnya. Jibril as meyampaikan pesan Tuhan kepada Rasul ketika merayakan pernikan al Batul Fathimah dengan al Wusul Ali bin Abi Tholib, yang berbunyi,&lt;br /&gt;“Al Hamdu adalah selendang-Ku, keagungan adalah kebesaran-Ku, segala makhluk adalah hamba-Ku, Aku menuikahkan Fathimah hamba-Ku dengan Ali pilihan-Ku, saksikanlah wahai para malaikat-Ku...” Sementara di bumi Rasul saaw bersabda, “Sungguh aku manusia seperti kalian menikah ditengah kalian dan menikahkan kalian, kecuali Fathimah putriku yang pernikahannya turun dari langit.”&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah menyuruh para wanita keluar dari kamar putrinya pada saat malam pernikahan, Asma' bintu Unmais salah seorang yang berkhidmat kepada keluarga nabi tetap tak melangkah kakinya, hingga Rasulpun bertanya kepada Asma’, “Bukankah aku telah menyuruhmu untuk meninggalkan kamar putriku ini wahai Asma’ ?” Ia menjawab, “Betul wahai Rasul, semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. saya tak bermaksud untuk melanggar perintahmu akan tetapi wasiat Khadijahlah yang menyuruhku untuk berada di kamar ini. Di saat-saat terakhirnya beliau mewasiatkan kepadaku untuk mendampingi putrimu di saat seperti ini, karena setiap wanita pasti akan mengharapkan kehadiran ibundanya untuk berada di sampingnya ketika hendak menikah.” Rasulpun bersedih bersama putrinya ketika mendengar Asma’ bercerita tentang Khadijah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah 28 Shofar tahun ke-11 H adalah tahun yang paling menyedihkan bagi keluarga Nabi terutama Fathimah. Lembaran kedukaan yang teramat sangat mulai tampak dirumah arrasul. Semua orang menatap sedih melihat kondisi Nabinya. Satu persatu keluarga beliau dipanggilnya, dimulai dari al Hasan sampai kepada Azahra yang terus menerus menangis dalam pelukan ayahnya. Nabi memeluk erat putrinya seakan beliau tak ingin melepaskannya begitu pula Fathimah. Hingga Rasul saaw membisikkan pesan terahirnya barulah Fathimah tersenyum keluh, senyuman pertanda ia adalah orang pertama yang akan menyusul ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiddhoh seorang kepercayan azzahra bercerita tatkala Rasulullah saaw meniggal dunia berdukalah yang kecil dan yang besar, dan bertambah benyaklah tangisan dukapun menjadi besar atas kerabat, sahabat, kekasih dan orang-orang kesayangan, juga orang asing yang tak memiliki nasab dengan beliau. Yang terlihat hanyalah orang yang menangis, baik laki laki maupun perempuan. Begitu banyak orang yang menangis dan berduka tetapi kesedihan para penghuni bumi tiada sebanding dan melebihi duka Sayyidah Fathimah as, setiap hari kesedihannya bertambah begitu pula tangisannya bertambah keras lalu ia berdiam diri selama tujuh hari. Ketika Fathimah menangis setiap tangisannya lebih besar dari sebelumnya. Pada hari kedelapan ia menampakkan kesusahan yang dipendamnya, saat itu Azzahra berteriak histeris sambil menangis lalu memanggil-manggil ayahnya, “Wa abatah....wa Muhammadah. Wahai ayah....wahai Muhammad. Duhai tempat berlindungnya para janda dan anak yatim, siapa lagi milik putrimu yang sangat mencintai dan kehilangannmu ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliaupun sering tak sadarkan diri, ketika Bilal mengumandangkan azan, saat terdengar nama ayahnya disebut “Asyhadu anna Muhammadar Rasululullah”. Kembali Fathimah menangis seraya berkata, “ismuka ‘alal mana’ir wa rosmuka fil maqobir (namamu menghiasi menara-menara masjid, sementara jasadmu terbujur di dalam kubur).” Ali berlari memeluk istri tercintanya dan memberikan baju nabi yang dipintanya, lalu Fathimah menciumi baju Nabi sampai terjatuh ke tanah, sambil berlinang air mata Azzahra berjalan menuju pusara ayahnya. Ketika berada di depan kubur ayahnya, Fathimah mengambil segenggam tanah dari makam ayahandanya, beliau ciumi tanah suci nabi sambil berkata, “Madza ‘ala man syamma turbata Ahmadin, ala yasyummu madazamani ghowaliya, syubbat alayya masho’ibun laula annaha, syubbat ‘alal ayyami sirna layaliya (…kalau saja penderitaanku ditimpakan pada siang, maka ia akan menjadi malam)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi senyuman yang terpancar dari Fathimah setelah kepergian nabi. Hari demi hari pendertitaan datang silih berganti. Seakan ujian enggan menjauhinnya. Para sahabatpun memiliki andil besar dalam menambah kesedihan untuk putri kesayangan nabi ini. Setelah mereka mengambil hak suaminya, Ali dan tanah fadaqpun dirampasnya sebagai milik negara oleh penguasa. Tidak berhenti sampai di situ penderitaan Fathimah putri nabi semakin menjadi ketika sekumpulan manusia lapar kekuasaan mengepung rumahnya. Rumah tempat turunnnya risalah, rtumah yang dindingnya adalah nubuwah dan atapnya adalah arsynya Allah, sekarang sedang dikelilingi oleh orang yang mengaku tonggaknya agama dan kebenaran. Teriakan bengis yang tak patut mereka lontarkan, sampai ancaman pembakaran. Pintu rumah pertemuan antara nubuwah dan imamah didobrak paksa, pintu yang di baliknya terdapat wanita tanpa daya. Di balik pintu itu ada Fathimah. Mereka terus memaksa masuk. Pemandangan apakah yang terjadi setelahnya. Az-Zahra jatuh terhuyung ke tanah rumahnya. Lalu api mereka sulut dan lemparkan. Fathimah terluka, tulang rusuk dan lengannya pun patah. Putra beliau (Muhsin) syahid karena keguguran. Lengkaplah kesedihan putri nabi dengan apa yang diterimanya dari orang yang mengaku para sahabat pembela ayahnya. Hal ini mengingatkan kita akan syair yang layak melekat pada mereka, “Lau ahabbu abaaki haqqon ahabbuki (Kalaulah benar mereka mencintai ayahmu, pasti mereka akan mencintaimu).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari dilaluinya dengan penderitaan yang tak kunjung berakhir, badan putri nabi ini semakin teriris pedih dan tubuhnyapun semakin tak berdaya. Ketika kekuatan fisiknya semakin melemah dikarenakan sakit yang dideritannya. Azzahra berupaya memandikan putranya Al-Hasan dan Al-Husain, menggantikan pakaian mereka, kemudian mengirim mereka kepada sepupunya, walaupun demikian ia berupaya menyembunyikan rasa sakitnya di hadapan kedua anakanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Azzahra memanggil suami tercintanya ke sisinya seraya berkata, “Ali suamiku yang tercinta, anda sangat mengetahui mengapa saya lakukan semua itu. Maafkan segala kesalahan saya, mereka telah demikian menderita bersama saya selama sakit saya, sehingga saya ingin melihat mereka bahagia pada hari terakhir hidupku. Wahai Ali andapun tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir saya. Saya gembira tetapi juga bersedih. Saya senang bahwa penderitaan saya akan segera berakhir dan saya akan bertemu dengan ayah saya, dan sedih karena harus berpisah denganmu. Mohon wahai Ali catatlah apa yang akan saya katakan dan kerjakanlah apa yang saya inginkan. Sepeninggal saya anda boleh menikahi siapa saja yang anda sukai tetapi hendaklah anda nikahi Yamamah sepupuku, ia mencintai anak-anakku, dan Husain sangat dekat kepadanya. Wahai Ali kuburkan saya di malam hari dan jangan biarkan orang-orang yang telah sedemikian kejam kepada saya turut menyertai penguburan saya. Jangan biarkan kematian saya mengecilkan hatimu. Anda harus melayani Islam dan kebenaran untuk waktu yang lama. Janganlah penderitaanku memahitkan kehidupanmu. Berjanjilah pada saya wahai Ali.” Dengan berlinang air mata, Ali menjawab, “Ya wahai istriku tercinta, aku berjanji.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathimah lalu berkata lagi, “Ali, saya tahu betapa engkau sangat mencintai anak-anak saya. Namun, sangatlah berhati-hati dengan Husain, ia sangat mencintai saya dan ia akan sangat sedih kehilangan saya. Jadilah ibu baginya. Hingga menjelang sakit saya ini, ia biasa tidur ke dada saya, dan sekarang ia kehilangan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali sedang mengelus-elus tangan yang patah itu, tak kuasa menahan airmatanya hingga tetesannya terjatuh ke tangan istrinya. Fathimah mengangkat wajahnya seraya berkata, “Jangan menangis wahai suamiku, saya tahu dengan wajah lahirmu yang tampak kasar betapa lembut hatimu, engkau telah menderita terlalu banyak dan masih akan menderita lebih banyak lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam terakhir kehidupunnya didunia yang fana ini, sambil menahan rasa sakit yang menimpanya, Sayyidah Fathimah Azzahra menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berdoa untuk pengikut dan pencinta setia keluarga Nabi. Dengan menyebut ayah, suami, dan putra-putranya beliau memohon kepada Allah Jalla wa 'Ala', “Wahai Tuhan-ku, sungguh aku memohon kepada-Mu melalui Muhammad al-Musthofa dan kerinduannya kepadaku, melalui suamiku Ali al-murtadho serta dukanya terhadapku, melalui al-Hasan al-Mujtaba dan tangisannya atasku, melalui putraku al-Husain As Syahid dan kedukaannya terhadapku, melalui putri-putriku dan duka mereka semua atasku. Sungguh Engkaulah yang paling pengasih dari segala yang mengasihi. Tuhanku, Penghuluku, aku bermohon kepada-Mu melalui orang orang pilihan-Mu dan tangisan putra-putraku karena berpisah denganku, agar Engkau mengampuni para pendosa dan ahli maksiat dari pengikut keturunanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah, 3 Jumadil Tsani 11 H. Saat saat yang memilukan semakin mendekati keluarga nabi dan pencintanya. Asma’ binti Umais dengan diselimuti kegundahan berada di depan pintu kamar Azzahra. Suara lantunan al-Quran dan doa dalam sholat Fathimah masih mampu didengarnya, akan tetapi tak lama kemudian suara itu lenyap tak terdengar lagi. Asma' pun memanggil, “Ya Zahra .....ya Zahra ....... ya Zahra”, tetapi tidak tak ada jawaban. Hingga ia pun memberanikan diri untuk memasuki kamar putri nabi, dan didapatinya tubuh suci putri nabi di atas sajadah dalam keadaan sujud tertutupi rida'-nya. Lalu dibukanya rida’ (kain penutup) itu, dan tampak wajah penuh bercahaya memancar dari paras suci Azzahra as. Belum usai tangis Asma’, ia sudah dikejutkan oleh suara salam anak kecil dari balik pintu, yang tak lain adalah suara Al-Hasan dan Al-Husain yang baru usai sholat berjamaah dengan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera mereka bertanya tentang keberadaan ibu mereka. Asma' mengatakan bahwa ibunda mereka sedang tertidur, lalu menyuruh putra Zahra ini untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Tetapi apa jawab Al-Husain, “Saat ini adalah saat ibu kami beribadah dan kami tidak pernah menikmati hidangan tanpa ibu di samping kami.” Asma tak mampu menyembunyikan tangisnya, Al-Husain segera berlari menuju ke kamar ibundanya, ia mendapati ibunya sudah tak bernyawa. Sambil berteriak dan menangis, Al-Husain menciumi kaki ibunya, Al-Hasan meletakkan pipinya di wajah ibunya, “Ya ummah kallimini.....ummah kallimini ..... ana ‘azizuki al-Husain (wahai ibu, bicaralah kepadaku…bicaralah kepadaku…aku putera kesayanganmu al-Husain).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali pun jatuh tersungkur tak sadarkan diri di perkarangan masjid Madinah, ketika mendengar kepergian Fathimah. Kaki yang tegap ketika di Badar, tubuh yang kekar ketika di Khaibar, akhirnya tak kuasa menahan derita perpisahan dengan semerbak wewangian surga Fathimah al-Kautsar. Beliau berkata, “Aro ‘ilaluddunya alayya katsirotan wa shohibuha ba’dal mamati ‘alilun”. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Fathimah hanya meminta Ali menyolatkan dan menguburkannya, dikarenakan beliau telah membersihkan dirinya dan telah menyuruh Asma' mengkafaninya, dikarenakan kasih sayang Fathimah kepada Ali suaminya, agar beliau tak melihat bekas luka dirusuknya yang patah. Beliau khawatir Ali semakin bertambah kesedihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun tiba, sekelompok kecil orang yang diizinkan Fathimah berjalan mengusung jenazah putri nabi. Alipun meminta Abu Dzar untuk mengusungnya karena beliau tak mampu berjalan dengan keranda Sayyidatun Nisa’ di pundaknya. Usai pemakaman Ali meminta Abu Dzar membawa pulang kedua putranya dan meninggalkan dirinya sendiri di pusara istrinya. Ketika tak seorangpun berada di kubur Fathimah, Ali menghadap ke kubur Rasulullah seraya berkata, “Assalamu ‘alaika ya Rasulullah. Salam atasmu wahai Nabi Allah, aku dan putrimu sekarang berada di pekaranganmu. Tak lama lagi putrimu akan bertemu denganmu, wahai junjunganku. Sahabatmu yang tulus ini masih mampu bersabar berpisah dengannya, namun yang membuat aku lemah kelak putrimu akan memberitahukan kepadamu tentang penyelewengan umatmu dan tindakan mereka yang menyakiti putrimu. Tak lama lagi ia akan menemuimu untuk menceritakannya kepadamu. Salam sejahtera dariku, seorang yang amat mencintaimu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-7132713352737283573?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/7132713352737283573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/rintihan-suci-putri-nabi-maqtal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7132713352737283573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7132713352737283573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/rintihan-suci-putri-nabi-maqtal.html' title='Rintihan Suci Putri Nabi : Maqtal Fathimah az Zahra'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5GEAe3YAgI/AAAAAAAAAEM/nZSRFpE97JY/s72-c/342_Picture_090.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-245249674464073040</id><published>2010-03-05T04:26:00.011+07:00</published><updated>2010-03-05T05:14:47.324+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pecinta Rasulullah'/><title type='text'>Benarkah Kita Mencintai Rasulullah SAW ??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AlvEL-gMI/AAAAAAAAADE/CLkUX6_s4RY/s1600-h/benarkah-kita-mencitai-rasulullah-s-a-w.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 158px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AlvEL-gMI/AAAAAAAAADE/CLkUX6_s4RY/s320/benarkah-kita-mencitai-rasulullah-s-a-w.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444893439998984386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sambutan Maulidur Rasul yang baru saja di sambut oleh umat Islam seluruh dunia menjadi salah satu hari kebesaran Islam yang disambut meriah di Seluruh Dunia . Walaupun Nabi Muhammad SAW telah lama meninggalkan kita sejak 1,430 yang lalu, tetapi dengan cinta kasih kita kepada baginda serta sunnah baginda, maka kita merasakan seolah-olah baginda masih hidup berada bersama kita.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AmgT7nh-I/AAAAAAAAADM/eH5cNuRbZGE/s1600-h/picture1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AmgT7nh-I/AAAAAAAAADM/eH5cNuRbZGE/s320/picture1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444894286038927330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AmuIsU7BI/AAAAAAAAADU/nG9BvQLtrP0/s1600-h/picture2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AmuIsU7BI/AAAAAAAAADU/nG9BvQLtrP0/s320/picture2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444894523540171794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad adalah satu-satunya Rasul yang telah menyelesaikan tugas dan menyempurnakan amanah pekerjaan sewaktu hayat baginda. Baginda telah membawa kepada kita risalah Allah dengan berbagai cara diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;   :  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menyampaikan perintah dan panduan Allah SWT melalui wahyu Qur’ani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua &lt;/span&gt;    :  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menghidupkan wahyu-wahyu Allah dengan sempurna melalui perbuatan, perkataan dan pengakuannya atau apa yang dinamakan sebagai sunnah nabawiyah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan akhlak Rasulullah SAW sebagaimana yang dicerminkan di dalam al-Quran, wajib di ambil tauladan secara mutlak dan di taati oleh manusia  sepanjang kehidupan ini. Firman Allah SWT di dalam Surah at-Taghaabun, ayat 12 yang bermaksud :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan taatlah kamu kepada Allah serta taatlah kepada &lt;br /&gt;Rasulullah; maka kalau kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas nyata”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat diatas, Allah SWT menegaskan bahwa perintah mentaati Rasulullah SAW adalah berarti mentaati Allah SWT , dan mengingkari baginda berarti juga mengingkari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5ApSrbhviI/AAAAAAAAADc/-mzrh03j7rw/s1600-h/picture3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5ApSrbhviI/AAAAAAAAADc/-mzrh03j7rw/s320/picture3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444897350363495970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukti penegasan ‘taat kepada Rasulullah’ ini terdapat di dalam kalimat syahadah. Kalimat ini mensyaratkan bahwa seseorang tidak boleh menganut Islam jika hanya mengaku beriman kepada Allah SWT tanpa mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW. Ini menggambarkan satu istinbat mutlak bahwa makna mencintai Rasulullah SAW adalah dengan mentaati keseluruhan ajaran baginda. Pada masa sama ia membawa kita mencintai Allah SWT. Oleh itu, beriman kepada para Rasul Allah adalah wajib dan menjadi tiang kekuatan akidah Islam. Sesiapa yang mengingkari perintah Rasul berarti dia keluar dari lingkaran keimanan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AqD7Eom4I/AAAAAAAAADk/9Y5gpXa9lIY/s1600-h/picture4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AqD7Eom4I/AAAAAAAAADk/9Y5gpXa9lIY/s320/picture4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444898196376034178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selaras dengan ikrar yang kita lafazkan dalam syahadah, maka menjadi tanggung jawab umat Islam sekalian bahwa semua ajaran al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW hendaklah dipatuhi dan diamalkan. Jika kita mengabaikan pelaksanaan perintah-perintah Allah dan suruhan Rasul-Nya, maka Allah akan jauh daripada kita. Ini berarti iman kita mulai lemah dan kelemahan iman ini memberi ruang kepada musuh Allah dan syaitan mendekati bahkan mempengaruhi kita dalam membuat keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak mengherankan ada di kalangan umat Islam yang mengaku beriman dengan Allah dan RasulNya, tetapi pada masa sama telah mentafsir Islam mengikut hawa nafsu. Mereka sanggup melakukan tindak-tanduk mengikut kemauan sendiri dan akhirnya perbuatan tersebut kelihatan janggal,di hadapan khalayak ramai. Besarnya pengaruh nafsu dan peranan syaitan dalam kehidupan ini terbukti apabila mereka tanpa segan selalu mengutamakan kepentingan diri, mengutamakan kebendaan walaupun nyata berbanding dengan al-Quran dan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5ArHAb86EI/AAAAAAAAADs/jRQMwA7dLbY/s1600-h/picture5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5ArHAb86EI/AAAAAAAAADs/jRQMwA7dLbY/s320/picture5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444899348867246146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Persoalan besar timbul ialah bagaimana bentuk dan pengukuran bahwa kita tergolong orang Islam yang benar-benar mencintai Rasulullah SAW? Banyak orang mengakui cinta kepada Rasulullah tetapi tidak tahu bentuk dan hakikatnya. Cinta yang jujur akan menggerakkan seluruh perasaan dan kelakuan manusia untuk membuat sesuatu sebagai cermin kehidupannya yang selari dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat dalam membuktikan kecintaan mereka kepada Rasulullah dan sunnahnya telah sanggup berkorban nyawa, rela kehilangan harta kekayaan, anak-anak, ibu bapak dan status diri, demi mempertahankan perjuangan suci bersama Rasulullah. Nama-nama besar seperti Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar al-Khattab, Sayyidina Ustman, Sayyidina Ali dan masih banyak lagi para syuhada’ dan golongan solihin baik lelaki dan wanita telah membuktikan kasih sayang yang amat sangat kepada Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AsA0ai34I/AAAAAAAAAD0/NDVqFl_FfKg/s1600-h/picture6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AsA0ai34I/AAAAAAAAAD0/NDVqFl_FfKg/s320/picture6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444900342072532866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AsBB2uNyI/AAAAAAAAAD8/AVNUcHjIe7M/s1600-h/picture7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AsBB2uNyI/AAAAAAAAAD8/AVNUcHjIe7M/s320/picture7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444900345680377634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun umat Islam menyambut Maulidur Rasul dalam berbagai bentuk. Kadangkala sambutan yang dibuat itu mendapat kritikan hebat kerana kualiti keberhasilan natijahnya yaitu sejauh mana sambutan ini dapat menjaga peningkatan dalam penghayatan dan ketaatan dalam melaksanakan ajaran yang di bawa oleh Rasulullah SAW.  Program Maulidur Rasul ini pada dasarnya adalah sebagian daripada aktiviti dakwah. Ia bertujuan untuk mentarbiyah, membimbing dan memperingatkan umat Islam agar menghargai apa yang dikurniakan oleh Allah SWT. Salah satu pengajaran itu ialah memperingati perjuangan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pesuruh Allah  yang paling berjaya menegakkan ajaran Allah, Rasul terakhir, tokoh teragung sepanjang abad di dunia dan akhirat kerana membawa perubahan besar kepada lanskap akidah seluruh hidup manusia di dunia. Malah hingga ke hari ini peribadi suci Rasulullah SAW masih dikagumi musuh-musuh Islam, seolah-olah baginda masih hidup walaupun seribu tahun lebih telah meninggalkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sambutan Maulidur Rasul yang diberi liputan meluas dalam media cetak dan media elektronik memberi peluang kepada rakyat berbagai agama di seluruh dunia memperingati seorang insan terpilih, memahami gaya kepimpinan, memahami akhlaknya dan memahami dasar politik, ekonomi dan sosial untuk kita teruskan dan hayati. Hakikatnya sambutan Maulidur Rasul adalah suatu peringatan, suatu tazkirah yang bertepatan dengan firman Allah SWT dalam Surah adz-Dzaariyat, ayat 55 yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;“Dan tetap tekunlah engkau memberi peringatan, karana sesungguhnya peringatan itu mendatangkan faedah kepada orang yang beriman.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirah baginda SAW ini hendaklah diulang dan dikaji , dirujuk dan disuburkan setiap masa, supaya kekal dalam ingatan dan jiwa manusia. Sambutan yang diadakan bukan sekadar untuk bermain-main, bersenda gurau, atau mengisi masa kosong, tetapi lebih kepada mencapai suatu tugas yang perlu kita laksanakan, berbentuk amanah yang perlu kita tunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun mimbar sangat  kesal jika sambutan yang diadakan setiap tahun ini, tidak di hayati sepenuhnya dengan pengisian yang tepat oleh umat Islam. Bahkan lebih menyedihkan lagi ialah pada satu masa kita mengagungkan Rasulullah SAW dan pada masa yang lain pula kita bersifat dua muka, bertukar rupa dengan melakukan perkara yang dilarang oleh Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran, ayat 31 yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Katakanlah: Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam at-Tirmidzi pula meriwayatkan bahwa Abdullah bin Mughaffal r.a. berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Seseorang telah datang menemui Nabi SAW dan berkata: “Demi Allah, saya sangat kasih kepada-Mu, Ya Rasulullah”. Jawab Nabi SAW: “Perhatikan benar-benar perkataanmu itu”. Orang itu berkata: “Demi Allah, saya cinta kepadamu, Ya Rasulullah (di ulangi sampai tiga kali)”. Maka Nabi SAW bersabda: “Jika benar kamu cinta-kasih kepadaku, maka bersiap-sedialah menghadapi kemiskinan-kesusahan, persiapkan dirimu dengan baju (benteng iman) yang kukuh (agar dapat menghadapi segala kemungkinan susah payah), kerana kemiskinan-susahpayah itu lebih cepat datangnya kepada orang yang cinta-kasih kepadaku melebihi kecepatan (air) banjir ke dalam jurang (lembah yang dalam).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terakhir , bimbinglah keluarga kita dalam mempertingkatkan kasih sayang dan mencintai Rasulullah SAW supaya generasi Islam terus subur berpegang akidah dan berpegang kuat kepada ajaran Islam. Bagi menentukan sambutan Maulidur Rasul memberi keberhasilan yang tinggi kepada  negara dan rakyat, maka terdapat 5 landasan untuk menentukan kejayaannya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Auvoh_FhI/AAAAAAAAAEE/JZp2nIXJoXQ/s1600-h/picture9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Auvoh_FhI/AAAAAAAAAEE/JZp2nIXJoXQ/s320/picture9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444903345359623698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah S.W.T. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan hari Kami bangkitkan di kalangan setiap umat, seorang saksi ke atas mereka, dari mereka sendiri, dan Kami datangkanmu untuk menjadi saksi terhadap mereka ini, dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an menjelaskan tiap-tiap sesuatu dan menjadi petunjuk, serta membawa rahmat dan berita yang menggembirakan bagi orang Islam.”(Surah an-Nahl:89)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-245249674464073040?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/245249674464073040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/benarkah-kita-mencintai-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/245249674464073040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/245249674464073040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/benarkah-kita-mencintai-rasulullah-saw.html' title='Benarkah Kita Mencintai Rasulullah SAW ??'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AlvEL-gMI/AAAAAAAAADE/CLkUX6_s4RY/s72-c/benarkah-kita-mencitai-rasulullah-s-a-w.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-5942761837582571136</id><published>2010-03-05T04:05:00.002+07:00</published><updated>2010-03-05T04:19:59.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat ILmu'/><title type='text'>Memelihara Diri (Maqam Ri'ayah)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Aj-MwPscI/AAAAAAAAAC8/PmNKtXAHZSg/s1600-h/al-quran-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Aj-MwPscI/AAAAAAAAAC8/PmNKtXAHZSg/s200/al-quran-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444891500973371842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang menjaga hatinya dari kelalaian dalam berdzikir, melindungi dirinya dari jerat syahwat, serta menjaga akalnya dari penyimpangan, dia akan dikelompokkan kedalam golongan mereka yang hidup hatinya. Kemudian bagi mereka yang menjaga diri dari memanfaatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi, yang memelihara keimanannya dari bid’ah-bid’ah yang merusak, serta memelihara hartanya dari sesuatu yang haram, maka dirinya akan dikelompokkan kedalam golongan orang-orang yang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (semoga kedamaian tercurah atas diri beliau dan keluarganya) bersabda, “Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap laki-laki dan perempuan yang beriman.” Ketahuilah bahwa ilmu yang dimaksud dalam hadits itu yang paling utama adalah ma’rifat an nafs (ilmu pengetahuan tentang hakikat diri manusia), ilmu yang membawa manusia agar dapat bersyukur kepada Allah Ta’ala. Oleh karena itu sangatlah penting bagi semua manusia, agar dalam setiap kondisi hidupnya senantiasa memanjatkan puji syukur ke Hadhirat Ilahi dan memohon ampunan dari kelalaiannya dalam bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketahuilah jika Allah menerima syukur seorang hamba maka itu berarti Dia berkenan melimpahkan karunia-Nya kepada sang hamba. Namun jika syukur seorang hamba ditolak, maka hal itu berarti Allah berkehendak untuk menampakkan sifat Maha Adil (agar sang hamba berusaha lebih keras lagi untuk dapat bersyukur). Setiap orang harus menyadari pentingnya bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah dan mengungkapkan rasa syukur, serta bersungguh-sungguh dalam menjaga diri dari melakukan dosa, serta menjauhi penyebab-penyebab kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai kondisi seperti itu, dasarnya adalah engkau harus menyadari kemudian mengungkapkan kebutuhan serta kebergantunganmu secara total kepada Allah Ta’ala, bahwa engkau membutuhkan perhatian Allah, dan bahwa ketaatan kepada Allah adalah kebutuhanmu.&lt;br /&gt;Dan kunci dari semuanya itu adalah pemasrahan dirimu kepada Allah, menghapuskan angan-angan dan khayalanmu dengan banyak mengingat kematian, serta menumbuhkan kesadaran bahwa dalam setiap saat sesungguhnya engkau sedang berdiri dihadapan Yang Maha Perkasa. Dengan melakukan hal ini engkau akan terbebaskan dari jerat-jerat syahwatmu, engkau akan terselamatkan dari musuh-musuhmu, dan jiwamu akan dianugerahi kedamaian. Hakikat dari ketulusan dalam beribadah adalah suatu harmoni yang selaras (antara hati, ucapan, dan perilaku), dan tangga menuju kemerdekaan spiritual adalah engkau mensikapi hidupmu seakan-akan ini adalah hari terakhir yang engkau jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (semoga kedamaian tercurah atas diri beliau dan keluarganya) bersabda, “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah sesaat. Maka jalanilah hidupmu dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerbang kepada kebebasan spiritual ini adalah senantiasa berkhalwat menjauhkan diri dari keduniawian, serta bertafakur secara terus-menerus melakukan perenungan mengenai kesementaraan dunia ini. Adapun inti dari khalwat adalah merasa cukup dengan apa yang telah engkau terima, dan meninggalkan hal-hal yang tidak memiliki manfaat bagi jiwamu. Sedangkan hakikat dari tafakur adalah mengosongkan diri dari hasrat dan keinginan rendahmu, yang merupakan tiang dari kezuhudan. Sempurnanya zuhud adalah ketaqwaan, dan gerbang dari ketaqwaan adalah rasa takut kepada Allah, yang dibuktikan dengan banyak mengagungkan Allah Ta’ala, istiqamah menaati-Nya dengan tulus, serta merasa takut dan waspada agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah semua maqam spiritual ini hanya dapat dilalui jika dirimu dibimbing oleh ilmu (memiliki seorang pembimbing spiritual), Allah Yang Maha Besar Berfirman,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah mereka yang berilmu.”&lt;br /&gt;(Qur’an surah Fathir ayat 28)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-5942761837582571136?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/5942761837582571136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/memelihara-diri-maqam-riayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5942761837582571136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5942761837582571136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/memelihara-diri-maqam-riayah.html' title='Memelihara Diri (Maqam Ri&apos;ayah)'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Aj-MwPscI/AAAAAAAAAC8/PmNKtXAHZSg/s72-c/al-quran-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-7909224642012765297</id><published>2010-03-05T03:58:00.003+07:00</published><updated>2010-03-05T04:02:42.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat ILmu'/><title type='text'>Tundukkan Pandanganmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Af4OxLKcI/AAAAAAAAAC0/gXBeHJ4tXVw/s1600-h/eyeofamuslim.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Af4OxLKcI/AAAAAAAAAC0/gXBeHJ4tXVw/s200/eyeofamuslim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444887000388413890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari kitab "Shahifah as Shadiqiyyah"&lt;br /&gt;Imam Ja'far as Shadiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, tidak ada rangkaian berkah dan manfaat yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan rangkaian berkah dan manfaat yang akan tercurah kepada hamba yang menundukkan pandangannya. Hal ini terjadi jika sang hamba memelihara agar pandangannya tidak tertuju kepada sesuatu yang diharamkan serta tidak disukai Allah, kecuali jika tajalli keagungan dan keindahan telah bersemayam dihati hamba. (Maksud Imam adalah jika seorang hamba yang hatinya telah dirahmati oleh Allah, maka meskipun pandangannya tertuju kepada hal-hal yang tidak baik niscaya hal itu tidak akan mempengaruhi kondisi batin sang hamba. Atau hamba itu melihat sesuatu yang haram dengan tujuan untuk memperbaikinya. Misalnya saja jika seorang hamba melihat perempuan yang membuka auratnya, namun hamba itu tidak tergoda malahan memberikan nasihat kepada si perempuan itu yang dengan rahmat Allah perempuan itu akan menjadi sadar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin kaum beriman, Imam Ali bin Abi Thalib (Semoga kedamaian tercurah kepadanya) pernah ditanya apakah hal yang dapat membantu kita memelihara pandangan, kemudian beliau berkata “Memohon bantuan sambil menghinakan diri ke haribaan Dia Yang mengetahui segala rahasiamu yang baik maupun yang buruk, serta senantiasa mengawasimu.” Ketahuilah, sesungguhnya mata adalah pengawas hati dan utusan akal, oleh karena itu peliharalah pandanganmu dari segala sesuatu yang dapat mempengaruhi keimananmu, segala sesuatu yang tidak disukai hatimu karena dapat merusaknya (hati), serta hal yang ditolak oleh akal karena dapat mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Nabi suci (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya) bersabda, “Tundukkan (pelihara) pandanganmu, niscaya engkau akan menyaksikan keajaiban-keajaiban spiritual.”&lt;br /&gt;Allah Ta’ala Berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya.”&lt;br /&gt;(Qur’an surah an Nur ayat 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabiyullah 'Isa (semoga kedamaian tercurah atasnya) berkata kepada para pengikutnya, “Berhati-hatilah kalian dari memandang hal-hal yang dilarang, karena hal itu adalah benih-benih syahwat dan dapat menumbuhkan pohon kefasikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabiyullah Yahya (semoga kedamaian tercurah atasnya) berkata, “Lebih baik aku mati daripada terlena dalam menyaksikan hal-hal yang buruk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Abdullah bin Mas’ud pernah berkata kepada seseorang yang matanya terbelalak ketika menjenguk seorang perempuan yang sedang sakit, “Lebih baik engkau kehilangan matamu daripada melihat seorang perempuan sakit dengan penuh syahwat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali seseorang memandang hal-hal yang dilarang, maka pada saat itu hasrat buruk terikat dihati dan mengotorinya. Ikatan itu hanya bisa diputuskan oleh dua sebab, yang pertama adalah tangis penyesalan dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, atau yang kedua adalah menyadari kesalahan perbuatannya dan menebusnya dengan amal baik. Dan jika orang itu tidak sungguh-sungguh menyadari dan menebus perbuatan buruknya, maka tempat kembalinya adalah neraka. Sedangkan bagi mereka yang bertaubat dengan sungguh-sungguh maka balasannya adalah dimasukkan kedalam taman kebahagiaan, di tempat yang diridhai oleh Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-7909224642012765297?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/7909224642012765297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tundukkan-pandanganmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7909224642012765297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7909224642012765297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tundukkan-pandanganmu.html' title='Tundukkan Pandanganmu'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5Af4OxLKcI/AAAAAAAAAC0/gXBeHJ4tXVw/s72-c/eyeofamuslim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-6993734735305743242</id><published>2010-03-05T03:49:00.003+07:00</published><updated>2010-03-05T03:53:49.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat ILmu'/><title type='text'>Hakikat ILmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AdqwXPzwI/AAAAAAAAACs/de1VOLVel8M/s1600-h/ILMU+GHAIB+PAGANSHOP1.COM"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AdqwXPzwI/AAAAAAAAACs/de1VOLVel8M/s320/ILMU+GHAIB+PAGANSHOP1.COM" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444884569865047810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;lmu adalah landasan dari segala hal yang mulia, serta titik tumpu dari setiap maqam (derajat) spiritual yang tinggi. Oleh karena itulah Rasulullah Sang Nabi suci (semoga kedamaian tercurah atasnya dan atas keluarganya) bersabda, “Telah menjadi kewajiban bagi seluruh Muslim, laki-laki dan perempuan, untuk menuntut ilmu.” Ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang menunjang ketaqwaan serta memperkokoh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali (semoga kedamaian tercurah atasnya) berkata, “Carilah ilmu meskipun engkau harus pergi ke negeri Cina.” Dan ilmu yang dimaksud oleh Imam Ali (semoga kedamaian tercurah atasnya) adalah ilmu spiritual atau ma’rifat tentang jiwa manusia, yang didalamnya tersimpan hakikat pengetahuan tentang Tuhan. Sang Nabi suci, Muhammad (semoga kedamaian tercurah atasnya dan atas keluarganya) bersabda, “Barangsiapa mengenal dirinya, niscaya dia akan mengenali Tuhannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun meskipun begitu, kalian semua harus tahu bahwa sekedar memperoleh pengetahuan saja tanpa ada pengamalan tidaklah dibenarkan, disamping itu diperlukan keikhlasan dalam mengamalkan ilmu. Sang Nabi suci, Muhammad (semoga kedamaian tercurah atasnya dan atas keluarganya) dalam munajatnya bersabda, “Yaa Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.” Kita semua berlindung dari ilmu yang tidak disertai pengamalan serta dari amal yang tidak disertai keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai murid-murid yang aku kasihi, ilmu yang sedikit akan menuntut pengamalan yang banyak, karena ilmu ukhrawi (spiritual) menuntut seseorang untuk beramal sepanjang hidupnya. Nabiyullah Isa (semoga kedamaian tercurah atasnya) berkata, “Pada sebuah batu aku lihat ada tulisan yang berbunyi “Balikkanlah aku” maka aku membalikkan batu itu. Dibalik batu tersebut tertulis “Barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmu yang diketahuinya niscaya dia akan menyesal, dan ilmu itu akan berbalik menuntutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT Berfirman kepada Nabi Daud (semoga kedamaian tercurah atasnya), “Balasan yang Aku timpakan kepada orang yang tidak mengamalkan ilmunya adalah lebih berat daripada tujuh puluh siksaan batin, yakni Aku akan mencabut kenikmatan berdzikir dari hatinya.” Ketahuilah, tidak ada jalan menuju Allah kecuali dengan ilmu, dan ilmu adalah perhiasan manusia di alam dunia ini serta kendaraan yang akan membawanya ke surga, kemudian jika seorang manusia memperoleh hakikat ilmu maka Allah Ta’ala akan melimpahkan keridhaan-Nya kepada orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengetahui hakikat ilmu adalah dia yang amal shalehnya, kesucian munajatnya, kejujurannya, serta ketaqwaannya yang berbicara. Bukan orang yang hanya berbicara melalui mulutnya, pandai berdebat, pintar berdiskusi, atau orang yang mengeluarkan pengakuan-pengakuan. Sebelum masa sekarang ini, para penuntut ilmu adalah mereka yang mempergunakan akal sehatnya, orang-orang yang shaleh, bijaksana, rendah hati, dan senantiasa waspada. Namun yang kita saksikan pada masa sekarang ini, para penuntut ilmu tidaklah memiliki karakter-karakter tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berilmu membutuhkan kecerdasan, keramahan, kesetiaan, kefasihan, kasih sayang, kesabaran, kesederhanaan, serta totalitas. Sementara itu orang yang belajar membutuhkan hasrat yang tulus terhadap ilmu, cita-cita yang luhur, pengorbanan (waktu, biaya dan energi) keshalehan, kewaspadaan, daya ingat, dan keteguhan hati.&lt;br /&gt;(Diambil dari kitab "Shahifah as Shadiqiyyah" Imam Ja'far as Shadiq)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-6993734735305743242?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/6993734735305743242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/hakikat-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/6993734735305743242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/6993734735305743242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/hakikat-ilmu.html' title='Hakikat ILmu'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S5AdqwXPzwI/AAAAAAAAACs/de1VOLVel8M/s72-c/ILMU+GHAIB+PAGANSHOP1.COM' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-7751173852468520499</id><published>2010-03-04T05:50:00.002+07:00</published><updated>2010-03-04T05:57:03.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Sufi'/><title type='text'>Pasrah  Bukan Berarti Menyerah</title><content type='html'>Amir dan Budi sedang berenang di pinggir pantai, Amir adalah&lt;br /&gt;seorang juara renang, kemampuan menyelamnya pun patut diacungi jempol. Sedangkan Budi, ia hanya bisa berenang dengan gaya asalan, yang penting bisa mengambang dan tidak tenggelam. Semakin asik mereka berenang, tanpa mereka sadari sudah berada jauh dari pantai. Sambil mengambang, dengan mimik gelisah, Budi mengajak Amir balik ke pantai. Melihat ketakutan sahabatnya, Amir yang jagoan renang malah menertawakannya. Tetapi tiba-tiba cuaca berubah, langit mendung dan berawan, angin mulai berhembus kencang, dan gelombang mulai menjadi ombak. Tubuh mereka mulai dihantam gelombang pasang, dan arus mulai menyeret menuju ke&lt;br /&gt;tengah lautan. Spontan mereka berdua mulai panik dan berusaha berenang ke arah pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_7zfbZ2jeug4/SR7rOMFVWPI/AAAAAAAAALI/fhYCkzkYujQ/s320/Sea+Storm-712371.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_7zfbZ2jeug4/SR7rOMFVWPI/AAAAAAAAALI/fhYCkzkYujQ/s320/Sea+Storm-712371.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdua mereka berenang menembus gelombang dan badai. Tapi apa yang terjadi? Mereka hanya berenang di tempat! Arus gelombang membuat mereka tidak bisa melaju. "Ah kiranya ajalku sudah tiba... Oh Tuhan, berilah hamba kekuatan...", doa Budi dalam ketakutan, karena dirinya sudah tidak kuat lagi bertahan. Dilihatnya Amir di depan terus berenang dengan semangat dan tanpa berhenti. "Aku seorang juara renang, tak mungkin kalah dengan sedikit gelombang! Akan ku kalahkan, pasti aku akan sampai di pantai!", pikir Amir sambil terus berenang. Akhirnya, dengan badan yang sudah lelah, Budi hanya berusaha mengambang dan pasrah mengikuti arus dan gelombang. Perlahan, tubuh Amir sahabatnya hilang dari pandangan... "Selamat tinggal sahabatku, selamat tinggal semuanya, mungkin kini tiba ajalku...", pikir budi dalam kepasrahan. Beberapa waktu kemudian, ternyata cuaca mulai menjadi cerah, badai dan gelombang pun reda. Melihat hal ini, Budi yang masih mengambang mengikuti gelombang, mulai bersemangat kembali, "Ha...ombak menghilang, dan disana, bisa kulihat pantai, aku harus berenang sekarang!". Dan Budi dengan perlahan berenang di air yang tenang, dan mencapai pantai dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba di pantai, ia berseru memanggil sahabatnya Amir, tapi Amir tak tampak. Ia kemudian bertanya pada beberapa pengunjung dan nelayan yang ada disana, tapi mereka pun tidak merasa melihat sahabatnya. Ia mulai panik, kemana Amir pergi, atau jangan-jangan...... "Ah... tidak mungkin, Amir juara renang, ia pasti akan selamat sampai di pantai", pikir Budi dalam hati. Tiba-tiba, di kejauhan, ia mendengar orang-orang berteriak. Tanpa berpikir panjang, ia segera berlari menuju kerumunan orang. Dan ketika ia tiba... ia melihat sahabatnya sudah terlentang, terbujur kaku, tanpa napas... Budi menangis, tak mampu berucap, dipandangnya semua orang, dan dari kerumuan seorang Bapak berkata, "Ketika ditemukan, ia sudah tidak bernyawa, terseret ombak, mungkin ia terus berenang menembus gelombang, menentang kekuatan alam......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan gelombang dan badai kehidupan, kapan ia datang, tak bisa diramal pasti. Semua orang tanpa kecuali pasti menghadapi, tak mungkin bisa dihindari. Haruslah cermat untuk berhitung, kekuatan badai yang kita lawan, bila ia terlalu kuat untuk diterjang, tenangkan hati, jangan terlalu memaksakan diri, karena bila terus dilawan, badan akan lelah dan frustasi muncul dipikiran. Ada kalanya, sehebat apaun seseorang, ia harus pasrah sejenak, membiarkan dirinya mengikuti arus gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukanlah kekalahan, tapi inilah saatnya kita bertahan. Pada saatnya nanti, ketika gelombang dan badai mulai mereda dan keadaan menjadi tenang, pasti muncul peluang dan kesempatan. Saat itu, jangan sia-siakan, jangan terlena, segera lanjutkan perjalanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-7751173852468520499?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/7751173852468520499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/pasrah-bukan-berarti-menyerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7751173852468520499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7751173852468520499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/pasrah-bukan-berarti-menyerah.html' title='Pasrah  Bukan Berarti Menyerah'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_7zfbZ2jeug4/SR7rOMFVWPI/AAAAAAAAALI/fhYCkzkYujQ/s72-c/Sea+Storm-712371.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-159776281016945083</id><published>2010-03-04T05:44:00.002+07:00</published><updated>2010-03-04T05:50:19.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Sufi'/><title type='text'>Makna Do'a</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_RuUspjtSrNg/SJ66aDhAd2I/AAAAAAAAACc/2ubMDDebLmc/s320/berdoa%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_RuUspjtSrNg/SJ66aDhAd2I/AAAAAAAAACc/2ubMDDebLmc/s320/berdoa%5B1%5D.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid duduk berdoa siang dan malam, berhenti sejenak hanya untuk makan dan beristirahat, lalu dilanjutkan lagi dengan berdoa. Semua sahabat yang melihatnya merasa kagum dan memuji dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru yang mendengar hal ini mendatangi muridnya dan bertanya mengapa si murid berdoa terus tanpa henti. "Saya berdoa terus untuk mencapai surga!" jawab si murid mantap. Sang guru yang mendengar jawaban ini hanya menggangguk-anggukan kepala, dan pergi berlalu. Beberapa saat kemudian sang guru datang kembali dengan membawa sebuah genteng atap dan selembar kertas amplas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru kemudian duduk disebelah guru yang sedang berdoa dan mulai menggosok genteng yang dibawanya dengan amplas. Si murid heran melihat tingkah laku gurunya, lalu bertanya mengapa sang guru mengamplas genteng. Sang guru menjawab dengan tenang, "Saya sedang menggosok genteng sampai menjadi kaca!". Si murid bertanya sambil tertawa, "bagaimana mungkin genteng digosok bisa menjadi kaca?". Sang guru tersenyum balas menjawab, "kalau hanya dengan berdoa bisa masuk ke surga, tentu genteng juga bisa menjadi kaca..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah kita berdoa, karena berdoa bisa menenangkan jiwa. Tapi doa akan menjadi kehilangan makna ketika doa hanya dijadikan satu-satunya sarana untuk menggapai surga. Doa tidak perlu dibanggakan, karena doa adalah rahasia dengan Sang Pencipta. Doa menjadi nyata ketika ia selaras dengan pikiran dan tindakan. Hindari segala kejahatan, praktekkan kebenaran dan kebajikan, kembangkan cinta dan kasih, sucikan hati dan pikiran, maka semua doa yang pernah diucapkan akan menjadi nyata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-159776281016945083?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/159776281016945083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/makna-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/159776281016945083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/159776281016945083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/makna-doa.html' title='Makna Do&apos;a'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RuUspjtSrNg/SJ66aDhAd2I/AAAAAAAAACc/2ubMDDebLmc/s72-c/berdoa%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-7599959432468877631</id><published>2010-03-04T05:37:00.003+07:00</published><updated>2010-03-04T05:43:18.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Sufi'/><title type='text'>Kebodohan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.expertbusinesssource.com/articles/blog/1260000326/20090208/old_man.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 220px;" src="http://www.expertbusinesssource.com/articles/blog/1260000326/20090208/old_man.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki duduk di warung sambil merokok dan meneguk minuman keras, rambutnya sudah memutih, dan keriput mulai terlihat diwajahnya. Seorang tamu yang datang penasaran melihatnya dan bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Kakek, saya lihat badan kakek masih sehat, pasti kakek cuma sesekali minum&lt;br /&gt;minuman keras disini... ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki : "Ah...gak juga, hampir setiap hari, merokok juga kencang..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Pasti kakek jarang begadang, berolahraga setiap hari ya..?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki : "Gak sih... Tiap malam saya begadang dan jarang pulang. Kalau olahraga...gak pernah tuh !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Wah..! hebat benar kakek, memangnya umur kakek berapa ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki : "Umur saya... dua puluh enam...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering orang berpikir, "Ahh..hidup hanya sekali, hanya sebentar, selagi muda, selagi bisa, harus dinikmati, harus dibawa happy...!". Mereka menghabiskan waktu, biaya dan tenaga dengan kesia-siaan, semua dihambur-hamburkan tanpa ada hasil dan manfaat. Apa yang didapat ? Kenikmatan semu dan sesaat. Tetapi efek negatifnya akan muncul satu persatu, mulai dari rusaknya kesehatan, keluarga yang berantakan, mundurnya kemakmuran, dan menurunnya kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://imagecache2.allposters.com/images/pic/BRGPOD/167103~Old-Man-in-Sorrow-1890-Posters.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 250px;" src="http://imagecache2.allposters.com/images/pic/BRGPOD/167103~Old-Man-in-Sorrow-1890-Posters.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjuta alasan mereka kemukaan, karena pengaruh lingkungan, pergaulan, teman, mencari pelarian, dan lain sebagainya. Tetapi alasan utamanya karena kebodohan ! Karena tidak mampu mengontrol pikiran. Tidak ada lagi kecerdasan, tidak ada lagi kejernihan, yang ada tinggal kebodohan. Lawanlah setiap godaan dengan kesadaran, bila tidak, yang tertinggal hanyalah penyesalan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-7599959432468877631?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/7599959432468877631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/kebodohan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7599959432468877631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7599959432468877631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/kebodohan.html' title='Kebodohan'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-5382088868284132447</id><published>2010-03-04T05:24:00.003+07:00</published><updated>2010-03-04T05:36:22.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab Spiritual'/><title type='text'>Tabaruk dan adab hormat kepada Ulama dan Auliya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_RuUspjtSrNg/SJ66aDhAd2I/AAAAAAAAACc/2ubMDDebLmc/s320/berdoa%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_RuUspjtSrNg/SJ66aDhAd2I/AAAAAAAAACc/2ubMDDebLmc/s320/berdoa%5B1%5D.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhamdulillah wassholatu wassalamu 'ala Rasulillah wa 'ala aalihi wasahbihi wa man tabi'ahum bi-ihsanin ilaa yaumiddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PENGENALAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, di kalangan ummat Islam urban, khususnya yang tidak dibesarkan dalam tradisi ulama-santri, penghormatan terhadap persona ulama' atau Awliya' Allah semakin berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya hanya dipandang sebagai sesuatu yang tekstual yang dapat dipelajari dengan cara membaca begitu saja di buku-buku ataupun sumber-sumber online. Padahal sejak 1400 tahun yang lampau, tradisi keilmuan Islam amat mementingkan interaksi langsung antara sang guru, sang ulama dengan murid-muridnya. Dalam interaksi inilah, tersampaikan tidak hanya apa-apa yang tersurat, melainkan juga yang tersirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bagaimana Imam Malik rahimahullah ketika meriwayatkan suatu hadits Nabi sall-Allahu 'alayhi wa alihi wasallam pada murid-muridnya, begitu berhati-hati beliau, dan tak jarang hingga menangis, karena kerinduan mendalam pada persona Nabi sallAllahu 'alaihi wa alihi wasallam yang beliau sampaikan perkataan atau perbuatannya. Jelas adab beliau seperti ini jarang turut termaktub dalam kitab-kitab beliau, kecuali kalau kita berguru pada mereka-mereka yang memang memiliki jalur keilmuan hingga beliau, yang mewarisi tidak hanya ilmu beliau, tetapi juga adab beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterasingan ummat Islam saat ini akan adab-adab seperti ini, salah satunya adalah karena derasnya arus reformasi menyesatkan dari salah satu aliran Islam yang muncul beberapa ratus tahun lalu di Najd [daerah timur semenanjung Arabia]. Aliran Islam ini, akhir-akhir ini dengan berbagai bentuknya, dengan dukungan pendanaan dan organisasi yang hebat semakin deras mencuci otak sekalangan ummat Islam hatta mereka yang tadinya dibesarkan dalam tradisi Ahlussunnah al Jama'ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, tradisi luhur Ahlussunnah wal Jama'ah berupa adab penghormatan terhadap Awliya' dan Ulama' serta barang maupun anggota badan mereka, yaitu praktik "Tabarruk", dianggap sebagai suatu perbuatan syirik oleh mereka, suatu dosa besar yang tak diampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah tuduhan mereka seperti itu? Apa sebenarnya hakikat syirik, dan apa pula hakikat ber-adab serta bertabarruk? Samakah antara keduanya sehingga mereka yang menjalankan praktek tabarruk serta merta dapat dihukumi syirik? Jadi, apakah syirik itu? Sebagai muslim dan mukmin, insya Allah, kita telah memahami, bahwa salah satu makna kalimat tauhid, Laa ilaha IllaLlah, adalah "laa ma'buuda illaLlah", tidak ada yang patut disembah kecuali Allah. Juga tidak ada yang patut dijadikan tujuan kecuali Allah ["Laa Maqshuuda illaLlah"]. Sedangkan syirik, sebagai kebalikan dari Tauhid, adalah menjadikan sesuatu selain Allah, yaitu makhluk ciptaan Allah, sebagai sesuatu yang disembah pula di sisi Allah. Na'udzu billah min dzalik. Subhanallah. Maha Suci Allah yang tidak memerlukan seorang penolongpun di sisi-Nya, dan tak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya.Berangkat dari makna tawhid dan syirk mendasar tersebut, agak naif, jika kemudian penghormatan pada hamba-hamba Allah yg shalih-,ditafsirkan sebagai suatu perbuatan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ANTARA PENGHORMATAN DAN PENYEMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat terhadap Ulama dan Awliya Allah, perlulah kita bedakan antara "penghormatan" dengan "penyembahan atau pengabdian", antara "respect" dengan "worship". Seluruh Muslim tahu bahwa Atribut ketuhanan atau "Lordship" atau "Uluhiyyah" hanyalah milik Allah 'Azza wa Jalla. Tapi kita dapat dan bahkan diwajibkan dalam Islam untuk memberi penghormatan pada sesama makhluk Allah dalam level yang berbeda-beda, sesuai dengan sebab yang ditentukan Allah SWT.Untuk memperjelasnya insya Allah, akan kita beberkan beberapa dalil nash shahih di bawah. Namun sebelumnya, izinkan saya memberikan sedikit ilustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika, misalnya, saya diundang oleh tiga orang berbeda. Sebut saja misalnya 1) adik angkatan saya ("yunior") si Fulan, 2) Pak Abdullah yang relatif sebaya (kolega) saya, dan 3) Prof. X, yang adalah supervisor kerja saya.Jelas, dalam memenuhi undangan mereka masing-masing, tidak dapat saya perlakukan secara sama. Kepada si Fulan, yang notabene adalah yunior saya, mungkin saya cukup memenuhi adab (etika) standar, misalnya berpakaian menutup aurat, datang tepat waktu, sekalipun nyaris terlambat, atau malah boleh terlambat, asalkan saya menelponnya lebih dahulu.Terhadap Pak Abdullah, yang relatif sepantar dan sebaya, saya harus tingkatkan adab saya. Selain, adab standar, saya harus berusaha tepat waktu, menjaga perasaan beliau agar tidak tersinggung, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk memenuhi undangan Prof. X (misal saat saya baru kenal dengan beliau), saya lebih mesti berhati-hati. Saya mesti menyiapkan jas, pakai dasi kalau perlu. Persiapkan apa yang mesti dibicarakan. Datang lebih awal. Lebih baik kita yang menunggu daripada ditunggu, dll. Apalagi, kalau yang mengundang adalah perdana menteri Belanda misalnya. Wah, tentu harus lebih awal dan penuh kehati-hatian dalam persiapannya.Demikian pula perlakuan yang mesti kita berikan pada orang tua kandung kita, guru, dengan orang yang lebih tua yang baru kita temui di jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas masing-masing ada beda adab. Terhadap orang tua kita cium tangannya, jangan membantah, dll. Terhadap guru kita taati nasihatnya dan berlaku sopan (bahkan hormat terhadap guru yg kafir pun adalah ajaran Islam). Adapun terhadap orang yang lebih tua yang biasa, kita bisa pakai adab hormat yang standar.Demikian sekedar ilustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ADAB HORMAT TERHADAP ULAMA DAN AWLIYA: TINJAUAN NAQL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun adab hormat terhadap Ulama atau Awliya Allah ini yang perlu diingatkan kembali. Sebetulnya dengan membaca ilustrasi dan contoh di atas, adalah wajar jika kita menaruh hormat pada para 'ulama atau awliya Allah ini mengingat kedudukan mereka yang tinggi di sisi Allah. Berikut saya kemukakan beberapa dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. dalam suatu hadits diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (5:323), dan juga oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1:122), dan ia menyatakannya shahih, dan ini disetujui oleh Imam Al-Dhahabi,&lt;br /&gt;Nabi SallAllahu 'alayhi wasallam bersabda:"Man lam yuwaqqir kabirana wa lam yarham saghirana fa laysa minna."&lt;br /&gt;"Barangsiapa tidak menaruh hormat pada orang yang lebih tua di antara kami atau tidak mengasihi yang lebih muda, tidaklah termasuk golongan kami". Ini yang disebut "tawqir an-Naas", menghormati manusia lain, dan mesti disesuaikan dengan status manusia tersebut, khususnya di mata Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam hadits lain ; "anzilu al-nasa manazilahum". "Berikan pada manusia sesuai dengan status/kedudukan mereka" diriwayatkan oleh Muslim dalam bab Introduksi di kitab Shahihnya, tanpa sanad, Sakhawi mengatakan dalam al-Jawahir ad-Durar bahwa hadits ini hasan, dan al-Hakim dalam kitab Ma'rifat ulum al-Hadits mengatakan bahwa hadits ini shahih dan diriwayatkan oleh Ibn Khuzayma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas tidak mungkin menyamakan semua orang, termasuk dalam penghormatannya. Penyamaan penghormatan akan mirip dengan paham Komunisme. Islam tidak mengajarkan demikian. Karena itu adalah wajar, jika misalnya, dalam suatu sesi salat Jumat, saya datang lebih awal, agar dapat membersihkan tempat salat misalnya semata karena khatib salat Jumat yang akan datang lain dari biasanya, atau datang lebih awal agar dpt lebih khusyu' mendengar khutbah dari sang khatib yang lain dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Allah juga memerintahkan "wa la tansaw al-fadla baynakum" (2:237)"Jangan kau lupakan kelebihan/kehormatan di antara kamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. "inna akramakum `indallahi atqakum" (49:13)"Yang paling mulia di sisimu adalah yang paling taqwa di antaramu"&lt;br /&gt;Jelas, kalau kita lihat ada seseorang yang mesti kita hormati karenataqwa-nya kepada Allah, ya, kita mesti menghormati dia sesuai dengan kehormatan yang Allah karuniakan padanya seperti tersebut dalam ayat ini.Dalam suatu hadits Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. "Al-Ulama-u waratsatul Anbiya" "Ulama adalah pewaris Nabi", diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya sebagai mu'allaq, dan juga oleh Ahmad (5:196), diriwayatkan pula oleh Tirmidhi, Darimi, Abu Dawud, Ibn Hibban, Ibn Majah, Bayhaqidalam kitabnya Syu'abul Iman ("Cabang-cabang Iman), dan juga oleh lainnya. Sudah sepantasnya kita menghormati mereka dengan penghormatan setinggi-tingginya .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-5382088868284132447?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/5382088868284132447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tabaruk-dan-adab-hormat-kepada-ulama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5382088868284132447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5382088868284132447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tabaruk-dan-adab-hormat-kepada-ulama.html' title='Tabaruk dan adab hormat kepada Ulama dan Auliya'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RuUspjtSrNg/SJ66aDhAd2I/AAAAAAAAACc/2ubMDDebLmc/s72-c/berdoa%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-7072110964100601622</id><published>2010-03-04T05:17:00.002+07:00</published><updated>2010-03-04T05:20:52.519+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab Spiritual'/><title type='text'>Surat Al-Ahzab: 56</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://muhammadridwanto.files.wordpress.com/2007/11/taubat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 282px; height: 420px;" src="http://muhammadridwanto.files.wordpress.com/2007/11/taubat.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perintah Bershalawat kepada Nabi saw dan Keluarganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (Al-Ahzab/33: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama dari kalangan mazhab Ahlul bait (as) sepakat bahwa ayat ini diturunkan untuk menegaskan hak Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (as), yaitu perintah bershalawat kepada mereka dan cara bershalawat. Ulama Ahlussunnah juga sepakat kecuali hanya beberapa penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara bershalawat dalam shahih Bukhari, kitab doa, bab bershalawat kepada Nabi saw:&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Abi Layli berkata: Ka’b bin Ujrah menemui aku lalu berkata: Tidakkah kamu diberi hadiah? Nabi saw datang kepada kami, lalu kami berkata: Ya Rasulallah, engkau telah mengajari kami cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: Kalian ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهمّ صلِّ على محمّد وعلى آل محمّد، كما صلّيت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللّهمّ بارك على محمّد وعلى آل محمّد، كما باركت على إبراهيم إنك حميد مجيد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih Bukhari, kitab tafsir, bab ayat ini : Abu Said Al-Khudri berkata, kami berkata: Ya Rasulallah, ini adalah cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: kalian ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهمّ صلّ على محمّد عبدك ورسولك كما صلّيت على آل إبراهيم، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu sebagaimana Engkau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahih Muslim, kitab shalawat kepada Nabi saw sesudah tasyahhud:&lt;br /&gt;Abu Mas’ud Al-Anshari berkata: Rasulullah saw pernah mendatangi kami ketika kami berada di majlis Sa’d bin Ubadah. Kemudian Basyir bin Sa’d berkata kepadanya: Allah Azza wa Jalla memerintahkan pada kami agar bershalawat kepadamu ya Rasulallah, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Lalu beliau diam sepertinya beliau menghendaki kami tidak bertanya tentang hal itu. Kemudian beliau bersabda: Kalian ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صليت على آل إبراهم، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميدٌ مجيد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi keluarga Ibrahim di alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan An-Nasa’i 1/190, bab 52, hadis ke 1289:Musa bin Thalhah dari ayahnya, ia berkata: kami berkata, ya Rasulallah, bagaimana cara bershalawat kepadamu? Beliau menjawab: Kalian ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهمّ صلِّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صلّيت على إبراهيم وآل إبراهيم إنك حميد مجيد ، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وآل إبراهيم إنك حميد مجيد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia; berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan An-Nasa’i 1: 190, bab 52, hadis ke 1291:&lt;br /&gt;Musa bin Thalhah berkata, aku bertanya kepada Zaid bin Kharijah, ia berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Kemudian beliau bersabda: Bershalawatlah kalian kepadaku dan bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, dan kalian ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم صلِّ على محمّد وعلى آل محمّد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahih Ibnu Majah 65, kitab shalat, bab shalawat kepada Nabi saw, hadis ke 906:&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud berkata: Jika kalian bershalawat kepada Rasulullah saw, hendaknya kalian memperbaiki shalawat kepadanya, karena kalian tidak tahu kalau shalawat itu hukumnya wajib. Lalu dikatakan kepadanya: ajarkan kepada kami (tentang cara bershalawat). Ia berkata: kalian ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم اجعل صلاتك ورحمتك وبركاتك على سيد المرسلين. اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد كما صلّيت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد ، اللهم بارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, curahkan shalawat-Mu, rahmat-Mu dan keberkahan-Mu kepada penghulu para Rasul. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathul Bari 13: 441, kitab doa, bab 32, hadis ke 6358:&lt;br /&gt;Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang shalawat ini, pada hari kiamat aku akan menjadi saksi baginya dan memberi syafaat padanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم صل على محمّد وعلى آل محمّد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، وبارك على محمّد وعلى آل محمّد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم ، وترحم على محمّد وعلى آل محمّد كما ترحمت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sayangi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau sayangi Ibrahim dan keluarga Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i (Imam Syafi'i) meriwayatkan dalam Musnadnya:&lt;br /&gt;Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami bershalawat kepadamu? Nabi saw menjawab: kalian ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم صل على محمد وآل محمد كما صليت على ابراهيم وبارك على محمد وآل محمد كما باركت على ابراهيم وآل ابراهيم، ثم تسلمون علي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim; kemudian ucapkan salam kepadaku. (Musnad, jilid 2, halaman 97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ash-Shawa’iqul Muhriqah, hlm 144:&lt;br /&gt;Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa Ka’b bin Ujrah berkata: ketika ayat ini turun kami bertanya kepada Rasulullah saw: Ya Rasulallah, kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana cara bershalawat kepadamu. Nabi saw menjawab: kalian ucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم صل على محمد وآل محمد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Kemudian beliau bersabda: Janganlah kalian bershalawat kepadaku dengan shalawat yang batra’ (puntung). Lalu para sahabat bertanya: Apa shalawat yang batra’ itu. Beliau menjawab: Kalian hanya mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم صل على محمد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad. Tetapi, hendaknya kalian mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم صل على محمد وآل محمد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsirnya Al-Qurthubi menyebutkan beberapa riwayat bahwa ayat ini adalah keharusan menyertakan Ahlul bait ketika bershalawat kepada Nabi saw. (Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an 14: 233 dan 234).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Arabi Al-Andalusi Al-Maliki juga menyebutkan beberapa riwayat bahwa ayat ini diturunkan untuk menegaskan hak Nabi saw dan keluarganya yang suci (as). (Ahkamul Qur’an 2: 84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir (ra) berkata: Sekiranya kamu melakukan shalat dan tidak bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, maka aku tidak melihat shalatnya diterima. (Dzakhairul Uqba:19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qadhi ‘Iyadh meriwayatkan dalam Asy-Syifa’, dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat dan dalam shalatnya tidak membaca shalawat kepadaku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.” (Al-Ghadir 2: 303).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar mengatakatan: Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat dan dalam shalatnya tidak membaca shalawat kepadaku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.” (Ash-Shawaiqul Muhriqah: 139).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Razi mengatakan: Doa untuk keluarga Nabi saw menunjukkan keagungan kedudukan mereka, karena doa ini ditempatkan di akhir Tasyahhud dalam shalat, yaitu: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa âli Muhammad, warham Muhammadan wa âla Muhammad (Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan sayangi Muhammad dan keluarga Muhammad). Pengagungan ini tidak akan didapatkan pada selain keluarga Muhammad. Hal ini menunjukkan bahwa mencintai keluarga Muhammad adalah wajib. Keagungan kedudukan Ahlul bait Nabi saw terdapat dalam lima hal: Tasyahhud dalam shalat, salam, kesucian, diharamkannya sedekah bagi mereka, dan kewajiban mencintai mereka. (Tafsir Ar-Razi 7: 391).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis-hadis tersebut dan yang semakna juga terdapat dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shahih Bukhari, jilid 6, halaman 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Asbabun Nuzul, Al-Wahidi, halaman 271.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ma’alim At-Tanzil, Al-Baghawi, catatan pinggir Tafsir Al-Khazin, jilid 5, halaman 225.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mustadrak Al-Hakim, jilid 3, halaman 148.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tafsir Fakhrur Razi, jilid 25, halaman 226.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Al-Hafizh Abu Na’im Al-Isfahani, Akhbar Isfahan, jilid 1, halaman 131.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Al-Hafizh Abu Bakar Al-Khathib, Tarikh Baghdad, jilid 6, halaman 216.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ibnu Abd Al-Birr Al-Andalusi, Tajrid At-Tamhid, halaman 185.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tafsir Ruh Al-Ma’ani, Al-Alusi, jilid 22, halaman 32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dzakhairul Uqba, Muhibuddin Ath-Thabari, halaman 19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Riyadhush Shalihin, An-Nawawi, halaman 455.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3, halaman 506.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tafsir Ath-Thabari, jilid 22, halaman 27.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tafsir Al-Khazin, jilid 5, halaman 226.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Ad-Durrul Mantsur, As-Suyuthi, jilid 5, halaman 215.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Fathul Qadir, Asy-Syaukani, jilid 4, halaman 293.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat tidak akan diterima tanpa shalawat, riwayat yang menerangkan ini terdapat dalam Sunan Al-Baihaqi 2: 379, kitab shalat, bab 471, hadis 3968, sebagai berikut : Abu Mas’ud berkata: Sekiranya aku melakukan shalat tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, niscaya aku memandang shalatku tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sunan Ad-Daruquthni 136, kitab shalat, bab kewajiban shalawat dalam tasyahhud, hadits ke 6: Ibnu Mas’ud berkata bahwa Rasululah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;من صلى صلاة لم يصل فيها عليّ ولا على أهل بيتي لم تقبل منه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang melakukan shalat, dan di dalamnya tidak bershalawat kepada ku dan Ahlul baitku, maka shalatnya tidak diterima.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Dzakhair Al-‘Uqba 19, bab Fadhail Ahlul bait (sa):Jabir berkata: Sekiranya aku melakukan shalat, dan di dalamnya aku tidak bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, niscaya aku memandang shalatku tidak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Syarah Al-Mawahib halaman 7, Imam Syafi’i berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا آل بيت رسول الله حبكم فرض من الله في القرآن أنزله&lt;br /&gt;كفا كم من عظيم القدر انكم من لم يصل عليكم لا صلاة له&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ahlul bait Rasulullah,mencintaimu diwajibkan oleh Allah dalam Al-Qur’an yang diturunkanCukuplah keagungan kedudukanmuorang yang tidak bershalawat kepadamu (dalam shalatnya)shalatnya tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Imam Syafi’i tersebut juga terdapat dalam:1. Musnad Ahmad, jilid 6 halaman 323.2. Ash-Shawaiqul Muhriqah, Ibnu hajar, halaman 88.3. Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn Al-Abshar, Asy-Syablanji, halaman 104, bab 2 manaqib Al-Hasan dan Al-Husayn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa tidak akan diijabah tanpa shalawatDalam Kanzul Ummal 1: 173, pasal 2 Adab Doa : Tidak ada suatupun doa kecuali ada hijab (penghalang) antara doa itu dan Allah sehingga dibacakan shalawat. Ketika shalawat dibacakan, maka robeklah hijab itu dan sampailah doa itu kepada Allah swt. Dan jika tidak dibacakan shalawat, maka kembalilah doa itu.Pernyataan ini diriwayatkan oleh Ad-daylami dari Ali bin Abi Thalib (as).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ash-Shawaiq Al-Muhriqah haaman 88:Ad-Daylami meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الدعاء محجوب حتى يُصلّى على محمّد وأهل بيته ، اللّهم صلِّ على محمّد وآله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doa itu akan terhijab sampai dibacakan shalawat kepada Muhammad dan Ahlul baitnya, yaitu: Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Faydh Al-Qadhir 5: 19, hadis ke 6303:Ali bin Abi Thalib (as) berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كل دعاء محجوب حتى يُصلّى على محمّد وآل محمّد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua doa akan terhalangi sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Haitsami mengatakan: Tokoh-tokoh hadis tersebut dapat dipercaya.Al-Muttaqi Al-Hindi juga menyebutkan dalam kitabnya Kanzul Ummal 1/314, mengutip dari Ubaidillah bin Abi Hafsh Al-‘Aysyi. Abdul Qadir Ar-Rahawi menyebutkan dalam Al-Arbain, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, Al-Baihaqi dalam Syu’b Al-Iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Faydh Al-Qadir 3: 543: Abu Syaikh meriwayatkan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib (as) berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الدعاء محجوب عن الله حتى يصلّى على محمّد وأهل بيته&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doa itu akan terhijabi dari Allah sehingga dibacakan shalawat kepada Muhammad dan Ahlul baitnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini juga diriwayatkan Al-Baihaqi dari Asy-Sya’b, At-Tirmidzi dari Ibnu Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kanzul Ummal 1: 181:Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abi Thalib (sa): Jika disedihkan oleh suatu persoalan, maka bacalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم احرسني بعينك التي لا تنام، واكنفني بكنفك الذي لا يرام. أسألك أن تُصلّي على محمّد وعلى آل محمّد، وبك أدرأ في نحور الأعداء والجبابرة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, jagalah daku dengan mata-Mu yang tak pernah tidur, dan jagalah daku dengan benteng-Mu yang tak pernah hancur. Aku bermohon pada-Mu sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dengan-Mu aku berlindung dari permusuhan musuh-musuhku dan orang-orang yang sombong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali, Fatimah, Hasan dan Husein (as) adalah keluarga Nabi sawDalam Musnad Ahmad 6: 324, hadis ke 26206:Ummu Salam berkata bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Fatimah (as): “Bawalah kepadaku suamimu dan kedua anakmu.” Kemudian Fatimah (as) bersama mereka datang kepada Nabi saw. Lalu beliau memayungi mereka dengan kain kisa’ dan meletakkan tangannya pada mereka, lalu bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم إن هؤلاء آل محمّد ، فاجعل صلواتك وبركاتك على محمّد وعلى آل محمّد إنّك حميد مجيد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya mereka adalah keluarga Muhammad, curahkan shalawat-Mu dan keberkahan-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”Ummu Salamah berkata: Kemudian aku mengangkat kain kisa’ itu untuk berkumpul bersama mereka, kemudian Nabi saw menarik kain kisa’ itu (melarang masuk ke dalam kain kisa’) dan bersabda: “Engkau adalah orang yang baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Mustadrak Al-Hakim 3: 147, kitab ma’rifah Shahabah:Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib berkata: Ketika Rasulullah saw melihat rahmat Allah turun, beliau bersabda: “Datangkan padaku, datangkan padaku.” Shafiyah bertanya: Siapa yang Rasulallah? Beliau menjawab: “Ahlul baitku, yaitu Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husayn.” Lalu mereka datang kepada Nabi saw, kemudian beliau memayungi mereka dengan kain kisa’, kemudian berdoa dengan mengangkat tangannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهمّ هؤلاء آلي ، فصلِّ على محمّد وعلى آل محمّد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, mereka adalah keluargaku, curahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.” Kemudian Allah Azza wa jalla menurunkan surat Al-Ahzab: 33.Al-Hakim mengatakan hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini dan yang semakna juga terdapat dalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kanzul Ummal, Al-Muttaqi Al-Hindi, jilid 7 halaman 103, bab Fadhail Ahlul bait, hadis ke 37629.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Musykil Al-Atsar, Ath-Thahawi, jilid 1 halaman 334.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tafsir Ad-Durrul Mantsur, tentang surat Al-Ahzab: 33.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Musnad Ahmad, jilid 6 halaman 296.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Majma’ Az-Zawaid, Al-Haitsami, jilid 9 halaman 167, bab keutamaan Ahlul bait (as).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan shalawat batra’ (terputus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat ba’tra’ adalah shalawat yang tidak menyertakan keluarga Nabi saw dalam bershalawat kepadanya. Dalam Ash-Shawaiq Al-Muhriqah 87, bab 11:Ibnu Hajar berkata bahwa Nabi saw bersabda: “Janganlah kalian bershalawat kepadaku dengan shalawat batra’.” Kemudian sahabat bertanya: Apakah shalawat batra’ itu? Nabi saw menjawab: Kalian hanya mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم صلِّ على محمّد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad. Tetapi hendaknya kalian mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم صلّ على محمّد وعلى آل محمّد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini terdapat hal yang mengherankan: Mengapa umumnya ummat Islam bershalawat kepada Nabi saw dengan shalawat batra’ yaitu Shallallahu ‘alayhi wa sallam (semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Muhammad). Padahal para ulama dan para imam ahli hadis dari Ahlussunnah telah meriwayatkan hadis-hadis bahwa doa itu tidak diijabah tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, shalat tidak diterima tanpa bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, cara bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan hadis-hadis bahwa Nabi saw melarang bershalawat dengan shalawat batra’ (yang terputus).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-7072110964100601622?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/7072110964100601622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/surat-al-ahzab-56.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7072110964100601622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/7072110964100601622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/surat-al-ahzab-56.html' title='Surat Al-Ahzab: 56'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-5057349378768572901</id><published>2010-03-04T05:01:00.004+07:00</published><updated>2010-03-04T05:16:22.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pecinta Rasulullah'/><title type='text'>Surat Al-Baqarah ayat 37 - Nabi Adam (as) bertawasul dengan hak Rasulullah saw dan Ahlulbait</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://muhammadridwanto.files.wordpress.com/2007/11/taubat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 282px; height: 420px;" src="http://muhammadridwanto.files.wordpress.com/2007/11/taubat.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فتلقى آدم من ربه كلمات فتاب عليه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya,”&lt;br /&gt;(Qur'an surah al Baqarah ayat 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin As-Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Durrul Mantsur ketika menafsirkan ayat ini, mengatakan: Ibn Abbas pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang “Kalimat-kalimat yang diterima oleh Adam dari Tuhannya lalu Dia menerima taubatnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Adam memohon kepada Allah dengan hak Muhammad, Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husein (sa), kemudian Allah menerima taubatnya.” (Kanzul Ummal 1: 234).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali bin Abi Thalib (sa) pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang firman Allah “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya “(Al-Baqara: 36). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah menurunkan Adam di India, Hawa’ di Jeddah, Iblis di Misan, dan ular di Ashbahan, ular itu berkaki seperti kaki onta. Adam tinggal di India selama seratus tahun menangisi kesalahannya sehingga Allah mengutus Jibril kepadanya dan berfirman: “Wahai Adam, bukankah Aku menciptakanmu dengan tangan-Ku? Bukankah Aku meniupkan ruh-Ku ke dalam dirimu? Bukankah para malaikat-Ku telah sujud kepadamu? Bukankah Aku telah menjadikan Hawa sebagai isterimu? Adam menjawab: Semua itu benar. Kemudian Allah swt bertanya: Mengapa kamu menangis? Adam menjawab: Bagaimana aku tidak menangis sementara aku dikeluarkan dari sisi Yang Maha Pengasih. Kemudian Allah swt berfirman: “Hendaknya kamu bertaubat dengan kalimat-kalimat ini, sesungguhnya Allah akan menerima taubatmu dan mengampuni dosamu. Ucapkan olehmu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللّهم إني أسالك بحق محمّد وآل محمّد، سبُحانك لا إله إلاّ أنت، عملت سوءاً وظلمت نفسي، فتب عليّ إنك أنت التواب الرحيم، &lt;br /&gt;اللّهم إني أسألك بحق محمّد وآل محمّد، عملت سوءاً وظلمتُ نفسي فتُب عليّ إنك أنت التواب الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad. Maha Suci Engkau tiada Tuhan kecuali Engkau, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Menyayangi. Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Menyayangi.&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw bersabda: “kalimat-kalimat inilah yang diterima oleh Adam.”&lt;br /&gt;(Kanzul ‘Ummal 1: 234, hadis ke 4237)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis tersebut dengan segala macam redaksinya juga terdapat di dalam kitab:&lt;br /&gt;1. Manaqib Ali bin Abi Thalib, Al-Maghazili Asy-Syafi’i, halaman 63, hadis ke 89.&lt;br /&gt;2. Yanabi’ul Mawaddah, Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 97 dan 239, cet. Islambul; halaman 111, 112, 283, cet. Al-haidariyah.&lt;br /&gt;3. Muntakhab kanzul ‘Ummal, Al-Muntaqi Al-Hindi (catatan pinggir) Musnad Ahmad bin Hambal, jld 1, hlm 419.&lt;br /&gt;4. Al-Ghadir, Al-Amini, jilid 7, halaman 300.&lt;br /&gt;5. Ihqaqul Haqq, At-Tustari, jilid 3, halaman 76.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by Syamsuri Rifai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-5057349378768572901?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/5057349378768572901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/surat-al-baqarah-ayat-37-nabi-adam-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5057349378768572901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5057349378768572901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/surat-al-baqarah-ayat-37-nabi-adam-as.html' title='Surat Al-Baqarah ayat 37 - Nabi Adam (as) bertawasul dengan hak Rasulullah saw dan Ahlulbait'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-2529962977183683528</id><published>2010-03-03T06:47:00.002+07:00</published><updated>2010-03-03T06:50:50.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><title type='text'>Penjelasan Tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.w-enter.com/gallery/files/1/Love_Road.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 375px;" src="http://www.w-enter.com/gallery/files/1/Love_Road.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada Hazrat Syaikh Abul Hasan as Syadzili, dengan pertanyaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah yang disebut minuman Cinta?&lt;br /&gt;2. Apa gelas piala Cinta?&lt;br /&gt;3. Siapa sang peminum?&lt;br /&gt;4. Apakah rasa minumannya?&lt;br /&gt;5. Siapakan para peminum sejati?&lt;br /&gt;6. Apakah rasa segar minuman?&lt;br /&gt;7. Apakah yang disebut mabuk Cinta?&lt;br /&gt;8. Apa pula sadar dari mabuk itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazrat Syaikh Abul Hasan as Syadzili menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minuman Cinta adalah Cahaya yang cemerlang berkalian dari Kemahaindahan Sang Kekasih.&lt;br /&gt;Gelas pialanya adalah kelembutan yang menghubungkan ke bibir-bibir hati.Sang peminum adalah pihak yang mendapat limpahan agung kepada orang-orang istemewa seperti para Auliya dan hamba-hambaNya yang saleh. Allah Yang Maha Tahu kadar kepastian dan kebajikan bagi kekasih-kekasihNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Peminum adalah pecinta yang dibukakan keindahan cinta itu dan menyerap minuman nafas demi nafas jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa minuman adalah rasa dibalik orang yang terdendam rindunya ketika hijab diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang peminum sejati adalah pecinta yang meneguk arak cinta itu, sejam dua jam.&lt;br /&gt;Rasa segar peminuman cinta adalah bagi orang yang dilimpahi arak cinta dan terus menerus meminumnya hingga kerongkongan penuh sampai ke urat nadinya. Cahaya Allah ada dibalik minuman yang melimpah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabuk Cinta adalah ketika seseorang hanyut dalam rasa dan hilang akal, tidak mengerti apa yang dikatakan dan diucapkan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar dari mabuk cinta, adalah situasi sadar ketika gelas piala minuman cinta dikelilingkan, di hadapan mereka berbagai kondisi ruhani silih berganti, lalu kembali pada dzikir dan ketaatan, tidak terhijabi oleh sifat-sifat dengan berbagai ragam kadar yang ada, itulah yang disebut sebagai waktu sadar cinta, ketika pandangannya meluas melintas batas dan pengetahuannya semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berada di bintang-bintang pengetahuan, berada di rembulan Tauhid, untuk menjadi petunjuk ketika malam menjadi gulita. Mereka dengan matahari ma'rifat, mencerahi padang harinya. Mereka itulah yang disebut Hizbullah (Pasukan-pasukan Allah) dan ingatlah bahwa Hizbullah itulah yang menang."&lt;br /&gt;(Al-Mujadilah: 22)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-2529962977183683528?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/2529962977183683528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/penjelasan-tentang-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/2529962977183683528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/2529962977183683528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/penjelasan-tentang-cinta.html' title='Penjelasan Tentang Cinta'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-4547495461970930578</id><published>2010-03-02T06:16:00.003+07:00</published><updated>2010-03-02T06:20:47.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><title type='text'>Cinta Dan Rahmat Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4xLgWiKHCI/AAAAAAAAACk/9eThemuMAt8/s1600-h/Love-Allah-World-Clock---Islamic-Clock_2721.gif.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 129px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4xLgWiKHCI/AAAAAAAAACk/9eThemuMAt8/s200/Love-Allah-World-Clock---Islamic-Clock_2721.gif.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443809068760833058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.) Layak mendapatkan cinta-Ku bagi orang yang saling mencintai karena-Ku. Orang yang saling mencintai karena-Ku(di hari kiamat) akan ditempatkan di menara dari cahaya, tempat yang diingini oleh para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada (Shahih jami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.) sesungguhnyha Alloh ta'ala berfirman pada hari kiamat: Mana orang yang saling mencintai karena kebesaran Ku, hari ini Aku akan menaungi mereka pada saat tidak ada naungan selain naungan-Ku (HR muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.) Siapa yang ingin merasakan lezatnya iman maka cintailah seseorang hanya karena Alloh (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.) Abu hamzah , anas bin malik ra. menerangkan bahwa rasulullah saw bersabda, "tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR bukhari dan muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rahmat Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari umar bin khathab ra ia berkata ; beberapa orang tawanan dihadapkan kepada rasulullah saw , tiba-tiba ada seorang wanita dalam tawanan itu bingung mencari anaknya, setiap ia melihat anak kecil dalam rombongan tawanan itu diangkatn dan disusuinya. Kemudian rasulullah saw bertanya; Apakah kamu berpendapat bahwa perempuan ini akan melemparkan anaknya ke dalam api ? Kami menjawab; Demi Allah tidak; beliau bersabda; Allah lebih sayang kepada hamba-Nya melebihi sayangnya perempuan itu kepada anaknya (Hr Bukhari dan muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari abu hurairah ra. ia berkata ; rasulullah saw bersabda; tatkala Allah menciptakan makhluk, ia menulis pada suatu kitab,, kitab itu berada di sisiNya di atas "Arasy, bertuliskan ; Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku (Hr Bukhari dan muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari Abu hurairah ra. ia berkata ; saya mendengar rasulullah saw bersabda; Allah telah menjadikan rahmat itu seratus bagian. sembilan puluh sembilan ditahan disis- Nya, satu bagian Ia turunkan ke bumi, dari satu bagian itulah semua makhluk saling menyayangi sampai binatang itu mengangkat kakinya karena khawatir menginjak anaknya; Dalam riwayat lain dikatakan rasulullah saw bersabda; sesungguhnya Allah mempunyai seratu rahmat dan ia menurunkan satu di antaranya itu untuk jin, manusia binatang dan serangga. dengan satu rahmat itulah mereka saling menyayangi dan dengan satu rahmat itulah binatang buas mempunya rasa kasih sayang terhadap anaknya. Adapun rahmat yang sembilan puluh sembilan . Alloh menyimpannya untuk diberikan pada hari kiamat, sebagai rasa sayang terhadap hamba-hambaNya (Hr Bukhari dan muslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-4547495461970930578?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/4547495461970930578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/cinta-dan-rahmat-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/4547495461970930578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/4547495461970930578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/cinta-dan-rahmat-allah.html' title='Cinta Dan Rahmat Allah'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4xLgWiKHCI/AAAAAAAAACk/9eThemuMAt8/s72-c/Love-Allah-World-Clock---Islamic-Clock_2721.gif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-9011098955243192917</id><published>2010-03-02T01:50:00.003+07:00</published><updated>2010-03-02T01:55:19.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><title type='text'>Filsafat CINTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wNEcrKjLI/AAAAAAAAACY/L95qESLRZoA/s1600-h/Allah-swt.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 197px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wNEcrKjLI/AAAAAAAAACY/L95qESLRZoA/s200/Allah-swt.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443740419651964082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam perjalanan menuju manifestasi, jiwa melewati  empat keadaan, 'Ilm, 'Ishq, Wujud, Shuhud.&lt;br /&gt;'Ilm adalah keadaan awal  dari kesadaran, kecerdasan murni. 'Ishq adalah cinta, tahap kecerdasan  berikutnya menuju manifestasi; karena itu kecerdasan dan cinta sama  unsurnya. Benda-benda seperti batu dan tumbuh-tumbuhan, tak memiliki  kecerdasan, sehingga tak memiliki cinta, kecuali suatu persepsi kecil  tentang cinta yang ada di dalam kehidupan tumbuh-tumbuhan. Tetapi di  antara hewan dan burung-burung, kecerdasan berkembang, sehingga cinta di  dalam diri mereka dapat menunjukkan diri. Wujud adalah dunia obyektif,  yang diciptakan untuk dicintai, karena cinta tak dapat diwujudkan bila  tak ada sesuatu yang dicintai. Shuhud adalah realisasi pengalaman cinta  dalam aspek apapun.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kata cinta, dalam bahasa  Inggris 'love', dalam bahasa Sanskrit 'Lobh', berarti keinginan, hasrat.&lt;br /&gt;Cinta  adalah hasrat untuk menyadari sesuatu yang dicintai. Karena itu,  Shuhud, realisasi cinta,&lt;br /&gt;merupakan satu-satunya tujuan setiap jiwa.  Cinta, dalam berbagai aspeknya, dikenal pula dengan sebutan: kehendak,  keinginan, hasrat, kebaikan, suka, dan lain-lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di  dalam cinta terdapat segala pengetahuan. Cinta manusia dan  ketertarikannya kepada sesuatu, pada saatnya akan membuat sesuatu itu  mengungkapkan rahasianya, sehingga manusia dapat mengetahui bagaimana  cara mengembangkan, mengendalikan, dan memanfaatkannya. Tak seorang pun  dapat mengetahui seseorang, sebesar apapun keinginannya untuk tahu,  kecuali dengan cinta, karena tanpa cinta, mata ruhani buta; hanya mata  luar yang terbuka, dan mata luar hanyalah semacam kaca mata bagi mata  ruhani. Bila pandangan tidak tajam, apa manfaat kaca mata? Karena itulah  kita mengagumi semua yang kita cintai, dan kita buta terhadap kebaikan  orang yang tidak kita cintai. Bukan karena mereka berhak kita abaikan,  tetapi tanpa cinta, mata kita tak dapat melihat kebaikan mereka.  Seseorang atau sesuatu yang kita cintai mungkin mempunyai keburukan  pula, tetapi karena cinta melihat keindahan, kita hanya melihat kebaikan  itu. Kecerdasan sendiri dalam langkah selanjutnya menuju manifestasi  adalah cinta. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika cahaya cinta telah  dinyalakan, hati menjadi transparan, hingga kecerdasan jiwa dapat  melihat melaluinya. Namun sebelum hati dinyalakan dengan api cinta,  kecerdasan, yang senantiasa berupaya untuk mengalami hidup di permukaan,  meraba-raba dalam kegelapan. Seluruh alam semesta diciptakan untuk  cinta. Manusia adalah yang paling mampu melakukannya. Bila kita memiliki  batu di dalam rumah dan kita sangat menyukainya, batu itu tidak akan  menyadari cinta kita sejauh yang disadari oleh tumbuh-tumbuhan. Bila  kita memiliki sebuah tanaman dan kita memeliharanya dengan rasa sayang,  ia akan bereaksi dan akan tumbuh. Hewan dapat merasakan kasih sayang.  Bila kita memelihara hewan di rumah, mereka akan lebih banyak merasakan  cinta dan perhatian! Hewan piaraan pada waktunya akan menjadi pengasih  seperti anggota keluarga. Anjing Nabi Yusuf telah memberi makan kepada  tuannya ketika beliau berada di dalam sumur sampai beliau ditemukan oleh  orang yang berjalan melalui tempat itu. Dikisahkan, kuda seorang Arab  yang tewas di medan perang tetap menungguinya selama tiga hari, menjaga  mayatnya dari burung pemakan bangkai, sampai ia ditemukan kawannya.  Tetapi manusia, yang memiliki kecerdasan terbanyak, memiliki cinta  terbanyak secara alamiah. Semua ini menunjukkan bahwa ciptaan telah  berevolusi dari mineral ke tumbuh-tumbuhan, dari tumbuh-tumbuhan menjadi  kehidupan hewan, dan dari hewan ke manusia, berupa perkembangan cinta  secara bertahap.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Para Sufi berkata bahwa alasan  penciptaan adalah karena Yang Mahasempurna ingin mengetahui diri-Nya,  dan melakukannya dengan membangkitkan cinta dari sifat-Nya dan  membuatnya menjadi obyek cinta, yang merupakan keindahan. Dengan makna  ini, para darwis saling menghormati satu sama lain dengan berkata, &lt;em&gt;"Ishq  Allah, Ma'bud Allah"&lt;/em&gt; -- &lt;em&gt;'Allah adalah cinta dan Allah adalah  [kekasih] yang dicintai.'&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Seorang penyair  Hindustan berkata, &lt;em&gt;"Hasrat untuk melihat kekasih membawaku ke dunia,  dan hasrat yang sama untuk melihat kekasih membawaku ke surga."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena cinta merupakan sumber ciptaan dan pemelihara  nyata dari semua keberadaan, maka, bila manusia tahu bagaimana cara  memberikannya kepada dunia di sekelilingnya sebagai simpati, sebagai  kebaikan, pelayanan, ia memberi kepada semuanya makanan kepada setiap  jiwa yang lapar. Jika orang mengetahui rahasia hidup ini ia akan  menguasai dunia dengan pasti. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cinta selalu dapat  dikenal di dalam gagasan, ucapan, dan perbuatan orang yang mencintai,  karena setiap ekspresinya terdapat kehangatan yang muncul sebagai  keindahan, kelembutan, dan kehalusan. Hati yang terbakar oleh api cinta  cenderung untuk melelehkan setiap hati yang dijumpainya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cinta menghasilkan pesona pada pecinta sehingga  sementara ia mencintai seseorang, semua mencintai pecinta itu.  Magnetisme cinta dijelaskan oleh seorang penyair Hindustan: "Mengapa  tidak semua hati dilelehkan menjadi tetesan-tetesan oleh api yang  dipelihara hatiku sepanjang hidupku? Karena sepanjang hidup aku  meneteskan air mata derita karena cinta, pecinta berkunjung ke kuburku  penuh dengan air mata." Untuk mengajarkan cinta, Nabi Isa berkata, "Aku  akan membuatmu menjadi pemancing manusia." Jalaluddin Rumi berkata:  "Setiap orang tertarik kepadaku, untuk menjadi sahabatku, tapi tak  seorang pun tahu apa di dalam hatiku yang menariknya."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cinta itu alami dalam setiap jiwa. Semua pekerjaan dalam  hidup, penting atau tak penting, dalam&lt;br /&gt;suatu cara cenderung ke arah  cinta; karena itu tak seorang pun di dunia yang dapat disebut sepenuhnya  tanpa cinta. Cinta adalah sesuatu yang dibawa setiap jiwa ke dunia,  tetapi setelah tiba di dunia, orang berperan dalam semua kualitas tanpa  cinta. Andai tidak, kita pasti sudah pahit, cemburu, marah, dan penuh  kebencian ketika kita lahir. Bayi tak punya kebencian. Anak kecil yang  kita sakiti, dalam beberapa menit akan datang dan memeluk kita.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mencintai, memuja seseorang yang berhubungan dengan kita  baik dalam hal kelahiran, ras, kepercayaan atau hubungan duniawi lain,  datang dari cinta jiwa. Kadang-kadang jatuh cinta pada pandangan  pertama, kadang-kadang kehadiran seseorang menarik kita seperti magnet,  kadangkadang kita melihat seseorang dan merasa, "Mungkin aku telah  mengenalnya." Kadang-kadang kita berbicara dengan orang lain dan  merasakan mudah memahami seolah-olah kedua jiwa saling mengenal. Semua  ini berkaitan dengan 'pasangan jiwa'.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hati yang  tercerahkan dan cinta lebih berharga daripada semua permata di dunia.  Ada berbagai&lt;br /&gt;macam hati sebagaimana adanya berbagai macam unsur di  dunia. Pertama, hati dari metal perlu&lt;br /&gt;lebih banyak waktu dan lebih  banyak api cinta untuk memanaskannya, setelah panas ia akan meleleh dan  dapat dibentuk menurut kehendak ketika itu, namun kemudian menjadi  dingin kembali. Kedua, hati yang terbuat dari lilin, yang segera meleleh  ketika bersentuhan dengan api,&lt;br /&gt;dan bila mempunyai sumbu ideal, ia  akan mempertahankan api itu hingga lilin habis terbakar. Ketiga, hati  dari kertas yang dapat menyala dengan cepat ketika bersentuhan dengan  api dan berubah menjadi abu dalam sekejap.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cinta  itu seperti api. Nyalanya adalah pengorbanan, apinya adalah kearifan,  asapnya adalah keterikatan, dan abunya adalah keterlepasan. Api muncul  dari nyala, demikian pula kearifan yang muncul dari pengorbanan. Bila  api cinta menghasilkan nyala, ia menerangi jalan, dan semua&lt;br /&gt;kegelapan  lenyap. Bila daya-hidup bekerja di dalam jiwa, itu adalah cinta; bila  bekerja di dalam hati, itu adalah emosi, dan bila bekerja di dalam  tubuh, itu adalah nafsu. Karena itu orang yang paling mencinta adalah  yang paling emosional, dan yang paling emosional adalah yang paling  bernafsu, sesuai dengan dataran yang paling disadarinya. Bila ia bangkit  di dalam jiwa, ia mencintai; bila bangkit di dalam hati, ia emosional;  bila sadar akan tubuh, ia bernafsu. Ketiganya dapat digambarkan dengan  api, nyala api, dan asap. Cinta adalah api di dalam jiwa, ia adalah  nyala api bila hati dinyalakan, dan ia adalah asap bila ia menjelma  melalui tubuh.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cinta pertama adalah bagi diri  sendiri. Bila dicerahkan, orang melihat manfaatnya yang sejati dan ia  menjadi orang suci. Tanpa cahaya pencerahan, manusia menjadi egois  hingga ia menjadi setan. Cinta kedua diperuntukkan bagi lawan jenis  kelamin. Bila demi cinta, ia bersifat surgawi; dan bila demi nafsu, ia  bersifat duniawi. Bila cukup murni, cinta ini tentu dapat menghilangkan  gagasan tentang diri sendiri, tetapi manfaatnya tipis dan bahayanya  besar. Cinta ketiga diperuntukkan bagi anak-anak, dan ini merupakan  pelayanan pertama bagi makhluk Allah. Memberikan cinta kepada anak-anak,  adalah memanfaatkan dengan sebaik-baiknya apa yang dipercayakan oleh  Pencipta, tetapi bila cinta ini meluas hingga mencakup seluruh ciptaan  Allah, hal ini mengangkat manusia menjadi orang-orang pilihan Allah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cinta orang tua kepada anak-anaknya jauh lebih besar  daripada cinta akan-anak itu kepada orang tuanya, karena semua pemikiran  penggunaan tua terpusat pada anak, tetapi cinta anak mula-mula terpusat  pada diri sendiri. Muhammad s.a.w. ditanya seseorang, "Cinta siapa yang  lebih besar, cinta anak-anak kepada orang tua mereka, atau cinta orang  tua kepada anak-anaknya?" Beliau menjawab, "Cinta orang tua lebih besar,  karena sementara melakukan semua hal, mereka berpikir bagaimana agar  anaknya tumbuh dan bahagia, seolah-olah ia mengharap untuk hidup di  dalam kehidupan anak-anaknya setelah ia mati; sementara anak-anak yang  saleh berpikir bahwa suatu hari orang tuanya akan mati, dan dengan  demikian mereka hanya sebentar dapat melayani orang tua mereka." Orang  itu bertanya, "Cinta ayah atau ibu-kah yang lebih besar?" Nabi menjawab,  "Ibu. Ia berhak memperoleh penghormatan dan pelayanan, karena surga  terletak di bawah kakinya." Cinta orang tua adalah cinta yang paling  diberkahi, karena cinta mereka sebening kristal.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alkisah,  Shirvan Bhagat adalah anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya  yang sangat tua,&lt;br /&gt;hingga tak berdaya dan sepenuhnya bergantung kepada  pelayanan anak lelaki satu-satunya. Shirvan begitu berbakti kepada  mereka hingga ia mengorbankan kebebasan dan kesenangan hidup agar dapat  melayani mereka. Dengan lembut ia memenuhi setiap panggilan mereka, dan  dengan sabar menghadapi semua kesulitan yang berkaitan dengan ketuaan  mereka. Suatu hari, orang tua itu berkata bahwa mereka sangat ingin  berziarah ke Kashi. Anak yang saleh itu seketika menyetujui kehendak  mereka, dan karena pada saat itu belum ada kendaraan, mereka pergi  berjalan kaki. Ia membuat keranjang, memasukkan orang tuanya ke  dalamnya, mengangkutnya dengan punggungnya, dan menempuh perjalanan  ribuan mil melalui hutan, pegunungan, dan sungai-sungai. Ia menempuh  perjalanan itu berbulan-bulan, tetapi sebelum sampai, nasib malang  menimpa. Atas perintah orang tuanya, Shirvan meletakkan keranjangnya di  tanah dan pergi untuk mengambil air. Ketika berada di dekat sungai, ia  terkena panah Raja Destaratha, yang sebenarnya diarahkan kepada seekor  kijang. Mendengar teriakan manusia, Raja itu datang kepadanya, dan  menangis sejadi-jadinya. Ia berkata, "Adakah sesuatu yang dapat  kulakukan untukmu?" Shirvan berkata, "Aku sedang sekarat. Aku hanya  punya satu keinginan, yaitu memberi air kepada orang tuaku; mereka haus  karena terik matahari." "Hanya itu? Aku akan melakukannya dengan senang  hati sebagai tugas pertamaku." Shirvan berkata, "Bila tuan ingin  melakukan yang lain, maka rawatlah mereka dan pastikan bahwa mereka  dibawa ke Kashi, meskipun aku ragu apakah mereka akan hidup lebih lama  setelah aku pergi." Raja itu pergi, membawa air di tangannya dan  memberikannya kepada orang tua itu tanpa mengucapkan sepatah kata,  khawatir mereka tidak akan mau minum bila mendengar suara orang asing.  Orang tua itu berkata, "Hai anakku, sepanjang hidup, kami tak pernah  melihatmu sedih. Ini adalah pertama kali engkau memberi kami air tanpa  mengucapkan kata cinta yang selalu memberi kami hidup baru." Raja  Destaratha menangis, dan menceritakan kematian Shirvan. Mendengar itu,  mereka tak dapat lagi hidup untuk menikmati air itu. Mereka hanya hidup  karena anak mereka, mereka menarik napas dalam, berkata "Oh, anakku  Shirvan", dan meninggal. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kisah di atas menjadi  tradisi di India, dan ada pengikut dari tradisi itu yang membawa  keranjang di pundaknya ke mana-mana, mengajarkan kebaktian dan pelayanan  kepada orang tua. Bila cinta dipusatkan pada satu obyek, ia adalah  cinta. Bila diarahkan ke beberapa obyek, ia disebut kasih. Bila seperti  kabut, ia disebut nafsu. Bila cenderung kepada moral, ia adalah  kebaktian. Bila diperuntukkan bagi Allah, Yang Mahaberada dan  Mahaperkasa, yang merupakan Keberadaan Total, ia disebut cinta ilahi,  pecinta itu disebut suci.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tiada daya yang lebih  besar daripada cinta. Semua kekuatan muncul ketika cinta bangkit di  dalam hati. Orang berkata, "Ia berhati lembut, ia lemah," tetapi banyak  orang yang tidak tahu kekuatan apa yang muncul dari hati yang menjadi  lembut dalam cinta. Seorang serdadu bertempur di medan perang demi cinta  kepada rakyatnya. Setiap pekerjaan yang dilakukan dalam cinta,  dilakukan dengan seluruh daya dan kekuatan. Khawatir dan alasan, yang  membatasi daya, tak mampu melawan cinta. Seekor induk ayam, meskipun  sangat takut, dapat melawan seekor singa untuk melindungi anak-anaknya.  Tiada sesuatu yang terlalu kuat bagi hati yang mencintai. Daya cinta  menyelesaikan semua urusan dalam hidup sebagaimana daya dinamit yang  mengalahkan dunia. Dinamit membakar segala sesuatu, demikian pula cinta:  bila terlalu kuat ia menjadi roda pemusnah, dan segalanya menjadi salah  dalam hidup pecinta. Itulah misteri yang menjadi penyebab penderitaan  hidup seorang pecinta. Namun, pecinta itu mengambil manfaat dalam kedua  kasus. Bila ia menguasai keadaan, ia seorang penguasa (master). Bila ia  kehilangan semuanya, ia orang suci.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cinta  mengatasi [berada di atas] hukum, dan hukum berada di bawah cinta.  Keduanya tak dapat&lt;br /&gt;dibandingkan. Yang satu dari langit, yang satu  dari bumi. Bila cinta mati, hukum mulai hidup. Maka, hukum tak pernah  menemukan tempat bagi cinta, demikian pula cinta tak dapat membatasi  diri dengan hukum; hukum itu terbatas, dan cinta itu tak berbatas.  Seseorang tak dapat memberi alasan mengapa ia mencintai orang tertentu,  karena tiada alasan bagi segalanya kecuali cinta. Waktu dan ruang berada  di dalam genggaman cinta. Perjalanan ribuan kilometer terasa hanya  beberapa meter dalam kehadiran orang yang dicintai, dan beberapa meter  terasa ribuan kilometer tanpa kehadirannya. Satu hari berpisah dalam  cinta sama dengan seribu tahun, dan seribu tahun bersama kekasih terasa  hanya sehari.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bila ada pengaruh yang melindungi di  dunia ini, itu tak lain dari cinta. Dalam segala aspek kehidupan, ke  mana pun kita mencari perlindungan, motifnya selalu cinta. Tak seorang  pun dapat mempercayai suatu perlindungan, betapa pun besarnya, kecuali  perlindungan yang diberikan oleh cinta. Kalau seorang raksasa menakuti  seorang anak kecil, anak itu akan berkata, "Aku akan katakan kepada  ibuku." Daya kekuatan manusia terlalu kecil bila dibandingkan dengan  perlindungan cinta yang diberikan ibu kepada anaknya. Cinta dapat  menyembuhkan lebih dari apa pun di dunia. Tak ada sesuatu seperti  sentuhan seorang ibu ketika anaknya menderita sakit. Tak ada penyembuh  yang lebih baik daripada kehadiran orang yang dikasihi bila seorang  pecinta sakit. Bahkan anjing dan kucing pun disembuhkan dengan sedikit  sentuhan cinta.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Untuk membaca pikiran, untuk  mengirimkan dan menerima pesan telepati, orang mencoba proses-proses  fisik dengan sia-sia. Andai mereka tahu bahwa rahasia semua itu berada  di dalam cinta! Seorang pecinta mengetahui semuanya: kesenangan,  kesedihan, pikiran dan imajinasi orang yang dicintainya. Tiada ruang  atau waktu yang menghalanginya, karena arus telepati secara alami  terjadi antara pecinta dan kekasihnya. Imajinasi, pikiran, mimpi dan  visi seorang pecinta, semuanya mengungkapkan segala sesuatu tentang  obyek yang dicintainya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Meditasi, yang merupakan  rahasia setiap pencapaian dalam hidup, dan faktor terpenting dalam semua  aspek hidup, terutama dalam jalur agama dan mistisisme, merupakan bal  yang alami dalam cinta. Orang tanpa cinta akan menghabiskan waktu  bertahun-tahun dalam jalur ini, dan akan selalu gagal untuk memusatkan  pikiran mereka pada satu obyek. Tetapi cinta memaksa pecinta, menahan  visi tentang kekasihnya di depan pandangannya. Maka pecinta tak perlu  berkonsentrasi dalam pikirannya. Cintanya sendiri adalah konsentrasi  yang memberinya penguasaan atas semua hal di dunia. Pecinta itu mencapai  cintanya dan daya konsentrasi sekaligus. Bila ia tak mencapai obyeknya,  maka ia terangkat ke atasnya. Dalam kedua kasus, pecinta itu memperoleh  upahnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-9011098955243192917?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/9011098955243192917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/filsafat-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/9011098955243192917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/9011098955243192917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/filsafat-cinta.html' title='Filsafat CINTA'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wNEcrKjLI/AAAAAAAAACY/L95qESLRZoA/s72-c/Allah-swt.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-8797518690425907529</id><published>2010-03-02T01:44:00.003+07:00</published><updated>2010-03-02T01:50:05.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><title type='text'>Tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wMEBazs7I/AAAAAAAAACQ/cbyv4ZTbLnw/s1600-h/Love.jpg_595.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 140px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wMEBazs7I/AAAAAAAAACQ/cbyv4ZTbLnw/s200/Love.jpg_595.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443739312823972786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pesan Spiritual Syeikh Abul Qosim  Al-Qusyairy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah Swt. berfirman&lt;em&gt;: “Hai orang-orang yang  beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak  Allah akan mendatang­kan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan  mereka mencintai-Nya.”&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Q.s. Al-Maidah:  54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diriwayatkan  oleh Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw telah bersabda: &lt;em&gt;“Barangsiapa  mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun mencintai pertemuan  dengannya. Dan barangsiapa tidak mencintai pertemuan dengan Allah, maka  Allah pun tidak mencintai pertemuan dengannya.”&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(H.r. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Nabi Saw, dari  Jibril as. yang memberitahukan bahwa Tuhannya Allah Swt telah berfirman:  &lt;em&gt;“Barangsiapa menyakiti salah seorang wali-Ku, berarti telah  memaklumkan perang kepada-Ku. Dan tidaklah Aku merasa ragu-­ragu dalam  melakukan sesuatu pun sebagaimana keraguan-Ku untuk mencabut nyawa  hamba-Ku yang beriman, karena dia membenci kematian dan Aku tak suka  menyakitinya, namun kematian itu harus terjadi. Tak ada cara taqarrub  yang paling Kucintai bagi seorang hamba-Ku dibanding melaksanakan  kewajiban-kewajiban yang telah Kuperintahkan kepadanya. Dan senantiasa  dia mendekati Ku dengan melakukan ibadat-ibadat sunnah sampai Aku  mencintainya. Dan siapa pun yang Kucintai, Aku menjadi telinga, mata,  tangan, dan tiang penopang yang kokoh baginya.”&lt;br /&gt;(&lt;/em&gt;Hadis dikeluarkan oleh Ibnu Abud Dunya,  al-Hakim, Ibnu Mardawieh dan Abu Nu’aim serta Ibnu Asaakir, riwayat dari  Anas r.a.).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa  menyakiti salah seorang wali-Ku, berarti telah memaklumkan perang  kepada-Ku. Dan tidaklah Aku merasa ragu-­ragu dalam melakukan sesuatu  pun sebagaimana keraguan-Ku untuk mencabut nyawa hamba-Ku yang beriman,  karena dia membenci kematian dan Aku tak suka menyakitinya, namun  kematian itu harus terjadi. Tak ada cara taqarrub yang paling Kucintai  bagi seorang hamba-Ku dibanding melaksanakan kewajiban-kewajiban yang  telah Kuperintahkan kepadanya. Dan senantiasa dia mendekati Ku dengan  melakukan ibadat-ibadat sunnah sampai Aku mencintainya. Dan siapa pun  yang Kucintai, Aku menjadi telinga, mata, tangan, dan tiang penopang  yang kokoh baginya.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Hadis dikeluarkan  oleh Ibnu Abud Dunya, al-Hakim, Ibnu Mardawieh dan Abu Nu’aim serta Ibnu  Asaakir, riwayat dari Anas r.a.).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;---(ooo)---&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;www.sufinews.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-8797518690425907529?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/8797518690425907529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tentang-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/8797518690425907529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/8797518690425907529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tentang-cinta.html' title='Tentang Cinta'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wMEBazs7I/AAAAAAAAACQ/cbyv4ZTbLnw/s72-c/Love.jpg_595.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-4412893883738488199</id><published>2010-03-02T01:41:00.002+07:00</published><updated>2010-03-02T01:44:14.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Tasawuf'/><title type='text'>Adab Kepada Syaikh Mursyid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wK8RtEtjI/AAAAAAAAACI/xBE5roAPbOs/s1600-h/al-khidr.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 169px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wK8RtEtjI/AAAAAAAAACI/xBE5roAPbOs/s200/al-khidr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443738080244971058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di antara akhlak mereka adalah adab sopan santun  yang mereka lakukan terhadap orang yang pernah mengajar mereka surah Al  Qur'an atau ayat. Mereka tetap menghormati orang yang pernah mengajari  surah Al Qur'an atau ayat atau pengetahuan tertentu, sampai mereka tidak  mau lewat di depannya dengan menaiki kendaraan, meskipun mereka sudah  menjadi tokoh besar Islam atau tokoh sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara adab yang  mereka pelihara kepada guru adalah kebisaaan mereka memberi hadiah dan  pakaian kepada mereka dan keluarga sebagai penghormatan kepada mereka.  Begitu pula mereka tidak kikir kepada guru agama yang mengajari  anak-anak mereka Al Qur'an tanpa mengharapkan balasan atas pemberian  yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan tentang Ibnu Abi Zaid al  Qalrawani, penulis besar ar-Risalah, bahwasanya ia memberi guru agama  anaknya ketika ia mengajar satu hizib Al Qur'an sebesar seratus dinar.  Lalu guru agama itu berkata: "Aku, wahai sayyidi, tidak melakukan  sesuatu yang patut diberi ini semua!" Lalu Syaikh guru agama itu  mengalihkan anak didiknya itu kepada guru agama yang lain dan berkata:  "Ini seorang laki-laki yang merendahkan Al-Qur'an." (saya mengatakan)  Aku pernah melakukan demikian, alhamdulillah, dengan guru agamaku,  Syaikh Hambali al-Halabi memberinya pakaian dan juga anak-anaknya hingga  ia meninggal dunia. Saya tidak memandang bahwa saya telah melakukan  suatu kewajiban atas haknya.&lt;br /&gt;Suatu hari saya lewat bersama Syaikh  Syamsuddin ad Dimyathi pada tahun 918 H. Lalu Syaikh Syamsuddin bertemu  dengan seorang laki-laki buta dituntun putrinya. Ia kemudian turun dari  kudanya dan meraih tangannya seraya menuntun jalan hingga jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  kembali saya bertanya siapa orang itu? ia menjawab bahwa ia adalah  laki-laki yang pernah mengajarinya Al Qur'an pada masa anak-anak. Maka  ia tidak berkenan lewat dengan menunggang kuda. Padahal Syaikh  Syamsuddin telah memperoleh pangkat, kepercayaan, ilmu dan dekat dengan  para raja dan ia sangat istimewa. Belum pernah kami melihat seseorang  yang memperoleh karunia seperti dia di antara teman-teman sejawatnya  sehingga saya pernah melihatnya sedang berada di antara dua istana pada  suatu hari dikerumuni orang banyak berebut untuk mencium tangannya, dia  yang tidak dapat mendekat mencoba melemparkan selendangnya hingga  mengenai pakaiannya lalu mencium selendang itu seperti yang dilakukan  orang terhadap kiswahh kabah ketika dibawa di Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalah dan  Rendah Hati&lt;br /&gt;Diantara akhlak mereka Adalah sikap sangat mengalah  hingga diantara mereka ada yang mencari barakah dari muridnya dan  membawakan bawaan serta tidak memandangnya lebih mengetahui dari pada  muridnya atau merasa lebih banyak amalnya, bilamana yang demikian itu  tidak menimbulkan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa Imam Syafi'i (ra)  ketika mengutus utusannya kepada Imam Ahmad bin Hanbal bahwa ia akan  mengalami cobaan besar dan akan bebas dari cobaan itu dalam keadaan  selamat, yakni masalah apakah al-Qur'an makhluk atau bukan. Lalu ketika  utusan itu memberitahukan kepadanya, Imam Ahmad bin Hanbal melepas  gamisnya karena bahagia dengan kehadiran utusan Imam Syafi'i. Ketika  utusan itu kembali dengan membawa gamis itu dan memberitahukan kepada  Imam Syafi'i, ia bertanya: "Apakah gamis ini dilepas dari tubuhnya tanpa  pakaian dalam?" Ia menjawab: "Ya benar" Lalu Imam Syafi'i mencium gamis  itu dan dia tutupkan pada kedua matanya. Lalu ia basahi dengan air  kedalam tabung dan menggilasnya lalu memerasnya. Aimya kemudian  dimasukkan ke dalam botol untuk mengobati para sahabatnya yang sakit  dengan cara mengoleskan air itu pada tubuhnya dan berkat pertolongan  Allah mereka segera sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut direnungkan bagaimana  kerendahan hati Imam Syafi'i terhadap muridnya, Imam Ahmad bin Hanbal.  Yang demikian menunjukkan bahwa orang seperti ini meskipun amal  shalihnya yang begitu banyak tidak membuat mereka memandang diri mereka  sendiri lebih dari orang lain. Berbeda dengan orang orang yang mengaku  diri syaikh di zaman sekarang. Orang terakhir yang saya ketahui mengalah  dan mencari berkah dari muridnya serta mengirim orang sakit agar  berobat padanya adalah Syaikh Muhammad bin Annan dan Syaikh Muhammad as  Sarawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Annan suka mengirim orang yang  menginginkan doa untuk orang yang sakit kepada Syaikh Yusuf al Haritsi.  Syaikh Muhammad as Sarawi mengirim utusan kepada Syaikh Ali al Haddad  padahal Syaikh Yusuf dan Syaikh Ali adalah murid kedua Syaikh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembut  dan Santun&lt;br /&gt;Dalam hadits terdapat perintah untuk meluruskan shaf  jamaah shalat dan bersikap lembut terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al  Qur'an juga terdapat peringatan, Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;"Jika kiranya kamu  bersikap kasar dan keras hati tentu mereka lari dari sekelilingmu."  (Ali Imran : 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa termasuk bagian dari sikap  lembut terhadap orang orang fakir (para ahli sufi) adalah apabila masuk  dalam kelompok yang sedang berdzikir pada Allah (SWT) seperti dzikir  kaum Maghribah, Syanawiyah, Rifa'iyah umpamanya, maka hendaknya ikut  berdzikir bersama mereka dengan cara seperti yang mereka lakukan sesuai  aturan syara'.&lt;br /&gt;Maka sebaiknya juga menyesuaikan dengan dzikir yang  mereka ajarkan, yang dibolehkan dan yang jarang oleh mereka, tanpa  menolak dengan alasan bahwa yang demikian bukan thariqat Syaikh Anda.  Dengan demikian akan kehilangan pahala di samping terjebak dalam sikap  kaku dan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan Lapar&lt;br /&gt;Di antara akhlak mereka  adalah lapar dengan jalan yang sesuai dengan syara'. Bilamana mereka  tidak mendapatkan sesuatu yang halal untuk mereka makan, maka  berhari-hari mereka menahan lapar. Pengalaman lapar ini telah mereka  rasakan lalu menemukan cahaya batin dan kebaikan pada kekosongan perut  hingga mereka mengatakan dalam pepatah: "Pada beduk terdapat suara keras  hanya karena kosong dalamnya."&lt;br /&gt;Mereka juga mengatakan bahwa  seharusnya bagi orang alim tidak kenyang apalagi di hari-hari ia menulis  kitab. Yang demikian itu agar ia tidak terhalang dari kesempumaan  pemahaman Al-Quran, hadits, fiqih dan lain sebagainya. Sebab pemahaman  orang kenyang itu lemah. Jika ada yang ragu mengenai ini, silahkan  mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pernah menemukan banyak orang fakir (ahli sufi)  membisaakan lapar hingga di antara mereka ada yang berbuang hajat besar  hanya sekali dalam satu minggu, karena malu terhadap Allah (SWT) jika  banyak pergi ke kamar kecil dalam keadaan terbuka auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan  yang lebih dari itu, Syaikh Tajuddin ad-Dzakir mengambil air wudhu  hanya pada setiap dua belas hari sekali. Sayidi Ali asy-Syahawi, yang  dikenal dengan Dzuaib mengajak semua orang yang ia temui untuk berpuasa  dan mengatakan bahwa puasa adalah senjata orang mukmin, dan jika orang  yang ahli berpuasa tidak mentaati Allah, ia tidak melakukan maksiat  terhadapNya karena tidak ada dorongan yang mengajak kepada kemaksiatan.  Di antara orang yang berpuasa sepanjang tahun adalah Syaikh Umar  at-Tabtiti dan anak pamannya Syaikh Abdul Qadir. Keduanya sangat tinggi  nuraninya dan kemauannya. Ikutilah jejak orang-orang terdahulu dan  hendaknya tidak makan kecuali jika sangat lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Ikhlas  memberi Ilmu&lt;br /&gt;Di antara akhlak mereka adalah bahwa jika ada orang yang  tidak sepenuh hati belajar ilmu dari mereka, mereka tetap mengajamya  akan tetapi senantiasa menghadap kepada Allah (SWT) dalam doa agar  niatnya ikhlas. Dengan demikian mereka mendapat pahala dan ia begitu  pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ilmu untuk dua hal: diamalkan dan menghidupkan  syariah. Maka pemiliknya diberi pahala baik secara penuh maupun tidak  penuh.&lt;br /&gt;Syaikh Ali al-Khawwash berkata: "Pembawa ilmu itu mengamalkan  ilmunya meskipun melakukan maksiat, karena jika itu terjadi ia bertobat  dan menyesali sesuai ilmu yang ia ketahui. Seandainya bukan karena  ilmunya itu tentu ia tidak tahu jalan bertobat dan menyesali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah  pengamalan ilmu dari sisi ini. Jika orang yang melakukan maksiat tidak  mengamalkan ilmunya, sebagaimana anggapan orang, maka ketahuilah bahwa  ilmu itu bermanfaat bagi pemiliknya bagaimana pun, dan ilmu setiap orang  tetap lebih banyak dari pada amalnya di setiap masa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad  mengamalkan Ilmu&lt;br /&gt;Di antara akhlak mereka adalah tekad mengamalkan  ilmu semua orang alim yang mereka ketahui, tidak memperhatikan apakah  orang alim itu mengamalkan ilmunya atau tidak.&lt;br /&gt;Kemudian menjadikan  pahala amal itu dalam catatan amal orang alim ini dan mereka memohon  pahala dari Allah (SWT) sebagai karunia dan kemurahan.&lt;br /&gt;Begitu pula  bilamana membaca suatu ilmu mereka menjadikan pahalanya untuk  pengarangnya, karena pahala setiap perkataan adalah untuk penuturnya.&lt;br /&gt;Yang  demikian tidak mungkin tercapai kecuali orang yang lebih mengutamakan  orang-orang mukmin dari pada dirinya sendiri, sebagai peninggalan  Rasulullah (SAW), sebagaimana yang kami bahas dalam kitab al-Minan  at-Kubra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Bergaul dengan Orang yang Memusuhinya&lt;br /&gt;Di  antara akhlak mereka adalah bergaul dengan orang yang secara diam-diam  memusuhi tetapi menampakkan diri menyukai mereka. Mereka juga tidak  menolak sama sekali terhadap orang yang ingin dekat kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab  jika ditolak yang demikian akan dapat menimbulkan fitnah dan menambah  permusuhan. Akan tetapi ini membutuhkan kewaspadaan terhadap pelanggaran  sebab bisa jadi orang yang tidak senang akan secara sengaja sedang  mencari keburukan agar dapat dijadikan bahan untuk menjatuhkan mereka,  sebagaimana yang banyak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu bergaul dengan  orang yang tidak dalam hatinya tidak menyukai harus bersikap waspada,  sebab jauh dari musuh lebih baik bagi orang yang tidak memiliki  kesempurnaan perilaku dan lemah agama. Sadarilah yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat  Atas Kebaikan dan Menutupi Keburukan Orang lain&lt;br /&gt;Di antara akhlak  mereka adalah membuka mata lebar lebar atas kebaikan orang dan menutup  mata rapat rapat atas kekurangan yang ada padanya. Maka Di antara mereka  ada yang sama sekali tidak mau melihat aib saudara seagamanya sedikit  pun dan semua orang baginya salih dan orang salih tidak ada yang  memusuhi kecuali hanya karena iri dan dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dikatakan  bahwa yang mempunyai kedudukan ini atau itu sedikit manfaatnya bagi  teman-temannya karena tidak memberi nasihat dan peringatan dan  kemungkaran lalu dengan demikian menjadi pelaku maksiat terus menerus  dan tidak tertuntun untuk memberi peringatan, karena semua orang  dianggap baik, maka jawabnya adalah bahwa ia memberi peringatan karena  semua orang dianggap baik, maka jawabnya adalah bahwa ia memberi  peringatan dengan ilham yang benar melalui berkaca diri atau dengan  mengaitkan itu dengan dirinya sendiri dan berkata: "Sebagaimana aku juga  melakukan pelanggaran umpamanya orang lain juga dapat berbuat salah.  Semua kesalahan yang bisa terjadi pada diriku dapat terjadi pula pada  orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dimaklumi di kalangan mereka bahwa  menyebutkan kekurangan saudara mereka tidak lain adalah peringatan,  bukan menganggap mereka bebas dari kesalahan seperti ini. Sebab orang  yang sempurna di kalangan mereka dijuluki Abul Uyun, "maka segala  sesuatu ada mata yang melihatnya, lalu ia memandang saudaranya lepas  dari kekurangan seperi riya' dan kemunafikan atau lain lainnya dengan  satu mata. ia menyikapi dengan hati hati seperti kehati hatian orang  yang benar menuduhnya dengan kekurangan-kekurangan itu atau perkiraan  dengan mata yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-4412893883738488199?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/4412893883738488199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/adab-kepada-syaikh-mursyid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/4412893883738488199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/4412893883738488199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/adab-kepada-syaikh-mursyid.html' title='Adab Kepada Syaikh Mursyid'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wK8RtEtjI/AAAAAAAAACI/xBE5roAPbOs/s72-c/al-khidr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-1653467461518966009</id><published>2010-03-02T01:38:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T01:40:58.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Sufi'/><title type='text'>Keberkahan Jalan Sufi &amp; Ahlulbait</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Engkau yang berbicara tentang Berkah, mungkin musuh  dari Berkah itu sendiri. Laki-laki maupun perempuan seharusnya menjadi  musuh dari apa yang ingin ia cintai yang melekat dalam diri manusia --  tetapi hanya beberapa jenis manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam  bahasa biasa, Berkah adalah sesuatu, yang melalui pengaruh keilahian,  menyelamatkan manusia. Ini kebenaran; tetapi selamat hanya untuk sebuah  tujuan. Lagi, dalam pembicaraan biasa, masyarakat berusaha memanfaatkan  Berkah untuk memberi mereka sesuatu. Ini keserakahan yang samar.  Orang-orang yang bertakhayul meminta Berkah dari makam orang suci.  Memang ada, tetapi apa yang mereka dapatkan bukan Berkah, kecuali kalau  tujuannya benar. Berkah melekat pada sesuatu seperti halnya pada  masyarakat, tetapi hanya diberikan kepada yang layak. Karena tujuan  praktis Berkah, sama sekali tidak ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika tidak ada Berkah sejati, dari kehausan manusia  seperti itu, maka emosionalitasnya dianggap berasal dari harapan dan  ketakutannya terhadap kebaikan Berkah. Jadi ia akan merasa bangga,  kesedihan, emosi yang kuat, dan menyebutnya Berkah. Sesuatu yang sangat  mudah dianggap sebagai Berkah adalah: suatu perasaan yang didapatkan  manusia dari sesuatu yang aman, dikenal, menggetarkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hanya kaum Sufi yang  memiliki Berkah sejati. Mereka adalah salurannya, sebagaimana mawar  sebagai saluran aroma wewangiannya. Mereka dapat memberimu Berkah,  tetapi hanya jika engkau setia pada mereka, yang artinya setia terhadap  apa yang mereka wakili.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau  mencari Berkah, temanku, carilah Sufi. Jika ia tampak brutal, berarti ia  berterus terang, dan itulah takdir Berkahnya. Jika engkau ingin  membayangkan, engkau akan sering-sering berada di dekat mereka yang  tampak olehmu memberi jaminan dan pengangkatan depresi. Ambillah ini  jika memang engkau perlu. Tetapi jangan sebut Berkah. Untuk mendapatkan  Berkah, engkau harus memberi apa yang engkau miliki terus-menerus,  sebelum engkau dapat menerima. Menerima sebelum engkau memberi adalah  ilusi dan pikiran dosa. Bila engkau sudah memberi -- beri lagi, sepenuh  jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(Syeikh Syamsuddin Siwasi)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;AHLULBAIT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jalan Sufi telah diteruskan  melalui ahlulbait (keturunan Nabi Muhammad saw). Namun demikian tidak  turun temurun semata-mata berdasar garis darah. Inilah paradoksnya. Oleh  karena sebagian akan berkata, "Jadi itu disampaikan sebagai suatu  rahasia yang diwariskan hanya kepada sebagian kecil, yang dikasihi oleh  ahlulbait?" Namun itu tidak diturunkan hanya dengan cara demikian. Oleh  karena itu, beberapa pakar logika mengatakan, hal itu pasti diturunkan  melalui ahlulbait yang ditemukan kembali dari sumber lain? Tetapi ini  bukan metode penyebarannya. Tidak, melainkan diturunkan, dan masih  dikomunikasikan, dengan Empat Cara. Sebuah jalan &lt;em&gt;"yang ada"&lt;/em&gt; di  sisi luar dari semua hal-hal tersebut. Bila engkau memahaminya, engkau  pun memahami Rahasia. Kukatakan ini kepadamu karena bermanfaat, bukan  untuk membingungkan.&lt;br /&gt;(Pelayan Ahlulbait, dalam That Which is Most  Hidden)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-1653467461518966009?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/1653467461518966009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/keberkahan-jalan-sufi-ahlulbait.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1653467461518966009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1653467461518966009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/keberkahan-jalan-sufi-ahlulbait.html' title='Keberkahan Jalan Sufi &amp; Ahlulbait'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-6227995269611714127</id><published>2010-03-02T01:30:00.002+07:00</published><updated>2010-03-02T01:37:36.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Tasawuf'/><title type='text'>Pentingnya Ilmu Tasawuf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wJViD7bYI/AAAAAAAAACA/4twlUlElkWc/s1600-h/zikr-call-of-sufi-meditation.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wJViD7bYI/AAAAAAAAACA/4twlUlElkWc/s200/zikr-call-of-sufi-meditation.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443736315109272962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas syariah yang diperintahkan pada diri  manusia terbagi menjadi dua. Pertama hukum-hukum yang berhubungan dengan  aspek amaliyah lahiriyah, dan kedua hukum-hukum yang berhubungan dengan  amaliyah bathiniyah. Dengan kata lain ada aturan ibadah yang  berhubungan dengan fisik, ada pula yang berhubungan dengan qalbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amaliyah  fisik terbagi dua. Perintah dan larangan. Perintah-perintah Ilahi di  sini seperti sholat, zakat, haji dst. Sedangkan larangan seperti  larangan membunuh, zina, mencuri, meminum khamar, korupsi dsb.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama dalam amaliyah Qalbu terbagi dua,  perintah dan larangan. Perintah-perintahnya seperti Iman kepada Allah,  Malaikat, kitab-kitabNya dan RasulNya, dsb. Seperti ikhlas, ridlo,  syukur, jujur, khusyu’ dan tawakkal. Sedangkan larangan Qalbu seperti  kufur, nifaq, takabur, ujub, riya’, iri dengki, ghurur, dendam dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian  kedua inilah yang berhubungan dengan qalbu, lebih penting urgensinya  dibanding yang pertama (amaliyah lahiriyah) – walaupun secara  keseluruhan sama-sama pentingnya – karena alam batin itu merupakan  fondasi alam lahir, sekaligus sebagai sumber aspek lahiriyah. Jika  amaliyah batin rusak, akan rusak pula amaliyah lahiriyahnya. Dalam hal  ini Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;“Siapa yang menghendaki bertemu Tuhannya,  hendaknya melakukan amliyah yang baik, dan sama sekali tidak  menyekutukan Tuhan dalam ibadahnya.” (Al-Kahfi 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab  itu Rasulullah saw, sangat menekankan kepada para sahabatnya agar  memperbaiki qalbunya, dan menjelaskan bahwa kebaikan manusia itu sangat  tergantung pada kebaikan hatinya, menyembuhkan hatinya dari  penyakit-penyakit yang tersembunyi di dalamnya. Beliau bersabda:  “Ingatlah sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah (hati), jika baik  maka baiklah seluruh jasad, jika jelek maka jelek pula seluruh jasad.  Ingatlah, segumpal darah itu adalah qalbu.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  pula dalam hadits lain, Rasulullah saw, mengajarkan bahwa titik pandang  Allah Ta’ala itu adalah qalbu. “Sesungguhnya Allah tidak memandang  jasadmu dan rupamu. Tetapi Allah memandang pada hatimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,  sepanjang manusia melakukan kebajikan yang berhubungan dengan qalbunya  yang menjadi sumber amaliyah lahiriyahnya, maka menjadi keharusan bahwa  dirinya harus menepiskan (takhalli) segala sifat yang tercela yang  dilarang Allah, kemudian merias (tahalli) dengan sifat terpuji yang baik  yang diperintahkan Allah kepada kita, maka pada saat itulah qalbu kita  selamat dan sehat. Kita menjadi golongan yang beruntung, selamat pula,  sebagaimana firmanNya:&lt;br /&gt;“Di hari yang mana harta dan anak-anak tidak  ada lagi gunanya, kecuali orang yang telah dianugerahi Allah dengan  qalbu yang salim (selamat).” (Asy-Syu’ara’ : 88-89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam  Jalaluddin as-Suyuthy ra, mengatakan, “Sedangkan ilmu tentang qalbu dan  mengenal penyakitnya, berupa iri dengki, ujub, dan riya’ serta  semisalnya, maka Al-Ghazaly mengatakan, “Adalah Fardlu ‘Ain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan  qalbu, menyucikan jiwa termasuk fardlu paling utama dan merupakan  kewajiban Ilahi dibalik perintahNya, sebagaimana ditegaskan dalam  beberapa ayat Al-Qur’an:&lt;br /&gt;“Katakan, sesungguhnya Allah mengharamkan  keburukan-keburukan baik yang lahir maupun yang batin” (Al-A’raaf 33)&lt;br /&gt;“Janganlah  mendekati keburukan-keburukan baik yang tampak maupun tersembunyi  (lahir dan batin)”. (Al-Anaam 151.)&lt;br /&gt;Keburukan batin menurut para  mufassir adalah dendam, riya’ dengki dan nifaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari  sunnah disebutkan:&lt;br /&gt;Setiap hadits Nabi saw, yang menegaskan larangan  tentang dendam, takabur, riya’ dan dengki, begitu juga hadits-hadits  yang memerintahkan kita untuk berias dengan akhlaq yang baik dan bekerja  yang baik, maka semua itu mendukung pentingnya tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits  Nabi, “Iman itu bercabang menjadi 70 cabang. Yang paling tinggi adalah  ucapan Laailaaha Illallah, dan paling rendah adalah menyingkirkan  halangan dari jalan. Sedangkan malu itu sebagian dari iman.” (HR.  Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan iman itu sejauhmana seseorang  itu berias dengan sifat-siat dari cabang iman itu, begitu juga iman  berkurang manakala riasan cabang keimanan berkurang. Sedangkan  penyakit-penyakit hati itu bisa menghapus amaliyah manusia, sebanyak apa  pun amal yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan para Ulama:&lt;br /&gt;Para Ulama  mengategorikan penyakit hati sebagai dosa besar yang membutuhkan taubat  tersendiri.&lt;br /&gt;Pengarang kitab Jauharatut Tauhid, bersyair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintahlah  kebajikan, jauhilah adu domba&lt;br /&gt;Bergunjing dan perilaku tercela&lt;br /&gt;Seperti  ujub, kibir, dan virus kedengkian&lt;br /&gt;Seperti riya’, hobi menghujat,  maka&lt;br /&gt;Camkanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pensyarah kitab tersebut – SyeikhAl-Bajury –  menguraikan ketika mengulas masalah “perilaku tercela”, maksudnya adalah  jauhilah setiap perilaku tercela secara syar’i, namun sesungguhnya  pengarangnya lebih menekankan pada ketercelaan jiwa (cacat moral).  Selebihnya adalah memberbaiki rupa fisik, sehingga harus dihindari  misalnya memakai pakaian bagus bercampur dengan kotoran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Termasuk perilaku tercela  adalah merasa kagum diri (ujub) atas ibadah atau prestasi yang  dimiliki. Seorang ahli ibadah akan ujub dengan ibadahnya, dan Ulama akan  ujub dengan pengetahuannya, maka tindakan seperti itu haram, hal yang  sama pada riya’, zalim, kontra kebenaran, dengki, pamer dan hobi debat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang faqih besar,  Ibnu Abidin dalam catatannya yang popular “Hasyiyah Ibnu Abidin”  mengatakan, “mengenal Ikhlas, Ujub, Riya’, Dengki, adalah fardlu ‘ain,  begitu juga mengenal penyakit-penyakit jiwa seperti sombong, pelit,  dendam, menipu, marah, membuat permusuhan, dendam, tamak, bakhil, boros,  sok-sokan, pengkhianatan dan wah-wahan, sombong terhadap kebenaran dan  rekayasa serta pengkhianatan, keras hati dan panjang angan-angan, dan  sebagainya merupakan penyakit hati, yang dibedah dalam seperempat kitab  bab perilaku yang menghancurkan, oleh Al-Ghazaly dalam kitab Al-Ihya’  disebutkan, “Sudah tidak ada alasan lagi untuk menolak, seharusnya siapa  pun mempelajari penyakit-penyakit itu sebagai kebutuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu  saja menghilangkan penyakit tersebut – jika mempelajarinya saja fardlu  ‘ain – juga hukumnya fardlu ‘ain. Karena tidak akan bisa menghilangkan  kecuali mengenal diagnosanya, batasan dan sebab-sebabnya, tanda dan  terapinya. Orang yang tidak mengenal keburukan akan terjerumus di  dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Alaudiin Abidin dalam Al-Hadiyyatul ‘Alaiyah,  mengatakan, “Sudah jelas nash-nash syariah, dan Ijma’ Ulama, atas  haramnya dengki dan penghinaan terhadap sesama muslim, serta hasrat  kebencian terhadap mereka. Begitu pula haram, takabur, ujub, riya’ dan  munafiq, serta sejumlah hal-hal kotor dalam hati, bahkan pendengaran,  mata dan hati kelak akan dimintai pertanggungjawaban, hal-hal yang pada  dasarnya di bawah ikhtiar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang kitab Maraqil Falah,  mengatakan,” tidak ada gunanya bersuci badan kecuali dengan bersuci  batin melalui keikhlasan, kebersihan jiwa dari belenggu nafsu, penipuan,  dendam dan dengki, serta membersihkan hati dari segala hal selain  Allah, baik jagad dunia maupun jagad akhirat. Sehingga hamba hanya  menyembah Dzat Allah, bukan karena sebab tertentu. Menyembah dengan  penuh rasa butuh padaNya, dan Allah melalui anugerahNya memenuhi hajat  para makhlukNya sebagai Kasih sayangNya. Karena itu dalam ibadahnya  mestinya si hamba hanya menuju Yang Satu dan Yang Maha Tunggal, tidak  ada satu pun selain Dia, begitu juga hawa nafsu anda tidak mempengaruhi  diri anda ketika bakti kepadaNya.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penyakit hati ini sebagai faktor yang menyebabkan  jauhnya hamba dengan Allah, menjauhkan pula dari syurgaNya. Rasulullah  saw, bersabda, “Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya  masih ada sebiji atom ketakaburan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang manusia tidak mengenal  cacat dirinya, bahkan penyakit itu telah menghujam dalam di hatinya,  tetapi malah dirinya menganggap telah sempurna. Lalu apa yang akan  ditempuh untuk mengenal penyakit-penyakit itu, mengenal detil  dalam-dalamnya yang lembut, bagaimana pula terapinya dan mebersihkannya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh, Tasawwuf adalah  ilmu yang secara khusus mendisiplinkan pada upaya pembersihan hati,  mengobati penyakit hati, menyucikan jiwa dan membuang sifat-sifat  manusiawi yang hina.&lt;br /&gt;Dunia Islam menjadi lemah justru ketika  meninggalkan ruhul Islam, yang ada dalam dunia Sufi, bahkan dunia Islam  hanya tersisa kulit-kulitnya, kerangka tanpa ruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena  itu kita melihat para Ulama yang mengamalkan ilmunya, para Mursyid yang  cemerlang, senantiasa memberikan nasehat manusia agar memasuki dunia  Sufi dan bermajlis dengan mereka, agar terpadu antara jasad Islam dan  Ruh Islam, agar merasakan makna kebeningan hati yang luhur yang elok,  dan merasakan ma’rifatullah dengan haqqul yaqin, sehingga mereka bisa  berias dengan CintaNya, Muraqabah padaNya dan melanggengkan dzikir  padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijjatul Islam Al-Ghazali mengatakan, ketika mendorong  ummat untuk masuk ke dunia tasawuf dan merasakan buahnya, “Masuk dunia  tasawuf itu Fardlu ‘Ain, karena setiap orang tidak akan mengenal cacat  dirinya kecuali para Nabi – semoga sholawat dan salam pada mereka semua  –“&lt;br /&gt;Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily mengatakan, “Siapa yang tidak  berkecimpung dalam ilmu kita ini (tasawuf) maka ia bisa mati dengan  membawa dosa besar, sedangkan dia tidak mengerti….”&lt;br /&gt;Dalam ucapan  Syeikh ini, Ibnu ‘Allan ash-Shiddiqy berkomentar mengenai ungkapan Abul  Hasan Asy-Syadzily, “Pribadi mana wahai saudaraku yang berpuasa tetapi  tidak kagum dengan puasanya? Pribadi mana yang sholat tetapi tidak kagum  dengan prestasi sholatnya? Begitu pula seluruh taat kita kepadaNya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  dari itu, ketika menempuh jalan seperti itu begitu sulit, bagi jiwa  yang masih kurang pengetahuannya, setiap orang harus bisa melakukan  mujahadah, kesabaran, sampai dia benar-benar selamat situasi yang  membuatnya jauh dari Allah dan selamat dari amarahNya.&lt;br /&gt;Fudlail bin  ‘Iyadl mengatakan, “Seharusnya anda menekuni thariqat yang benar, dan  anda jangan terpengaruh oleh jumlah minoritas para penempuh Jalan Allah.  Hati-hati dengan jalan bathil, dan jangan tertipu oleh dukungan  mayoritas pada kebanyakan penempuh jalan kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda  merasa terganggu oleh kesendirian anda, maka lihatlah kepada mereka yang  menempuh Jalan Allah itu (para Sufi), bersegeralah menuju kepada mereka  dan tutuplah mata anda dari yang lain ketika bersama, karena mereka  tidak butuh sesuatu dari anda. Dan ketika mereka menggiring anda menuju  jalan anda, jangan menoleh pada mereka, karena kalau anda menoleh pada  mereka, mereka akan marah pada anda.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(Hakikat Tasawuf - Syaikh Abdul Qadir Isa)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-6227995269611714127?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/6227995269611714127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/pentingnya-ilmu-tasawuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/6227995269611714127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/6227995269611714127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/pentingnya-ilmu-tasawuf.html' title='Pentingnya Ilmu Tasawuf'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4wJViD7bYI/AAAAAAAAACA/4twlUlElkWc/s72-c/zikr-call-of-sufi-meditation.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-1934857912409819570</id><published>2010-03-02T01:18:00.002+07:00</published><updated>2010-03-02T01:23:05.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Sufi'/><title type='text'>Kisah Murid Yang Takabur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seorang murid Syaikh Junaid merasa telah mencapai  derajat kesempurnaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Lebih baik aku menyendiri," pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka ia pun menyendiri di  sebuah sudut kamarnya dan duduk di sana selama beberapa waktu. Setiap  malam, seekor unta dibawa ke hadapannya dan dikatakan padanya, "Kami  akan membawamu ke surga." Ia pun menunggangi unta itu dan berkendara  sampai tiba di sebuah tempat yang menyenangkan dan membahagiakan, tempat  yang dipenuhi oleh orang orang tampan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana berlimpah berbagai jenis  makanan dan air yang mengalir. Ia tinggal di sana hingga fajar , kemudian ia akan tertidur dan telah berada di kamarnya ketika terjaga.  Ia pun menjadi bangga dan sombong karena hal ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Setiap malam aku dibawa ke  surga," katanya membanggakan diri dihadapan murid-murid yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya ini sampai  kepada Syaikh Junaid. Maka Syaikh Junaid pun mendatangi kamar muridnya  itu. Di sana Syaikh menemukannya mempraktekan tatakrama yang tinggi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Junaid bertanya  padanya tentang apa yang terjadi. Si murid pun menceritakan keseluruhan  cerita kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Malam  ini, saat engkau dibawa ke sana, ucapkanlah tiga kali: 'Laa Haula walaa  Quwwata Illa Billahil 'Aliyyil 'Adzim" kata Syaikh Junaid. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam itu si murid mengalami  apa yang biasanya terjadi. Dalam hatinya, ia tidak mempercayai apa yang  telah dikatakan oleh sang syaikh kepadanya. Namun, bagaimanapun juga,  saat ia tiba di tempat itu, ia coba coba mengucapkan: "Tiada daya dan  kekuatan kecuali dengan izin Allah, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Agung."  Seketika, semua yang ada di sana berteriak dan pergi melarikan diri. Ia  menemukan dirinya berada di atas gundukan kotoran hewan dengan  tulang-tulang berserakan di sekitarnya. Menyadari kesalahannya, ia pun  bertobat dan kembali ke majelis Syaikh Junaid. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia telah belajar bahwa bagi  seorang murid, menyendiri adalah racun yang mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah ...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-1934857912409819570?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/1934857912409819570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/kisah-murid-yang-takabur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1934857912409819570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1934857912409819570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/kisah-murid-yang-takabur.html' title='Kisah Murid Yang Takabur'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-1077127841670434349</id><published>2010-03-01T20:58:00.003+07:00</published><updated>2010-03-02T06:14:50.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pecinta Rasulullah'/><title type='text'>Tangisan Rasulullah SAW Di Padang Mahsyar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4vJcZe0KkI/AAAAAAAAAB4/SCdgEWKFs2o/s1600-h/muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 191px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4vJcZe0KkI/AAAAAAAAAB4/SCdgEWKFs2o/s200/muhammad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443666064321030722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum warahmatullah… &lt;p&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Sesungguhnya aku  bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah yang Esa, tiada sekutu  bagiNya dan sesungguhnya aku bersaksi bahawa Nabi Muhammad itu hamba dan  rasulNya. Selawat berserta salam buat Nabi Junjungan Muhammad SAW yang  mempunyai&lt;br /&gt;keperibadian mulia &amp;amp; diutuskan sebagai ikutan. Juga  buat sekalian muslimin &amp;amp; orang2 yang beramal soleh…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bismillahir Rahmanir Raheem…&lt;br /&gt;Dari Usman bin Affan bin Dahaak bin  Muzahim daripada Abbas ra, bapa saudara Rasulullah SAW dari Rasulullah  SAW telah bersabda, yang bermaksud:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Aku adalah orang (manusia) yang paling awal dibangkitkan dari  kubur(bumi)pada hari kiamat yang tiada kebanggaan. Bagiku ada syafaat  pada hari kiamat yang tiada kemegahan. Bendera pujian di tanganku dan  nabi-nabi keseluruhannya berada di bawah benderaku. Umatku adalah umat  yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka adalah umat yang pertama dihisab sebelum umat  yang lain. Ketika mereka bangkit dari kubur, mereka akan mengibas  (membuang) tanah yang ada di atas kepala mereka. Mereka semua akan  berkata: “Kami bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan kami  bersaksi bahawa Muhammad itu&lt;br /&gt;Rasulullah. Inilah yang telah  dijanjikan oleh Allah Taala serta dibenarkan oleh para rasul.”&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas ra berkata: “Orang yang pertama dibangkitkan dari  kubur di hari kiamat ialah Muhammad SAW. Jibril as akan datang kepadanya  bersama seekor Buraq. Israfil pula datang dengan membawa bersama  bendera dan mahkota.&lt;br /&gt;Izrail pula datang dengan membawa bersamanya  pakaian-pakaian syurga.” Jibril as akan menyeru: “Wahai dunia! Di mana  kubur Muhammad SAW?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bumi akan berkata: “Sesungguhnya, Tuhanku telah menjadikan aku  hancur. Telah hilang segala lingkaran, tanda dan gunung-ganangku. Aku  tidak tahu dimana kubur Muhammad SAW.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Lalu diangkatkan tiang-tiang dari cahaya  dari kubur Nabi Muhammad SAW ke awan langit. Maka, empat malaikat berada  di atas kubur.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Israfil bersuara: “Wahai roh yang baik! Kembalilah ke tubuh yang  baik!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka, kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedua pula, kubur mula  terbongkar. Pada seruan yang ketiga, ketika Rasulullah SAW berdiri,  baginda SAW telah membuang tanah di atas kepala dan janggut baginda SAW.  Baginda SAW&lt;br /&gt;melihat kanan dan kiri. Baginda SAW dapati, tiada lagi  bangunan. Baginda SAW menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata kepadanya: “Bangun wahai Muhammad! Sesungguhnya  kamu di sisi Allah Taala di tempat yang luas.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW bertanya, “Kekasihku Jibril! Hari apakah ini?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as menjawab: “Wahai Muhammad! Janganlah kamu takut! Inilah  hari kiamat. Inilah hari kerugian dan penyesalan. Inilah hari  pembentangan Allah Taala.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW bersabda: “Kekasihku Jibril! Gembirakanlah aku!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata: “Apakah yang kamu lihat di hadapanmu?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW bersabda: “Bukan seperti itu pertanyaanku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata: “Adakah kamu tidak melihat bendera kepujian yang  terpacak di atasmu?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW bersabda: “Bukan itu maksud pertanyaanku. Aku bertanya  kepadamu akan umatku. Di mana perjanjian mereka?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata: “Demi keagungan Tuhanku! Tidak akan terbongkar  oleh bumi daripada manusia, sebelummu?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW bersabda: “Nescaya akan, kuatlah pertolongan pada hari  ini. Aku akan mensyafaatkan umatku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata kepada baginda SAW: “Tungganglah Buraq ini wahai  Muhammad SAW dan pergilah ke hadapan Tuhanmu!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as datang bersama Buraq ke arah Nabi Muhammad SAW. Buraq cuba  meronta-ronta. Jibril as berkata kepadanya: “Wahai Buraq! Adakah kamu  tidak malu dengan makhluk yang paling baik dicipta oleh Allah Taala?  Sudahkah Allah Taala perintahkan kepadamu agar mentaatinya?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buraq berkata: “Aku tahu semua itu. Akan tetapi, aku ingin dia  mensyafaatiku agar memasuki syurga sebelum dia menunggangku.  Sesungguhnya, Allah Taala akan datang pada hari ini di dalam keadaan  marah. Keadaan yang belum pernah terjadi sebelum ini.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW bersabda kepada Buraq: “Ya! Sekiranya kamu berhajatkan  syafaatku, nescaya aku memberi syafaat kepadamu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah berpuas hati, Buraq membenarkan baginda SAW menunggangnya  lalu dia melangkah. Setiap langkahan Buraq sejauh pandangan mata.  Apabila Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Maqdis di atas bumi dari  perak yang putih, malaikat Israfil as menyeru: “Wahai tubuh-tubuh yang  telah hancur,&lt;br /&gt;tulang-tulang yang telah reput, rambut-rambut yang  bertaburan dan urat-urat yang terputus-putus! Bangkitlah kamu dari perut  burung, dari perut binatang buas, dari dasar laut dan dari perut bumi  ke perhimpunan Tuhan yang Maha Perkasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Roh-roh telah diletakkan di dalam tanduk atau sangkakala. Di dalamnya  ada beberapa tingkat dengan bilangan roh makhluk. Setiap roh, akan  didudukkan berada di dalam tingkat. Langit di atas bumi akan menurunkan  hujan dari&lt;br /&gt;lautan kehidupan akan air yang sangat pekat seperti air  mani lelaki. Daripadanya, terbinalah tulang-tulang. Urat-urat memanjang.  Daging kulit dan bulu akan tumbuh. Sebahagian mereka akan kekal ke atas  sebahagian tubuh tanpa roh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman: “Wahai Israfil! Tiup tanduk atau sangkakala  tersebut dan hidupkan mereka dengan izinKu akan penghuni kubur.  Sebahagian mereka adalah golongan yang gembira dan suka. Sebahagian dari  mereka adalah golongan yang celaka dan derita.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malaikat Israfil as menjerit: “Wahai roh-roh yang telah hancur!  Kembalilah kamu kepada tubuh-tubuh mu. Bangkitlah kamu untuk dikumpulkan  di hadapan Tuhan semesta alam.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman: “Demi keagungan dan ketinggianKu! Aku  kembalikan setiap roh pada tubuh-tubuhnya!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila roh-roh mendengar sumpah Allah Taala, roh-roh pun keluar  untuk mencari jasad mereka. Maka, kembalilah roh pada jasadnya. Bumi  pula terbongkar dan mengeluarkan jasad-jasad mereka. Apabila semuanya  sedia,masing-masing melihat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi SAW duduk di padang pasir Baitul Maqdis, melihat  makhluk-makhluk. Mereka berdiri seperti belalang yang berterbangan. 70  umat berdiri. Umat Nabi Muhammad SAW merupakan satu umat (kumpulan).  Nabi SAW berhenti&lt;br /&gt;memperhatikan ke arah mereka. Mereka seperti  gelombang lautan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as menyeru: “Wahai sekalian makhluk, datanglah kamu semua ke  tempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah Taala.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umat-umat datang di dalam keadaan satu-satu kumpulan. Setiap kali  Nabi Muhammad SAW berjumpa satu umat, baginda SAW akan bertanya: “Di  mana umatku?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata: “Wahai Muhammad! Umatmu adalah umat yang  terakhir.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila nabi Isa as datang, Jibril as menyeru: Tempatmu!” Maka nabi  Isa as dan Jibril as menangis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW berkata: “Mengapa kamu berdua menangis.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata: “Bagaimana keadaan umatmu, Muhammad?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad bertanya: “Di mana umatku?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata: “Mereka semua telah datang. Mereka berjalan lambat  dan perlahan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad SAW menangis lalu  bertanya: “Wahai Jibril! Bagaimana keadaan umatku yang berbuat dosa?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata: “Lihatlah mereka wahai Muhammad SAW!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila Nabi Muhammad SAW melihat mereka, mereka gembira dan  mengucapkan selawat kepada baginda SAW dengan apa yang telah Allah Taala  muliakannya. Mereka gembira kerana dapat bertemu dengan baginda SAW.  Baginda SAW juga gembira terhadap mereka. Nabi Muhammad SAW bertemu  umatnya yang&lt;br /&gt;berdosa. Mereka menangis serta memikul beban di atas  belakang mereka sambil menyeru:”Wahai Muhammad!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Air mata mereka mengalir di pipi. Orang-orang zalim memikul kezaliman  mereka. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Wahai umatku.” Mereka berkumpul di  sisinya. Umat-umatnya menangis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika mereka di dalam keadaan demikian, terdengar dari arah Allah  Taala seruan yang menyeru: “Di mana Jibril?” Jibril as berkata: “Jibril  di hadapan Allah, Tuhan semesta alam.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu  yang tersembunyi: “Di mana umat Muhammad SAW?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as berkata: “Mereka adalah sebaik umat.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman: “Wahai Jibril! Katakanlah kepada kekasihKu  Muhammad SAW bahawa umatnya akan datang untuk ditayangkan di hadapanKu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril as kembali di dalam keadaan menangis lalu berkata: “Wahai  Muhammad! Umatmu telah datang untuk ditayangkan kepada Allah Taala.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW berpaling ke arah umatnya lalu berkata:  “Sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah Taala.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang-orang yang berdosa menangis kerana terkejut dan takut akan azab  Allah Taala. Nabi Muhammad SAW memimpin mereka sebagaimana pengembala  memimpin ternakannya menuju di hadapan Allah Taala. Allah Taala  berfirman:&lt;br /&gt;“Wahai hambaKu! Dengarkanlah kamu baik-baik kepadaKu  tuduhan apa-apa yang telah diperdengarkan bagi kamu dan kamu semua  melakukan dosa!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hamba-hamba Allah Taala terdiam. Allah Taala berfirman: “Hari ini,  Kami kan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan.  Hari ni, aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKu. Dan, Aku akan  mengazab sesiapa yang menderhaka terhadapKu. Wahai Jibril! Pergi ke arah  Malik, penjaga neraka! Katakanlah kepadanya, bawakan Jahanam!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril pergi berjumpa Malik, penjaga neraka lalu berkata: “Wahai  Malik! Allah Taala telah memerintahkanmu agar membawa Jahanam.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malik bertanya: “Apakah hari ini?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril menjawab: “Hari ini adalah hari kiamat. Hari yang telah  ditetapkan untuk membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka  usahakan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malik berkata: “Wahai Jibril! Adakah Allah Taala telah mengumpulkan  makhluk?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril menjawab: “Ya!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malik bertanya: “Di mana Muhammad dan umatnya?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril berkata: “Di hadapan Allah Taala!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malik bertanya lagi: “Bagaimana mereka mampu menahan kesabaran  terhadap kepanasan nyalaan Jahanam apabila mereka melintasinya sedangkan  mereka semua adalah umat yang lemah?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jibril berkata: “Aku tidak tahu!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malik menjerit ke arah neraka dengan sekali jeritan yang  menggerunkan. Neraka berdiri di atas tiang-tiangnya. Neraka mempunyai  tiang-tiang yang keras, kuat dan panjang. Api dinyalakan sehingga tiada  kekal mata seorang dari makhluk melainkan bercucuran air mata mereka  (semuanya menangis).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Air mata sudah terhenti manakala air mata darah manusia mengambil  alih. Kanak-kanak mula beruban rambut. Ibu-ibu yang memikul anaknya  mencampakkan mereka. Manusia kelihatan mabuk padahal mereka sebenarnya  tidak mabuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah SAW Membela Umatnya Di padang mahsyar orang yang mula-mula  berusaha ialah nabi Ibrahim as. Baginda bergantung dengan asap Arsy  yang naik lalu menyeru: “TuhanKu dan Penguasaku! Aku adalah khalilMu  Ibrahim. Kasihanilah kedudukanku pada hari ini! Aku tidak meminta  kejayaan Ishak dan anakku pada hari ini.” Allah Taala berfirman: “Wahai  Ibrahim! Adakah kamu melihat Kekasih mengazab kekasihnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Musa as datang. Baginda bergantung dengan asap Arsy yang naik  lalu menyeru: “KalamMu. Aku tidak meminta kepadaMu melainkan diriku. Aku  tidak meminta saudaraku Harun. Selamatkanlah aku dari kacau bilau  Jahanam!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isa as datang di dalam keadaan menangis. Baginda bergantung dengan  Arsy lalu menyeru: “Tuhanku… Penguasaku.. Penciptaku! Isa roh Allah. Aku  tidak meminta melainkan diriku. Selamatkanlah aku dari kacau bilau  Jahanam!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suara jeritan dan tangisan semakin kuat. Nabi Muhammad SAW menyeru:  “Tuhanku.. Penguasaku Penghuluku…. !Aku tidak meminta untuk diriku  Sesungguhnya aku meminta untuk umatku dariMu!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika itu juga, neraka Jahanam berseru: “Siapakah yang memberi  syafaat kepada umatnya?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Neraka pula berseru: “Wahai Tuhanku… Penguasaku dan Penghuluku!  Selamatkanlah Muhammad dan umatnya dari seksaannya! Selamatkanlah mereka  dari kepanasanku, bara apiku, penyeksaanku dan azabku! Sesungguhnya  mereka adalah umat yang lemah. Mereka tidak akan sabar dengan  penyeksaan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malaikat Zabaniah menolaknya sehingga terdampar di kiri Arsy. Neraka  sujud di hadapan Tuhannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman: “Di mana matahari?” Maka, matahari dibawa  mengadap Allah Taala. Ia berhenti di hadapan Allah Taala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman kepadanya: “Kamu! Kamu telah memerintahkan  hambaKu untuk sujud kepada kamu?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Matahari menjawab. “Tuhanku! Maha Suci diriMu! Bagaimana aku harus  memerintahkan mereka berbuat demikian sedangkan aku adalah hamba yang  halus?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman: “Aku percaya!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala telah menambahkan cahaya dan kepanasannya sebanyak 70  kali ganda. Ia telah dihampirkan dengan kepala makhluk.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Abbas r.h. berkata: “Peluh manusia bertiti dan sehingga mereka  berenang di dalamnya. Otak-otak kepala mereka menggeleggak seperti  periuk yang sedang panas. Perut mereka menjadi seperti jalan yang  sempit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Air mata mengalir seperti air mengalir. Suara ratap umat-umat manusia  semakin kuat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW lebih-lebih lagi sedih. Air matanya telah hilang  dan kering dari pipinya. Sekali, baginda SAW sujud di hadapan Arsy dan  sekali lagi, baginda SAW rukuk untuk memberi syafaat bagi umatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para Nabi melihat keluh kesah dan tangisannya. Mereka berkata: “Maha  Suci Allah! Hamba yang paling dimuliakan Allah Taala ini begitu  mengambil berat, hal keadaan umatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daripada Thabit Al-Bani, daripada Usman Am Nahari berkata: “Pada  suatu hari Nabi SAW menemui Fatimah Az-Zahara’ r.h. Baginda SAW dapati,  dia sedang menangis.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW bersabda: “Permata hatiku! Apa yang menyebabkan dirimu  menangis?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fatimah menjawab: “Aku teringat akan firman Allah Taala.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dan, kami akan mehimpunkan, maka Kami tidak akan mengkhianati walau  seorang daripada mereka.” Lalu Nabi SAW pun menangis. Baginda SAW  bersabda: “Wahai permata hatiku! Sesungguhnya, aku teringat akan hari  yang terlalu dahsyat. Umatku telah dikumpulkan pada hari kiamat  dikelilingi dengan perasaan dahaga dan telanjang. Mereka memikul dosa  mereka di atas belakang mereka. Air mata mereka mengalir di pipi.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fatimah r.h. berkata: “Wahai bapaku! Apakah wanita tidak merasa malu  terhadap lelaki?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW menjawab: “Wahai Fatimah! Sesungguhnya, hari itu, setiap  orang akan sibuk dengan untung nasib dirinya. Adapun aku telah mendengar  Firman Allah Taala:”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi setiap orang dari mereka, di hari itu atau satu utusan yang  melalaikan dia. ( Abasa: 37) Fatimah ra. bertanya: “Di mana aku hendak  mendapatkanmu di hari kiamat nanti, wahai bapaku?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW menjawab: “Kamu akan menjumpaiku di sebuah telaga ketika  aku sedang memberi minum umatku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fatimah r.h. bertanya lagi: “Sekiranya aku dapati kamu tiada  ditelaga?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda SAW bersabda: “Kamu akan menjumpaiku di atas Sirat sambil  dikelilingi para Nabi. Aku akan menyeru: “Tuhan Kesejahteraan! Tuhan  Kesejahteraan! Para malaikat akan menyambut: “Aamiin.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika itu juga, terdengar seruan dari arah Allah Taala lalu  berfirman: “Nescaya akan mengikuti kata-katanya pada apa yang kamu  sembah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap umat akan berkumpul dengan sesuatu yang mereka sembah. Ketika  itu juga, neraka Jahanam melebarkan tengkuknya lalu menangkap mereka  sebagaimana burung mematuk kacang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila seruan dari tengah Arsy kedengaran, maka manusia yang  menyembahNya datang beriring. Sebahagian daripada orang yang berdiri di  situ berkata:”Kami adalah umat Muhammad SAW!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman kepada mereka: “Mengapa kamu tidak mengikuti  orang yang kamu sembah?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka berkata: “Kami tidak menyembah melainkan Tuhan Kami. Dan, kami  tidak menyembah selainNya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka ditanya lagi: “Kami mengenali Tuhan kamu?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka menjawab: “Maha Suci diriNya! Tiada yang kami kenali  selainNya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila ahli neraka dimasukkan ke dalamnya untuk diazab, umat  Muhammad SAW mendengar bunyi pukulan dan jeritan penghuni neraka. Lalu  malaikat Zabaniah mencela mereka. Mereka berkata: “Marilah kita pergi  meminta syafaat kepada Muhammad SAW!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia berpecah kepada tiga kumpulan.&lt;br /&gt;1. Kumpulan orang tua yang  menjerit-jerit.&lt;br /&gt;2. Kumpulan pemuda.&lt;br /&gt;3. Wanita yang bersendirian  mengelilingi mimbar-mimbar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mimbar para Nabi didirikan di atas kawasan lapang ketika kiamat.  Mereka semua berminat terhadap mimbar Nabi Muhammad SAW. Mimbar Nabi  Muhammad SAW terletak berhampiran dengan tempat berlaku kiamat. Ia juga  merupakan&lt;br /&gt;mimbar yang paling baik, besar dan cantik. Nabi adam as  dan isterinya Hawa berada di bawah mimbar Nabi SAW.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hawa melihat ke arah mereka lalu berkata: “Wahai Adam! Ramai dari  zuriatmu dari umat Muhammad SAW serta cantik wajah mereka. Mereka  menyeru: “Di mana Muhammad?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka berkata: “Kami adalah umat Muhammad SAW. Semua umat telah  mengiringi apa yang mereka sembah. Hanya tinggal kami sahaja. Matahari  di atas kepala kami. Ia telah membakar kami. Neraka pula, cahaya juga  telah membakar kami. Timbangan semakin berat. Oleh itu tolonglah kami  agar memohon kepada Allah Taala untuk menghisab kami dengan segera! Sama  ada kami akan pergi ke syurga atau neraka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Adam as berkata: “Pergilah kamu dariku! Sesungguhnya aku sibuk   dengan dosa-dosaku. Aku mendengar firman Allah Taala: Dan dosa Adam  terhadap Tuhannya kerana lalai. Mereka pergi berjumpa nabi Nuh as yang  telah berumur,umur yang panjang dan sangat sabar. Mereka menghampirinya.  Apabila nabi Nuhas melihat mereka, dia berdiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengikut (umat Nabi Muhammad SAW) berkata: “Wahai datuk kami, Nuh!  Tolonglah kami terhadap Tuhan kami agar Dia dapat memisahkan di antara  kami dan mengutuskan kami dari ahli syurga ke syurga dan ahli neraka ke  neraka.” Nabi Nuh as berkata: “Sesungguhnya, aku sibuk dengan  kesalahanku. Aku pernah mendoakan agar kaumku dimusnahkan. Aku malu  dengan Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Ibrahim kekasih Allah Taala!  Mintalah kepadanya agar menolong kamu!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Ibrahim as berkata: “Sesungguhnya aku pernah berbohong di dalam  usiaku sebanyak tiga pembohongan di dalam Islam. Aku takut dengan  Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Musa as! Mintalah pertolongan darinya!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Musa as berkata: “Aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah  membunuh seorang jiwa tanpa hak. Aku membunuhnya bukan dari kemahuanku  sendiri.Aku dapati dia melampaui batas terhadap seorang lelaki Islam.  Aku ingin memukulnya. Aku terperanjat kerana menyakitinya lalu menumbuk  lelaki tersebut. Ia jatuh lalu mati. Aku takut terhadap tuntutan dosaku.  Pergilah kamu berjumpa Isa as!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka pergi berjumpa nabi Isa a.s. Nabi Isa a.s. berkata:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Taala telah melaknat orang-orang Kristian. Mereka  telah mengambil aku,ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah Taala. Hari  ini, aku malu untuk bertanya kepadaNya mengenai ibuku Mariam.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah Az-Zahra’ sedang duduk. Ketika  Mariam melihat umat Nabi Muhammad SAW dia berkata: “Ini umat Nabi  Muhammad SAW. Mereka telah sesat dari Nabi mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suara Mariam, telah didengari oleh Nabi Muhammad SAW Nabi Adam a.s.  berkata kepada nabi Muhammad SAW. “Ini umatmu, wahai Muhammad! Mereka  berkeliling mencarimu untuk meminta syafaat kepada Allah Taala.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW menjerit dari atas mimbar lalu bersabda: “Marilah  kepadaku, wahai umatku! Wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku.  Aku tidak pernah lari dari kamu melainkan aku sentiasa memohon kepada  Allah Taala untukmu!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umat Nabi Muhammad SAW berkumpul di sisinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terdengar suara seruan: “Wahai Adam! Ke marilah kepada Tuhanmu!” Nabi  Adam as berkata: “Wahai Muhammad! Tuhanku telah memanggilku. Moga-moga  Dia akan meminta kepadaku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Adam as pergi menemui Allah Taala. Allah Taala berfirman  kepadanya: “Wahai Adam! Bangunlah dan hantarkan anak-anakmu ke neraka!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Adam as bertanya: “Berapa ramai untukku kirimkan?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman: Setiap seribu lelaki kamu hantarkan seorang ke  syurga, 999 orang ke neraka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Taala berfirman lagi: “Wahai Adam! Sekiranya Aku tidak melaknat  orang yang berdusta dan Aku haramkan pembohongan, nescaya Aku akan  mengasihi anakmu keseluruhannya. Akan, tetapi, Aku telah janjikan syurga  bagi orang yang mentaatiKu Neraka pula bagi orang yang menderhakaiKu  Aku tidak akan memungkiri janji. Wahai Adam! Berhentilah di sisi Mizan  (timbangan). Sesiapa yang mempunyai berat pada kebaikannya daripada  dosanya walaupun seberat biji sawi, bawalah dia untuk memasuki syurga  tanpa perlu berunding denganKu! Sesungguhnya Aku telah menjadikan bagi  mereka, satu kejahatan dengan satu dosa. Manakala satu kebaikan dengan  sepuluh pahala agar memberitahu mereka bahawa,sesungguhnya Aku tidak  akan memasukkan mereka ke dalam neraka melainkan setiap yang kembali  akan dikembalikan dengan dosa bagi orang yang melampaui batas.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Adam as berkata: “Tuhanku! Penguasaku! Engkau lebih utama bagi  menghisab berbanding aku. Hamba itu adalah hambaMu dan Engkau Maha  Mengetahui sesuatu yang ghaib!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umat Muhammad SAW Diseru Meniti Sirat Allah Taala menyeru: “Wahai  Muhammad! Bawalah umatmu untuk dihisab dan lintaskan mereka di atas  Sirat yang dilebarkan. Panjangnya sejauh 500 tahun perjalanan.” Malaikat  Malik berdiri di pintunya (neraka). Dia menyeru: “Wahai Muhammad!  Sesiapa yang datang dari umatmu dan bersamanya ada perlepasan dari Allah  Taala, maka dia akan terselamat. Sekiranya sebaliknya maka, dia akan  terjatuh di dalam neraka. Wahai Muhammad! Katakan kepada orang yang  diringankan agar berlari! Katakan kepada orang yang diberatkan agar  berjalan!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW bersabda kepada malaikat Malik: “Wahai Malik!  Dengan kebenaran Allah Taala ke atasmu, palingkanlah wajahmu dari umatku  sehingga mereka dapat melepasi! Jika tidak, hati mereka akan gementar  apabila melihatmu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malaikat Malik memalingkan mukanya dari umat Nabi Muhammad SAW. Umat  Nabi Muhammad SAW telah di pecahkan kepada sepuluh kumpulan. Nabi  Muhammad SAW mendahului mereka lalu bersabda kepada umatnya: “Ikutlah  aku wahai umatku di atas Sirat ini!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kumpulan pertama berjaya melintasi seperti kilat yang memancar.  Kumpulan kedua melintasi seperti angin yang kencang. Kumpulan ketiga  melintasi seperti kuda yang baik. Kumpulan yang keempat seperti burung  yang pantas. Kumpulan yang kelima berlari. Kumpulan keenam berjalan.  Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk kerana mereka dahaga dan penat.  Dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW berhenti di atas Sirat. Setiap kali, baginda SAW  melihat seorang dari umatnya bergayut di atas Sirat, baginda SAW akan  menarik tangannya dan membangunkan dia kembali. Kumpulan kelapan menarik  muka-muka mereka dengan rantai kerana terlalu banyak kesalahan dan dosa  mereka. Bagi yang buruk, mereka akan menyeru: “Wahai Muhammad SAW!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW berkata: “Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan!  Selamatkan mereka!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kumpulan ke sembilan dan ke sepuluh tertinggal di atas Sirat. Mereka  tidak diizinkan untuk menyeberang. Dikatakan bahawa, di pintu syurga,  ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira  melainkan Allah Taala sahaja yang mengetahui. Di atasnya ada kanak-kanak  yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka dua bulan, kurang  dan lebih sebelum mereka baligh. Apabila mereka melihat ibu dan bapa  mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki syurga.  Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera. Mereka  memberi ibu dan bapa mereka minum kerana kehausan kiamat. Mereka  memasuki syurga bersama-sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya tinggal, kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka.  Suara tangisan mereka semakin nyaring. Mereka berkata: “Aku mengharamkan  syurga bagi diriku sehingga aku melihat bapa dan ibuku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka telah berkumpul.  Mereka berkata: “Kami masih di dalam keadaan yatim di sini dan di  dunia.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malaikat berkata kepada mereka: “Bapa-bapa dan ibu-ibu kamu terlalu  berat dosa mereka. Mereka tidak diterima oleh syurga akibat dosa  mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka terus menangis malah lebih kuat dari sebelumnya lalu berkata:  “Kami akan duduk di pintu syurga moga-moga Allah Taala mengampuninya dan  menyatukan kami dengan mereka.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah! Orang yang melakukan dosa besar akan dikurung di tempat  pembalasan yang pertama oleh mereka iaitu Sirat. Ia dipanggil  “TempatTeropong.” Kaki-kaki mereka akan tergantung di Sirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW melintasi Sirat bersama orang-orang yang soleh di  kalangan yang terdahulu dan orang yang taat selepasnya. Di hadapannya,  ada bendera-bendera yang berkibaran. Bendera Kepujian berada di atas  kepalanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila bendera baginda menghampiri pintu syurga, kanak-kanak akan  meninggikan tangisan mereka. Rasulullah SAW bersabda: “Apa yang berlaku  pada kanak-kanak ini?” Malaikat menjawab: “Mereka menangis kerana  berpisah dengan bapa dan ibu mereka. “Nabi SAW bersabda:”Aku akan  menyelidiki khabar mereka dan aku akan memberi syafaat kepada mereka,  Insya Allah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW memasuki syurga bersama umatnya yang berada di  belakang. Setiap kaum akan kekal didalam rumah-rumah mereka. Kita  memohon kepada Allah Taala agar memasukkan kita di dalam keutamaan ini  dan menjadikan kita sebahagian daripada mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekian buat kali ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Segala yang baik datang dari Allah dan yang buruk&lt;br /&gt;adalah akibat  kejahilan saya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wabillahitaufiq walhidayah,Wassalamualaikum warahmatullah&lt;br /&gt;Dipetik  Dari Buku:-&lt;br /&gt;“1001 Duka”&lt;br /&gt;Himpunan Kisah-kisah Menyayat Hati&lt;br /&gt;Oleh Muhammad Isa Selamat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Article ini diambil dari site :- &lt;a target="_blank" href="http://www.rileks.info/coollist/2008/08/tangisan-rasulullah-saw-di-padang-mahsyar/"&gt;http://www.rileks.info/coollist/2008/08/tangisan-rasulullah-saw-di-padang-mahsyar/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-1077127841670434349?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/1077127841670434349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tangisan-rasulullah-saw-di-padang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1077127841670434349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/1077127841670434349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/tangisan-rasulullah-saw-di-padang.html' title='Tangisan Rasulullah SAW Di Padang Mahsyar'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4vJcZe0KkI/AAAAAAAAAB4/SCdgEWKFs2o/s72-c/muhammad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-2523652934756615466</id><published>2010-03-01T19:17:00.001+07:00</published><updated>2010-03-01T19:19:14.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>Download Gratis MP3 Burdah Imam Busyiri dari Majalah Alkisah Edisi 04/2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://pondokhabib.files.wordpress.com/2009/10/qasidabook.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 282px;" src="http://pondokhabib.files.wordpress.com/2009/10/qasidabook.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/228176985/60acd4ed/burdah-habib-ahmad-alhaddad-1.html"&gt;burdah-habib-ahmad-alhaddad-1.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/228213110/f11dbdaf/burdah-habib-ahmad-alhaddad-2.html"&gt;burdah-habib-ahmad-alhaddad-2.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/228338081/30875b83/burdah-habib-ahmad-alhaddad-3.html"&gt;burdah-habib-ahmad-alhaddad-3.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/229061574/54b5c8c8/burdah-habib-ahmad-alhaddad-4.html"&gt;burdah-habib-ahmad-alhaddad-4.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/228976600/3f106f3a/burdah-habib-ahmad-alhaddad-5.html"&gt;burdah-habib-ahmad-alhaddad-5.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/229021293/a49dc0a0/burdah-habib-ahmad-alhaddad-6.html"&gt;burdah-habib-ahmad-alhaddad-6.mp3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/229054841/77547635/burdah-habib-ahmad-alhaddad-7.html"&gt;burdah-habib-ahmad-alhaddad-7.mp3&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-2523652934756615466?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/2523652934756615466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/download-gratis-mp3-burdah-imam-busyiri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/2523652934756615466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/2523652934756615466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/download-gratis-mp3-burdah-imam-busyiri.html' title='Download Gratis MP3 Burdah Imam Busyiri dari Majalah Alkisah Edisi 04/2010'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-5883476644062083609</id><published>2010-03-01T18:34:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T06:14:18.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><title type='text'>Jika Aku Jatuh Cinta …</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4utGqlKrnI/AAAAAAAAABM/pRCEjZ5Nfzc/s1600-h/5254_131090713754_521053754_3331754_4593058_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4utGqlKrnI/AAAAAAAAABM/pRCEjZ5Nfzc/s200/5254_131090713754_521053754_3331754_4593058_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443634904628375154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertempuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi cinta itu tentu porsinya tidak melebihi cinta kita pada Allah, karena Allah mengatakan, “Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjiha di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ... Sebuah kata singkat yang memiliki makna luas. Walaupun belum teridentifikasi secara pasti, namun eksistensi cinta diakui oleh semua orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ghazali mengatakan cinta itu ibarat sebatang kayu yang baik. Akarnya tetap di bumi, cabangya di langit dan buahnya lahir batin, lidah dan anggota-anggota badan. Ditujukan oleh pengaruh-pengaruh yang muncul dari cinta itu dalam hati dan anggota badan, seperti ditujukkanya asap dalam api dan ditunjukkanya buah dan pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi kepahlawanan para pejuang tidak terlepas dari pengaruh cintanya seorang pemuda kepada pemudi. Umar bin Abdul Aziz berhasil memenangkan pertarungan cinta sucinya kepada Allah dari pada cinta tidak bertuannya kepada seorang gadis. Tidak ada yang salah pada cinta. Berusahalah menempatkannya pada tempat, waktu dan sisi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Engaku mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu. (Yesi Elsandra, special untuk yang saling mencintai karena-Nya)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-5883476644062083609?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/5883476644062083609/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/jika-aku-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5883476644062083609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5883476644062083609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/jika-aku-jatuh-cinta.html' title='Jika Aku Jatuh Cinta …'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4utGqlKrnI/AAAAAAAAABM/pRCEjZ5Nfzc/s72-c/5254_131090713754_521053754_3331754_4593058_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-5315274684446995237</id><published>2010-03-01T17:49:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T06:13:50.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat Cinta'/><title type='text'>Yang Tidak BISA Di Ucapkan AYAH !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4uclQlTCDI/AAAAAAAAABE/OWSVmKIQBO0/s1600-h/DSCI2831.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4uclQlTCDI/AAAAAAAAABE/OWSVmKIQBO0/s200/DSCI2831.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443616738527873074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..Lalu bagaimana dengan Papa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu.Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sadarkah kamu?Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu&lt;br /&gt;mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu sudah beranjak remaja..Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa&lt;br /&gt;berharga..Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.Tahukah kamu,bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir.Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut.Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu..Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.Papa harus melepasmu di bandara.Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang&lt;br /&gt;tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Papa telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Papi kita...tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sayanginlah ayahmu sebagaimana engkau menyayangin mamamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Saya membaca surat nie .. seketika air mata saya tumpah ruah .. &lt;br /&gt;walaupun saya sebagai seorang Pria .. saya sangat terharu dengan catatan diatas ,,, &lt;br /&gt;karena semua yang tertulis mirip dengan kehidupan saya ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan anakmu Wahai Abah ku tercinta .. dan doakan selalu anakmu .. agar menjadi anak yang sholeh .. Ammien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 maret 2010 &lt;br /&gt;- Egypt - Mesir - &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imem Alqadrie !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-5315274684446995237?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/5315274684446995237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/yang-tidak-bisa-di-ucapkan-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5315274684446995237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/5315274684446995237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/yang-tidak-bisa-di-ucapkan-ayah.html' title='Yang Tidak BISA Di Ucapkan AYAH !!'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4uclQlTCDI/AAAAAAAAABE/OWSVmKIQBO0/s72-c/DSCI2831.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-9130656452323228517</id><published>2010-03-01T16:02:00.000+07:00</published><updated>2010-03-01T16:08:32.613+07:00</updated><title type='text'>Sejarah Qabilah Alawiyyin Al Qadrie</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4uEBNHuOSI/AAAAAAAAAA0/sCmQzeM76aY/s1600-h/keraton-kadriah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4uEBNHuOSI/AAAAAAAAAA0/sCmQzeM76aY/s200/keraton-kadriah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443589730844162338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama kali dijuluki (digelari) "Al-Qadrie" adalah Waliyullah Muhammad bin Salim bin Abdullah bin Muhammad Bin Salim bin Ahmad bin Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Hasan Al-Muallim bin Muhammad bin Hasan Atturabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So'al gelar yang disandangnya karena Beliau dalam semua aspek kehidupannya selalu menyerahkan dirinya (Pasrah) pada Taqdir Allah, terutama sewaktu ditimpa suatu Musibah (bencana). hal tersebut menunjukkan bahwa Beliau seorang yang beriman kuat sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Taqdir berasat dari bahasa Arab yang sinonimnya yaitu "AI-Qadar".&lt;br /&gt;Waliyyullah Muhammad Al-Qadri dilahirkan di Tarim Hadramaut. Dikaruniai 2 orang anak lelaki yang melanjutkan keturunannya, masing-masing bernama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.Abdullah, keturununnya hanya berada di Macha' (Hadramaut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Husein, keturunannya kebanyakan berada di Indonesia; termasuk diantaranya Sultan Abdurrahman bin Waliyyulah Al-Habib Husein bin Ahmad Al-Qadri, Pendiri Kota Pontianak (Kalimantan Barat). Beliau dikaruniai 6 anak. Wafat pada tahun 1231 Hijriyyah di Batu Layang Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waliyyullah Muhammad bin Salim Al-Qadri pulang ke Rahmatullah di kota Tarim pada tahun 1079 Hijriyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT memasukkan Beliau Beliau ke dalam Surga dan menghimpunkannya bersama-sama para Nabi, para Syuhada, para Auliya dan para Sholihin. Amin !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-9130656452323228517?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/9130656452323228517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/sejarah-qabilah-alawiyyin-al-qadrie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/9130656452323228517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/9130656452323228517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/03/sejarah-qabilah-alawiyyin-al-qadrie.html' title='Sejarah Qabilah Alawiyyin Al Qadrie'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JU46aLGaiok/S4uEBNHuOSI/AAAAAAAAAA0/sCmQzeM76aY/s72-c/keraton-kadriah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-481116611976103705</id><published>2010-03-01T05:50:00.001+07:00</published><updated>2010-03-02T06:13:23.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Sufi'/><title type='text'>Surat Dari IBLIS !!</title><content type='html'>Surat dari Iblis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini akan membuat Anda benar-benar berfikir . Sejatinya surat ini hampir membuat saya gila saat saya menelaahnya , namun saya harus mengajak Anda nyaris gila seperti saya , sebab catatan kecil di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Membaca !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku melihatmu kemarin , saat engkau memulai aktifitas harianmu . Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu . Bahkan kemudian , kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu , juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu . Kau benar2 orang yang bersyukur , Aku menyukainnya !! Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak mengubah cara hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai,Bodoh !!!&lt;br /&gt;Kamu millikku ! Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar-bena mencintaimu. Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan. Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH. Aku benar-benar berterimakasih padamu,karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani. Kita nonton film porno bersama, memaki orang mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua ,Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama,selamanya. Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu. Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa. Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin. Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah anak-anak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang. Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu. Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit. Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu. Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku ,kau tak akan membagi surat ini dengan siapapun!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silahkan sekarang sama2 kita berfikir setelah membaca surat Jahannam ini !!&lt;br /&gt;saya memfordwardnya dari arsip teman saya.sedikit editan seperlunya karena naskah aslinya terlalu rumit tatanan bahasanya.&lt;br /&gt;Barakallohu lii wa lakum..&lt;br /&gt;semoga bermanfaat bagi kita semua ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ammien !!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-481116611976103705?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/481116611976103705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/02/surat-dari-iblis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/481116611976103705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/481116611976103705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/02/surat-dari-iblis.html' title='Surat Dari IBLIS !!'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6163365874589214823.post-9148674967910006809</id><published>2010-03-01T05:39:00.002+07:00</published><updated>2010-03-02T06:12:12.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pecinta Rasulullah'/><title type='text'>Perayaan Maulid !!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JAWABAN SAYYID MUHAMMAD BIN ALWI AL-MALIKI TENTANG PERAYAAN MAULID !!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama kaum muslimin merayakan maulid Nabi SAW. Tetapi hingga kini, masih ada saja orang yang menolaknya dengan berbagai hujjah. Menurut mereka peringatan maulid bukan berasal dari Rasulullah SAW dan bukan ajaran agama. Benarkah demikian? Apakah sesuai dengan prinsip agama atau justru sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Diantara ulama kenamaan dunia yang banyak menjawab persoalan-persoalan seperti itu, yang banyak ditujukan kepada kaum Ahlussunnah wal jama’ah, adalah Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki. Dalam ulasannya yang panjang lebar tentang peringatan maulid beliau mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hari maulid Nabi SAW bukanlah ‘id, dan kita tidak memandangnya sebagai ‘id, karena ia lebih besar, lebih agung, dan lebih mulia daripada ‘id. ‘Idul fitri dan ‘Idul ‘Adha hanya berlangsung sekali setahun, sedangkan peringatan maulid, mengingat beliau dan sirahnya, harus berlangsung terus, tidak terkaiit sengan waktu dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Hari kelahiran beliau lebih agung daripada ‘id. Mengapa? Karena beliaulah yang membawa ‘id dan berbagai kegembiraan yang ada didalamnya. Karena beliau pula, kita memiliki hari-hari lain yang agung dalam Islam. Jika tidak ada kelahiran beliau, tidak ada bi’tsah (dibangkitkannya beliau sebagai Rasul), Nuzulul Qur’an, Isra Mi’raj, kemenangan dalam Perang Badar, dan fath Makkah, karena semua itu berhubunga dengan beliau dan denga kelahiran beliau, yang merupakan sumber dari kebaikan-kebaikan yang besar ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sebelum mengemukakan dalil-dalil mauid, Sayyid Muhammad bin Alwi Alwi Al-Maliki menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan maulid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pertama, memperingati maulid Nabi SAW bukan hanya tepat pada hari kelahirannya, melainkan selalu dan selamanya, terlebih pada bulan kelahiran beliau, Rabi’ul Awwal, dan pada hari kelahiran beliau yaitu hari senin. Tidak layak seorang yang berakal bertanya, ”Mengapa kalian memperingati Maulid?”, karena seolah-olah ia bertanya “Mengapa kalian bergembira dengan adanya Nabi SAW ?”&lt;br /&gt;Apakah sah bila pertanyaan ini timbul dari seorang muslim yang mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adala utusan Allah ? seandainya saya harus menjawab, cukuplah saya menjawab, “ Saya memperingatinya karena saya gembira dan bahagia dengan beliau, saya gembira dan bahagia dengan beliau karena saya mencintainya, dan saya mencintainya karena saya seorang mukmin “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kedua, yang dimaksud dengan peringatan Maulid adalah berkumpul untuk mendengar sirah beliau dan mendengar puji-pujian tentang diri beliau, juga memberi makan orang-orang yang hadir, memuliakan orang-orang fakir dan orang-orang yang mencintai beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ketiga, berkumpulnya orang untuk memperingati acara tersebut adalah sarana terbesar untuk berdakwah. Bahkan para da’i dan ulama WAJIB mengingatkan umat tentang Rasulullah, baik akhlaq, hal ihwal, sirah, muamalah, maupun ibadahnya, disamping menasihati untuk menuju kebaikan serta memperingatkan dari bala, keburukan, dan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Yang pertama merayakan Maulid adalah shahibul Maulid sendiri, yaitu Rasulullah SAW, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa, ketika beliau ditanya mengapa berpuasa di hari senin, beliau menjawab, “ Itu adalah hari kelahiranku.” Ini nash yang nyata yang menunjukkan bahwa memperingati Maulid adalah sesuatu yang diperbolehkan oleh syara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DALIL-DALIL MAULID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pertama, peringatan maulid adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau bahkan orang kafir saja mendapatkan kegembiraan itu (sebagai tanda suka citanya Abu Lahab memerdekakan budaknya, Tsuwaibah. Kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari senin tiba, demikian rahmat Allah SWT terhadap orang yang bergembira dengan Rasulullah SAW.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kedua, beliau sendiri mengagungkan hari kelahirannya dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang terbesar yang telah diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ketiga, gembira dengan Rasulullah SAW adalah perintah Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “ Katakanlah, ‘ dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira’.” (QS. Yunus: 58). Sedang Rasulullah SAW adalah rahmat yang terbesar, sebagaimana tersebut didalam Al-Qur’an, “ Dan tidak kami utus engakau melainkan menjadi rahmat semesta alam.”&lt;br /&gt;( Al-Anbiya’: 107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Keempat, Nabi SAW memperhatikan kaitan antara waktu dan kejadian-kejadian keagamaan yang besar yang telah lewat.apabila datang waktu ketika peristiwa itu terjadi , itu merupakan kesempatan untuk mengingatnya dan mengingatnya dan mengagungkan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kelima, peringatan Maulid nabi SAW mendorong orang untuk bershalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ahzab 56, “Sesungguhnya Allah dan beserta para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershlawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Keenam, dalam peringatan Maulid disebutkan didalamnya tentang kelahiran beliau, mukjizat-mukjizatnya, sirahnya, dan pengenalan tentang pribadi beliau. Bukankah kita diperintahkan untuk mengenalnya serta dituntut untuk meneladaninya, mengikuti perbuatannya, dan mengimani mukjizatnya. Kitab-kitab Maulid menyampaikannya semua secara detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ketujuh, dalam ucapan Nabi SAW tentang keutamaan hari Jum’at, disebutkan bahwa salah satu diantaranya adalah,”pada hari itu Adam diciptakan.” Hal itu menunjukkan dimuliakannya waktu ketika seorang nabi dilahirkan. Maka bagaimana dengan kelahiran Rasulullah sebagai nabi yang paling utama, dan rasul paling mulia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kedelapan, dalam peringatan maulid tercakup berkumpulnya umat, dzikir, sedekah, dan pengagungan kepada nabi SAW. Semua itu hal-hal yang dituntut oleh syara’ dan terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kesembilan, Allah SWT berfirman, “Dan semua kisah dari rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu, yang dengannya Kami teguhkan hatimu.” (QS. Hud:120). Dari ayat ini jelaslah bahwa hikmah dikisahkannya para rasul adalah untuk meneguhkan hati kita dengan berita-berita tentang beliau, lebih dari kebutuhan beliau akan kisah para nabi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kesepuluh, tidak semua yang tidak pernah dilakukan para salaf dan tidak ada di awal Islam berarti bid’ah yang munkar dan buruk, yang haram untuk dilakukan dan wajib untuk ditentang. Melainkan apa yang “baru” itu harus dinilai berdasarkan dalil-dalil syara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kesebelas, tidak semua bid’ah itu diharamkan. Jika haram, niscya haramlah pengumpulan Al-Qur’an, yang dilakukan oleh Abu Bakar RA, Umar RA, dan Zaid RA, dan penulisannya di mushaf-mushaf karena khawatir hilang dengan wafatnya para sahabat yang hafal Al-Qur’an. Haram pula apa yang telah dilakukan oleh Umar RA ketika mengumpulkan orang-orang untuk mengikuti seorang imam ketika melakukan shalat Tarawih, padahal ia mengatakan, “Sebaik-baiknya bid’ah adalah ini.” Banyak lagi perbuatan baik yang sangat dibutuhkan umat akan dikatakan bid’ah yang haram apabila semua bid’ah diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Contoh, televisi, handphone, listrik, lampu, motor, computer, dan lain-lain, semua itu tidak ada dizaman Nabi namun mengapa tidak ada yang mengatakan bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Keduabelas, memperingati Maulid SAW berarti menghidupkan ingatan (kenangan) tentang Rasulullah, dan itu menurut kita disyariatkan dalam Islam. Sebagaimana sebagian besar Amaliah haji pun menghidupkan ingatan tentang peristiwa-peristiwa terpuji masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ali muhammad ,,,&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6163365874589214823-9148674967910006809?l=al-qadrie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://al-qadrie.blogspot.com/feeds/9148674967910006809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/02/jawaban-sayyid-muhammad-bin-alwi-al.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/9148674967910006809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6163365874589214823/posts/default/9148674967910006809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://al-qadrie.blogspot.com/2010/02/jawaban-sayyid-muhammad-bin-alwi-al.html' title='Perayaan Maulid !!'/><author><name>Imem Alqadrie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01146281989558738458</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
